My Pet Husband

My Pet Husband
BAB 54 End Part 1



Jonathan semakin mengeratkan cengkramannya pada kemeja Brandon. Jika dia melepaskan cengkramannya, dipastikan Brandon akan terjatuh dari gedung tinggi itu.


“Lakukanlah,” ujar Brandon tersenyum mengejek. Luka lebam memenuhi wajahnya. Meskipun dirinya sudah tak berdaya, tetapi mulutnya masih bisa untuk memprovokasi Jonathan.


“Kau pantas mati!” teriak Jonathan mendorong Brandon.


“J!” teriak Daniella membuka pintu rooftop. “hentikan,” ujarnya lagi dengan napas tersengal.


Gerakan Jonathan terhenti saat mendengar suara Daniella. Dia menoleh dan melihat istrinya yang berdiri diambang pintu. “Kakak.”


“Lepaskan dia, J.” Perlahan Daniella berjalan mendekat pada Jonathan, dia mengulurkan tangannya agar sang pria meraihnya.


Tidak lama, dibelakang Daniella hadir Janson dan beberapa anak buahnya. Tatapan Jonathan tidak fokus, dia tahu dirinya akan dipisahkan lagi oleh Daniella sedangkan Brandon akan bebas berkeliaran.


Janson hanya diam ditempat, dia tahu Jonathan bisa melakukan apapun. Sedikit saja salah langkah. Maka, Brandon dipastikan akan terjatuh.


“Dia harus mati,” lirih Jonathan.


“Tidak, kau bukan pembunuh. Kau melakukannya saat dirimu tidak sadar. Ini bukan kesalahanmu, J.” Daniella melangkah sedikit demi sedikit ke arah Jonathan.


“Berhenti, jangan mendekat,” titah Jonathan.


Daniella mematuhi perintah Jonathan. Dia menghentikan langkahnya. “Bukankah kau bilang kita akan selalu bersama? Kumohon jangan lakukan agar kita bisa selalu bersama,” bujuk Daniella.


“Mereka tidak akan membiarkan kita bersama.”


Daniella tahu siapa orang yang dimaksud oleh Jonathan. “Tidak, aku akan selalu setia denganmu. Aku mencintaimu, J. Benar-benar mencintaimu. Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan selalu menunggumu,” lirih Daniella mulai mengembun, air mata mulai menetes di pipinya.


Cengkraman Jonathan mulai mengendur, dia menatap Brandon yang tersenyum tipis. Senyum yang hanya bisa dilihat oleh Jonathan. Sebuah senyum kemenangan.


Ingin sekali Jonathan melempar Brandon terjun bebas. Namun, perkataan Daniella membuatnya tersadar. Dia ingin terus bersama dengan wanitanya. Tidak ingin melepas pandangannya pada Daniella.


Jonathan menarik Brandon hingga membuat pria itu di posisi aman. Dia berjalan perlahan menuju Daniella. Langkahnya sangat pelan, entah ada beban apa di kakinya sehingga dirinya berat dalam melangkah.


Jonathan sadar, perkataan Daniella hanya untuk menenangkannya. Dia tahu, mereka tidak akan bersama. Namun, perkataan Daniella yang akan setia padanya membuat dirinya memiliki semangat untuk sembuh. Ya, dia tahu, dirinya pasti akan berakhir kembali lagi di rumah sakit jiwa. Tanpa sadar, air mata pun keluar dari mata Jonathan.


Daniella masih mengulurkan tangannya. Sedikit lagi Jonathan meraih tangannya. Seketika, Daniella melebarkan matanya. Dibelakang Jonathan ada Brandon yang berlari menghampiri Jonathan.


Tidak hanya berlari, di tangan Brandon terdapat sebuah belati dan siap untuk menikam. Daniella langsung menarik Jonathan dan memutar tubuh suaminya. Hingga … blep! Suara pisau tertusuk daging terdengar.


Daniella tertusuk oleh ulah Brandon. Belati yang sebelumnya digunakan Jonathan untuk menggores telapak tangannya. Kini, berganti melukai Daniella. Brandon mengambil belati tersebut untuk menyerang Jonathan. Namun naas, Daniella menghalangi.


Tinggi Daniella yang lebih rendah dari suaminya. Membuat Jonathan dengan jelas menatap Brandon yang menikam Daniella.


Daniella luruh kebawah. Jonathan langsung menghampiri Brandon dan memukulnya membabi buta. Dia meraih belati yang ada di tangan Brandon dan mulai menikamnya berulang kali.


Terulang kembali, Jonathan tak menghitung berapa kali dia menikam Brandon. Brandon hanya tersenyum melihat perilaku Jonathan.


Para anak buah Janson langsung berlari menghampiri Jonathan untuk menghentikan aksinya. Beberapa anak buah lainnya menolong Daniella yang mulai tak sadarkan diri.


Mata Daniella mulai sayu, ingin sekali dia memeluk Jonathan untuk menghentikannya. Namun, dirinya sudah tak memiliki kekuatan yang pada akhirnya dirinya menutup matanya.


...******...


“Bu, ada rapat pagi ini.” Seorang wanita menghampiri Daniella, dialah seorang sekertaris yang bekerja pada Daniella.


“Ya, aku ingat. Sudah siapkan materinya?” tanya Daniella.


“Sudah, Bu.”


“Sudah ada di ruang meeting.”


“Baik. Aku akan ke sana.”


Daniella berjalan menuju ruang meeting, sudah enam tahun berlalu. Dirinya membuka lembaran baru hidupnya. Ada Prisil yang selalu menemaninya. Namun, hubungan mereka tidak sedekat sebelumnya karena Prisil sudah menemukan tambatan hatinya. Prisil sudah menikah dan itu membuat Daniella sadar diri bahwa Prisil milik suaminya.


“Kau semakin bersinar, Daniella,” puji Prisil setelah mereka selesai meeting. Perusahaan mereka menang tender.


“Aku bukan apa-apa tanpa bantuanmu,” ucap Daniella penuh terima kasih karena selama ini Prisil tidak pernah meninggalkannya.


“Hei, itu tidak benar. Aku hanya asistenmu dan akan tetap seperti itu. Ternyata kau berbakat juga, bisa memegang kepercayaan sebesar ini.”


“Itu harus,” ujar Daniella.


“Baiklah, aku harus pulang … maaf aku tidak bisa mampir ke rumahmu.”


“Ya, aku mengerti. Nikmati masa-masa pengantin barumu.”


“Sudah setahun pernikahan. Sudah bukan baru lagi. Aku mau ke dokter kandungan. Aku dan Jack sudah memutuskan untuk melakukan program hamil dan dokternya hanya bisa hari ini, karena dia akan ke luar negri besok,” tutur Prisil sedikit bersalah karena dia tidak bisa ke rumah Daniella.


Daniella menarik lengan Prisil dan menepuk punggung tangan sang sahabat. “Tidak apa, tidak ada acara apapun juga. Semoga kalian cepat diberi momongan,” ujar Daniella tulus.


“Terima kasih. Aku berharap memiliki anak yang lucu seperti Joella.”


“Ya, anak kalian akan lucu seperti Joella,” ujar Daniella.


Prisil pergi meninggalkan Daniella. Dia selalu berharap sang sahabat mendapatkan kebahagian. Enam tahun yang lalu, Jonathan di bawa ke rumah sakit jiwa. Sedangkan Daniella dilarikan ke rumah sakit untuk menangani luka tusukan di punggungnya. Pada hari itu, Daniella baru menyadari bahwa dirinya hamil.


Janson yang mengetahui Daniella hamil cicitnya, dengan rela memberikan semua hartanya pada Daniella. Dia tahu usianya sudah sangat renta dan dia tahu hidupnya tidak akan lama lagi. Dia mengajari Daniella tentang bisnis agar usahanya terus berjalan hingga nanti Jonathan dinyatakan sembuh. Ya, hanya Daniella yang Janson percaya. Dia melihat ketulusan Daniella.


Daniella pun berhenti dari profesinya sebagai seorang model. Empat tahun setelah tragedi rooftop, Janson meninggal dunia. Sehingga, semua beban ditanggung oleh Daniella. Hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri untuk menjalani hari.


Daniella mampir ke toko cake. Membeli blueberry cake untuk sang putri. Joella, anaknya bersama Jonathan. “Joella, Mommy pulang,” seru Daniella membuka pintu rumah.


Joella, seorang anak perempuan yang cerdas dan cantik. Dirinya sedang merakit dinosaurus dari paper craft saat Daniella pulang. Joella menoleh saat mendengar suara ibunya. “Mommy.”


Dia bangkit dari duduknya dan menghampiri Daniella.


Daniella merentangkan tangannya dan memeluk putrinya yang ceria. Meskipun dirinya merawat Joella seorang diri. Namun, dia merawatnya dengan baik.


“Mommy membawakan cake untukmu.”


“Terima kasih, Mom.”


Daniella membuka cake yang terbungkus dari kardus. Mengeluarkannya dan menancapkan lilin di atasnya. Perayaan ulang tahun Joella Gu yang ke lima tahun. Dirayakan hanya berdua, mereka menyanyikan lagu ulang tahun. Sebelum meniup lilin, Joella menutup matanya untuk berdoa. Setelah itu, dia meniup lilinnya.


“Apa doamu kali ini?” tanya Daniella.


“Aku ingin Daddy bisa berkumpul bersama kita. Aku ingin Daddy cepat sembuh," tutur Joella tersenyum.


...💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞...


...Terima kasih telah mengikuti kisah Jonathan dan Daniella 🙏🥰🥰...


...Mohon maaf dengan jadwal up yang tidak beraturan 🙏🙏🙏...


...Terima kasih sekali lagi.. Kawal hingga akhir yach.. Jangan lupa 👍💗🌹n vote 🥰🥰😊😊😍😘😘😘...