
Habis kesabaran, Daniella sudah jengah dengan tuduhan buruk yang ditujukan padanya. Ya, dia memang bersalah karena menjalin hubungan dengan seorang pria yang sudah beristri. Namun, apa pun yang dia lakukan semua atas nama cinta.
Daniella mencengkram lengan Cysara. “Aku beritahu satu hal padamu. Aku, bukanlah wanita bi*nal sepertimu! Aku bukan wanita simpanan! Aku dan dia saling mencintai dan bukan seperti mu yang melakukan hal kotor hanya demi uang!” hardiknya.
"Lepaskan tangan kotormu jallang!" Cysara mencoba memberontak dari cengkraman Daniella. Namun, Daniella mencengkramnya sangat erat. "Pembenaran atas kebusukan yang telah kau lakukan! Siapa yang tidak tahu bahwa Evan seorang pria kaya raya. Dia yang membuatmu menjadi seperti ini, bukan!" ejek Cysara.
Benar Daniella memiliki hubungan dengan Evan. Namun, untuk karir tidak ada yang boleh menghinanya atau pun menuduhnya melakukan kecurangan. Dia bekerja keras untuk sampai ke titik popularitas.
Tidak akan Daniella biarkan orang-orang yang menganggap karirnya disokong oleh orang lain. Semua pencapaian adalah hasil dari jerih payahnya sendiri.
"Kaulah yang jallang! Aku berdiri di atas puncak popularitas dari hasil kerja kerasku dan bukannya menjual selangkkangan sepertimu!" Daniella mendorong keras Cysara.
Cysara bergeser ke belakang karena dorongan oleh Daniella. Emosinya memuncak, tersulut emosi oleh perkataan Daniella. "Dasar pellacur!"
Plak!
Bukan pipi Daniella yang merah melainkan pipi Cysara. Melihat Cysara yang mengangkat tangannya membuat Daniella lebih sigap. Dia menampar lebih dahulu sebelum Cysara yang menamparnya.
Topeng yang digunakan oleh Cysara terlepas dari wajahnya, menampilkan luka goresan di pipinya.
Entah apa yang ada dipikiran Daniella. Dia sudah tidak bisa mengontrol emosinya. Sedikit saja ada yang menyulut api maka, Daniella akan terbakar.
"Dasar brengssek!"
Plak!
Lagi, lagi Daniella yang menampar Cysara. Dia tidak memberikan kesempatan Cysara menamparnya.
Wajah Cysara merah padam, mendapat dua kali tamparan membuatnya murka. Orang-orang mulai melihat dua orang wanita yang sedang bertengkar.
Cysara melangkah maju, dia menerjang Daniella dan menjambak rambut Daniella. Topeng yang digunakan oleh Daniella pun lepas.
Berbeda dengan Cysara, wajah Daniella begitu halus, tidak ada jerawat apalagi luka goresan.
"Dasar cewe bi*nal!" teriak Cysara.
Nasi sudah menjadi bubur, Cysara sedang menerkamnya. Daniella sudah tidak peduli pandangan orang lain padanya. Sudah tercebur maka, dia akan meladeni Cysara.
Persetan dengan karirnya, susah payah dirinya berdiri di puncak popularitas tetapi masih belum bisa bersama dengan Evan. Semua sudah hancur, ditambah hancur berkeping-keping sudah tidak dipedulikan lagi oleh Daniella. Hanya ada pikiran negatif yang ada di otaknya.
Dia ikut menjambak Cysara. Dua orang wanita yang saling menjambak menjadi sebuah tontonan gratis bagi para tamu.
Stigma negatif yang melekat pada Daniella dan juga arogansi Cysara membuat orang lain enggan melerai pertikaian dua orang wanita itu.
Mereka menikmati pertikaian dua model bagaikan sebuah tontonan yang sayang untuk dilewatkan. Bahkan ada yang menyerukan seruan provokasi agar Daniella dan Cysara semakin liar.
Daniella lengah karena pemikirannya sendiri, dirinya terhuyung. Namun, dia tidak melepas jambakan di rambut Cysara. Hingga akhirnya dua wanita tersebut jatuh.
Cysara menarik ekor gaun Daniella, hingga gaun tersebut robek. Tali-tali di punggung Daniella ikut tertarik dengan sigap Daniella menutupi bagian depan tubuhnya dengan tangannya.
Punggung mulus Daniella mulai terlihat, beruntung rambutnya yang panjang terurai sehingga masih bisa sebagian menutupi punggung mulusnya.
Cysara bangkit dengan rambut yang acak-acakan. Sedangkan Daniella masih terduduk di lantai.
Beruntung lantai hotel berselimut karpet lembut, sehingga saat terjatuh tidak terlalu sakit. Daniella masih terduduk, bukan sakit karena terjatuh, melainkan rasa malu atas tindakan bertengkar dengan Cysara.
Rasa malu membuatnya ingin melarikan diri sejauh mungkin. Seandainya ada lubang, mungkin Daniella sudah masuk ke dalam lubang tersebut.
Kini, dia hanya bisa terduduk. Bukannya tidak bisa berdiri karena malu. Itu hanya salah satu alasannya, yang membuat Daniella masih terduduk adalah merasakan robekan di gaunnya.
Bukan hanya punggungnya yang akan terekspose. Jika dia berdiri, bagian bawahnya juga akan terangkat, Daniella merasakan robekan hingga ke pangkal pahanya.
Dia harus memilih menutup bagian dadanya atau menutup bagian bawahnya. Tidak mungkin dia menutup keduanya. Material gaun yang terbuat dari jenis kain sifon membuat gaun silver yang digunakan oleh Daniella menjadi bumerang dirinya saat ini.
Jenis kain sifon yang merupakan bahan sintetis yang terbuat dari perpaduan antara bahan nilon, sutra, katun, polyester dan rayon. Dengan tekstur dari kain yang terasa ringan, tipis dan transparan. Membuat gaun Daniella rusak karena tarikan keras dari Cysara.
Cysara yang sudah berdiri, menatap sarkas pada Daniella yang terduduk di lantai. “Kenapa kau masih diam seperti itu? Apa kau sekarang sudah menyadari kelakuan bejadmu itu?”
Cysara melihat sekeliling. “Lihatlah wanita ini. Bukankah kalian sudah tahu hal yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian masih diam saja? Kenapa kalian masih bisa menerima wanita ini dalam kalangan kalian?”
Sang model arogan itu menatap para wanita yang ada di sana. “Apa kalian hanya akan tinggal diam, menunggu suami kalian di goda olehnya?” tanya Cysara dengan berteriak. Dia berbicara lantang seolah dirinya adalah wanita suci.
Cysara mengingat saat dirinya baru tiba, Daniella begitu akrab dengan Matt Forse. Hal itu membuat Cysara kesal, terlebih Matt mengabaikannya.
Daniella hanya menunduk, tidak lama Cysara mengangkat alisnya, memberi kode pada seseorang yang duduk di kursi pojokan.
Layar LED yang sedari tadi menampilkan profil Matt Forse, kini telah berganti menjadi photo Daniella dengan Evan. Banyaknya photo yang diambil dari masih berseragam sekolah hingga Daniella sudah menjadi seorang model.
Daniella mendongak menatap layar LED yang menampilkan photonya dengan Evan, photo yang sengaja dia dan Evan ambil saat masih duduk di bangku sekolah. Yang membuat tercengang, ada photo yang diambil dengan jarak jauh saat dia sudah menjadi model dan Evan sudah berstatus suami dari Veronika. Jelas, photo tersebut diambil secara diam-diam. Photo kebersamaan Evan dan Daniella yang sedang berpelukan.
Kepala Daniella tiba-tiba menjadi pening, selama ini gerak geriknya dipantau oleh seseorang. Bagaimana mungkin semua ini adalah ulah Cysara? Daniella yakin, Cysara hanya pion yang ditumbalkan untuk membongkar perselingkuhannya dengan Evan.
Daniella menggenggam erat gaunnya, dia sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Matt yang melihat itu merasa iba, dia membuka jasnya dan menghampiri Daniella. Meskipun dia tahu Daniella memiliki hubungan gelap dengan pria lain. Namun, Matt masih menaruh hati pada sang model.
Belum sampai ke tempat Daniella terduduk, sudah ada seorang pria tinggi yang menyampirkan sebuah mantel tebal dan panjang ke tubuh Daniella. Setelah itu, menggendong Daniella ke dalam pelukannya.