My Pet Husband

My Pet Husband
BAB 53 Sindrom Renfield



Angin berhembus cukup kuat sehingga membuat rambut dua orang pria berkibar, menyapu wajah mereka dengan dinginnya hembusan angin di sore hari.


Brandon menatap Jonathan dengan tatapan sinis. Tidak perlu berpura-pura lagi. Dia yakin Jonathan sudah mengetahui segalanya.


"Kau datang ke tempatku sudah tidak ada guna lagi. Mereka akan menyeretmu ke rumah sakit jiwa dan aku, akan selamanya menertawakan kemalanganmu," ujar Brandon tersenyum smirk.


"Kau bukan manusia, Brandon. Kau lebih buruk dariku," ejek Jonathan datar.


"Benarkah? Hanya kau yang berpikir seperti itu," terang Brandon.


"Memanfaatkan orang gila demi ambisimu yang sangat konyol! Sampai kapanpun kau hanya akan menjadi manusia sampah yang tak berguna!"


Brandon terkekeh. "Kau sudah mengakui dirimu orang gila. Lucu, sangat lucu," ujar Brandon masih dengan tawanya.


"Dan kau iri dengan orang gila. Bukankah itu lebih menyedihkan?" tanya Jonathan dengan senyum smirk.


Pertemuan Daniella dan Jonathan sudah diatur oleh Brandon. Meskipun, ada sedikit kendala karena ulah Evan yang memberikan minuman pada Daniella, yang membuat pertemuan Daniella dan Jonathan tidak sesuai dengan rencana. Namun, Brandon bisa membuat Veronika ikut campur yang berakibat Daniella masuk ke dalam kamar Jonathan. Obsesi Jonathan pada Daniella membuatnya mudah mengenali wanitanya.


Jonathan sudah mengetahui segala yang dilakukan oleh Brandon. Rencana Brandon hingga membuat dirinya menyingkirkan orang-orang yang mengganggu Daniella, bahkan Brandon berhasil membuat Jonathan kehilangannya kendali untuk membunuh Evan.


Tiga hari tinggal bersama Daniella bukan hanya dihabiskan bermesraan dengan istrinya. Jonathan memanfaatkan masa itu untuk mecari tahu lebih dalam atas dugaannya pada Brandon, dan benar saja dia harus menerima kenyataan pahit dari sahabatnya itu.


Jonathan semakin berjalan mendekat pada Brandon "Kau iri padaku karena tidak bisa berbuat sesuka hatimu. Kau tidak bisa seperti diriku yang dengan mudahnya melakukan segala sesuatu tanpa memikirkan akibatnya. Kau picik, Brandon. Dalam jiwamu, terdapat bibit psikopat. Namun, kau menyangkal itu semua dan lebih memilih menggunakan diriku untuk melakukan itu semua. Kau iblis berbentuk manusia. Kau hanya bisa membisikkan padaku untuk melakukan hal-hal keji," ujar Jonathan tenang.


Meskipun dia sudah menganggap Brandon sebagai sahabatnya.Tetapi, setelah mengetahui Brandon yang telah membuatnya melakukan hal keji. Membuat Jonathan murka pada Brandon. Terlebih lagi, Jonathan baru menyadari obat yang dia konsumsi bukanlah obat yang seharusnya. Brandon menggantinya dengan obat yang membuatnya berhalusinasi. Ya, terkadang orang terdekatpun tidak bisa dipercaya.


Brandon tertawa terbahak-bahak. "Apa kau pikir aku sama denganmu? Aku bukan orang gila sepertimu, Nathan!"


"Benarkah? Kalau begitu, kenapa kau memprovokasiku untuk membunuh Evan? Kau bahkan berpura-pura di depan Daniella tidak mengetahui apapun. Bahkan kau bersikap bagaikan membantu Daniella. Padahal kau sendiri yang membuat Evan melarikan diri dari penjara dan tewas di tanganku."


Jonathan mengeluarkan belati di saku bajunya. Dia menggoreskan belati itu pada telapak tangannya sendiri. Tidak ada rasa sakit yang ditunjukan pada wajah Jonathan, dia menyeringai mengerikan.


Darah segar mengalir, Brandon melihat darah yang mengalir dari telapak tangan Jonathan. Tatapannya fokus pada darah yang mengalir itu.


"Lihatlah, bukankah ini indah?" tanya Jonathan pada Brandon. "Apa kau tak merindukan apa yang telah kau lakukan di masa lampau?"


Brandon menoleh pada Jonathan. "Apa maksudmu?"


Jonathan tidak menggubris pertanyaan Brandon. "Cantik, darah ini begitu indah bukan? Seperti darah hewan-hewan peliharaan yang kau tangkap. Meniriskan darahnya dan kau nikmati bagaikan minuman terenak di dunia."


"Aku tidak mengerti maksudmu!" hardik Brandon.


Brandon sudah menduga bahwa Jonathan sudah mengetahui dirinya yang selama ini meracuninya. Bersikap layaknya pria sejati yang menginginkan kesembuhan sahabatnya. Namun, semua itu untuk menutupi sesuatu yang gelap dari masa lalu kelamnya.


Tidak pernah diduga oleh Brandon bahwa Jonathan bisa mengorek masa lalu kelamnya yang sudah lama terkubur.


"Biar kuberitahu sesuatu. Darah manusia yang baru saja keluar dari tubuh lebih nikmat dari darah yang sudah beberapa jam lalu. Darah yang mengalir ini begitu segar. Apa kau ingin mencobanya? Aku bisa memuaskan dahagamu. Kau tidak perlu lagi mencuri hewan peliharaan orang lain, tidak perlu diam-diam mengubur dibelakang rumahmu, dan satu hal lagi ... tidak akan ada pria brengsek yang akan memasungmu. Kau bisa berbuat apapun, tidak ada lagi ayah dan ibumu yang akan mencegahmu," tutur Jonathan, bibirnya tersinggung sebuah senyum. "Dan kau tidak perlu menggigit seorang gadis untuk melepaskan dahagamu."


Brandon hanya menatap Nanar pria di depannya. Jonathan memprovokasi Brandon dengan masa lalunya. Masa lalu kelam saat Brandon masih berusia 7 tahun. Masa lalu yang dikubur oleh kedua orang tuanya. Banyaknya kucing dan anjing yang hilang membuat Brandon hampir saja diamuk masa. Tidak hanya membunuh, dia juga meminum darah tersebut. Bahkan korban terakhir adalah seorang anak perempuan berusia 5 tahun, yang digigit oleh Brandon untuk mendapatkan darah.


Hal aneh yang dilakukan oleh Brandon membuat keluarganya dianggap sebagai pemuja iblis. Sehingga keluarga kecil itu harus meninggalkan desa tempat mereka tinggal dan memilih hidup jauh dari penduduk. Tinggal di sebuah desa terpencil dan Brandon sempat dipasung oleh kedua orang tuanya.


Brandon menatap Jonathan dengan nanar. Dirinya sudah lama terbebas dari prilaku anehnya. Sudah sangat lama dia hidup dengan normal. Namun, siapa sangka dirinya sebenarnya masih mengidap Sindrom Renfield yang membuatnya terobsesi dengan darah. Hanya saja, dirinya begitu tertutup, dia pandai memainkan peran. Tidak seperti Jonathan yang melakukan tindakan apapun tanpa mempedulikan akibatnya.


"Kau mencoba memprovokasiku? Aku bukan dirimu, Nathan!" dengus Brandon.


Jonathan hanya tersenyum smirk. "Ya, kau memang bukan diriku. Karena kau tak akan bisa walau hanya sekadar menjadi bayanganku. Kau akan tetap menjadi Brandon yang pengecut! Berdiri tegak hanya untuk dipandang orang lain. Kau tidak akan menjadi dirimu sendiri. Kau akan terus secara diam-diam pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan sekantong darah," ujar Jonathan dengan tatapan tajamnya.


Brandon melebarkan matanya. Entah dari mana Jonathan bisa menggali informasi tentang dirinya sedetil itu. Tidak ada yang tau tentang Brandon yang selalu mendapatkan sekantung darah.


"Sepertinya ... kita akan berada di rumah sakit jiwa yang sama," lanjut Jonathan.


Bugh!


Sebuah pukulan dilayangkan oleh Brandon dan sukses mendarat di pipi Jonathan. Namun, Jonathan tidak ada ekspresi kesakitan atau tidak.


"Jangan samakan aku dengan dirimu, Psycho!" teriak Brandon.


Jonathan menatap tajam Brandon, dia pun mengembalikan pukulan dari Brandon.


Bugh!


Bugh!


Brandon dan Jonathan saling baku hantam. Brandon pun memiliki kemampuan bela diri, begitupula dengan Jonathan.


"Kau benar-benar tidak tertolong, Nathan!" ujar Brandon.


"Aku tidak perlu ditolong oleh siapapun," ucap Jonathan datar.


Mereka saling pukul hingga posisi mereka berada di pagar rooftop. Jonathan mencengkram kemeja Brandon. Posisi tubuh Brandon bersandar pada pagar besi dengan Jonathan yang siap mendorongnya.


"Bunuhlah aku," tantang Brandon.


"Apa kau pikir aku tidak berani membunuhmu?" tanya Jonathan dengan tatapan tajam.


"Aku tidak pernah meragukanmu. Meskipun aku mati. Aku akan dikenang sebagai orang normal yang menjadi korban orang gila sepertimu, dan dirimu akan selalu diingat sebagai seorang psikopat!"


Jonathan semakin mengeratkan cengkeramannya pada kemeja Brandon. Dia siap mendorong Brandon terjun bebas dari lantai paling atas.


...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Note :


Sindrom Renfield, juga disebut vampir klinis, adalah kelainan jiwa langka di mana penderitanya merasakan dorongan untuk makan darah. Gangguan tersebut, yang diidentifikasi oleh psikolog klinis Richard Noll pada tahun 1992, tidak terdaftar dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-IV) saat ini. Menurut terminologi psikiatri saat ini, sindrom Renfield diklasifikasikan sebagai skizofrenia atau paraphilia. (Sumber : Google)


Oh ya, Petunjuk Brandon yang mengalami Sindrom Renfield, ada di bab 15 "Suara Nathan" ๐Ÿ˜