My Pet Husband

My Pet Husband
BAB 27 Seekor Anjing



Jonathan melangkahkan kakinya dengan berat. Ingin sekali dia berbelok untuk keluar dari halaman belakang. Namun, dirinya tidak bisa berbuat apapun karena Jojo menguasai dirinya. Jojo yang telah dihasut oleh Nathan.


Ini salah, jangan mengulang masa lalu! Suara J memberikan bujukan pada Jojo.


Jangan dengarkan dia. Semua orang yang jahat pada Danilla harus mendapatkan balasannya. Apa yang kita lakukan sudah benar, Jo! seru Nathan.


Jonathan terus melangkah menuju gudang di halaman belakang. Pribadi Jonathan yang beragam sangat menyulitkan menentukan pilihan. Namun, mereka memilki satu kesamaan, yaitu mencintai Daniella seutuhnya.


J yang sangat mencintai Daniella. Jojo yang sangat nyaman dengan wanitanya dan Nathan yang terobsesi pada Daniella.


Terkadang Jonathan berpikir, apakah yang terjadi padanya hanyalah sebuah penyakit mental? Ataukah dirinya mengkambinghitamkan kepribadian gandanya untuk menutupi tindak kejahatannya? Seolah yang melakukan tindak kejahatan bukankah dirinya yang sebenarnya.


Membuka pintu gudang itu, ruangan kosong yang berdebu, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Jonathan mendorong sebuah meja. Tatapannya turun ke bawah, melihat lantai yang tertutup kain lusuh.


Dia menyibakkan kain tersebut, terdapat pintu ruang bawah tanah. Membuka ke atas pintu itu dan masuk ke dalam ruang bawah tanah, menekan tombol saklar, seketika ruangan gelap tersebut menjadi terang.


Pergantian gelap menjadi terang membuat Cysara mengerjapkan matanya. Cahaya menusuk ke dalam pupilnya. Dia tahu ada yang datang, membuatnya menoleh. Air matanya telah kering, tetapi terdapat kesedihan yang mendalam. Kaki dan tangannya di rantai, ruang geraknya terbatas.


Jonathan berjongkok dan membuka paksa lakban hitam di mulut sang wanita.


“Makanlah,” titah Jonathan menggeser mangkuk berisi daging pada Cysara.


“Aku mohon lepaskan aku, Tuan.” Cysara memohon entah sudah yang ke berapa.


Semenjak tragedi kebakaran, Cysara dibawa oleh Jonathan ke dalam gudang. Gaya hidup Cysara yang mewah berbanding terbalik dengan apa dia alami saat ini.


Ruangan yang sangat gelap, tidak ada sedikitpun cahaya yang masuk jika lampu tidak dinyalakan.


Dia hanya bisa menangis dalam diam saat hewan pengerat berjalan mendekat padanya, bahkan menyentuh kulitnya.


Belum lagi ditambah dinginnya malam yang menusuk jiwanya, tidak ada air hangat untuk berendam. Tidak ada asisten yang akan menyisir rambutnya.


Organ tubuhnya seakan bekerjasama, beruntung dirinya tidak ada keinginan untuk membuang air besar atau pun air kecil. Tidak bisa dibayangkan jika semua kegiatan alam itu dilakukan di tempat yang sama saat ini.


Dia tidak pernah menyangka, akibat dirinya menyinggung Daniella, tindakannya bisa berakibat fatal seperti ini.


Jonathan hanya menatap datar Cysara yang memohon padanya.


"Aku mohon padamu, lepaskan aku! Aku janji tidak akan menyinggung siapapun," mohon Cysara semakin memelas.


Jonathan hanya menatap datar wanita tak berdaya itu. Tidak ada ekspresi di wajahnya, seperti tidak mendengar permohonan dari wanita itu.


"Makanlah, setidaknya membuat hidupmu sedikit lebih lama."


"Tuan, Tuan, tolong lepaskan aku," pinta Cysara lagi.


"Sepertinya kau tidak mau makan," ujar Jonathan. Dia mengambil lakban baru.


Cysara yang melihat gerakan Jonathan memegang lakban seketika membuatnya panik, dia langsung berseru, "Aku makan, aku makan." Dirinya masih ingin hidup. Berharap dirinya akan ditemukan.


Jonathan menghentikan pergerakan merobek lakban, dia menyandarkan tubuhnya di kursi. "Makanlah."


"Bagaimana caranya aku makan? Bisa kau melepas rantai di tanganku?" tanya Cysara.


"Tidak perlu dibuka, gunakan saja mulutmu," ujarnya datar.


Cysara hanya menatap Jonathan sinis. Dia berjanji pada dirinya sendiri. Jika, dia terbebas, dia akan membalas Jonathan berkali-kali lipat lebih sadis.


Perlahan Cysara menundukkan kepalanya, menggigit mangkuk berisi daging sisa agar lebih dekat dengannya.


Dia mulai memakan daging sisa itu tanpa bantuan alat makan lainnya dan tanpa menggunakan tangannya.


Terhina! Ya, dirinya merasakan penghinaan yang teramat dalam. Lelaki di depannya tidak hanya sekadar menculiknya melainkan memperlakukan dirinya seperti seekor anjing. Ya, Cysara merasa diperlakukan seperti hewan. Menculiknya bukan karena uang tetapi karena rasa obsesi terhadap wanita.


Dia mengingat bagaimana cara Jonathan memperlakukan Daniella saat dirinya mempermalukan wanita itu. Seorang pria yang terlihat begitu polos. Namun, ternyata seorang psikopat.