My Pet Husband

My Pet Husband
BAB 29 Salah Paham



Brandon salah tingkah mendengar perkataan Daniella. Masuknya Jonathan ke dalam Galaxy High Corp tidak terdaftar secara registrasi.


“Tentu dia karyawan di sini,” terang Brandon.


Daniella menyinggungkan senyum sombongnya pada sang resepsionis. Sang resepsionis mengerutkan keningnya. Dia tidak salah dalam mencari data karyawan.


Dirinya pun berdiri di garda paling depan yang tentu saja banyak mengenal para karyawan lainnya. “Tapi, Pak, saya sudah mencari dengan benar nama yang Nona ini maksud dan nama itu tidak terdaftar sebagai karyawan juga ….”


“Kau pasti kurang teliti. Dia karyawan baru yang aku pekerjakan,” sergah Brandon. Dia langsung menoleh pada Daniella. “Bukankah kau bilang tadi ingin bertemu denganku?” tanya Brandon dengan mengukir senyum.


Daniella menatap Brandon dan melihat senyum manis Brandon untuknya. Evan bilang padanya, kejadian yang menimpa pada dirinya masih terkait dengan Daniella.


Sebelum Evan di penjara, anak buahnya sempat menyelidiki siapa dalang yang membuat dirinya dan Veronika terpuruk.


Semua yang dilakukan oleh CEO Galaxy High Corp adalah untuk menjauhkan Daniella dan Evan. Sang CEO menaruh hati pada Daniella, itulah dugaan Evan dari hasil penyelidikannya. Bahkan Evan menemukan fakta bahwa saat Daniella membuat konferensi pers, pihak dari Galaxy High Corp ada di lokasi ini untuk memantau jalannya konferensi pers.


Namun, yang membuat Daniella sulit mempercayai ucapan Evan adalah, bagaimana mungkin Brandon menyukainya padahal mereka tidak saling kenal sebelumnya dan terlebih lagi Brandon tahu bahwa dirinya adalah istri karyawannya, kecuali … Brandon tahu pernikahan antara Daniella dan Jonathan adalah pernikahan kontrak atau mungkin, diterimanya Jonathan di perusahaannya adalah alibi Brandon saja.


Daniella sudah cukup curiga saat Brandon datang untuk menawarkan pekerjaan pada Jonathan dan memberikan fasilitas pada suami kontraknya itu. Apa itu sudah cukup membuktikan bahwa Brandon menyukainya? Ataukah Daniella yang terlalu percaya diri bahwa kecantikannya begitu menggoda setiap pria?


Daniella menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak. Ya, ada yang ingin aku bicarakan padamu,” jelas Daniella sedikit gugup, dia memilin ujung kemejanya.


“Kalau begitu, kita ke ruanganku,” ajak Brandon dengan mengulurkan tangan untuk menunjukan jalan.


Daniella ikut bersama Brandon tanpa harus menggunakan kartu visitor, mereka masuk ke dalam lift dan hanya ada mereka berdua di dalam lift. “Apa Jonathan bekerja dengan baik selama ini?” tanya Daniella yang mencoba memecah keheningan.


“Ya,” jawab Brandon.


“Apa dia ada di ruangannya saat ini?” tanya Daniella lagi.


Brandon menoleh pada Daniella. Pertanyaan jebakan, Brandon yakin tidak ada Jonathan di kantor. Dia tidak tahu apa yang ada dipikiran gadis di sampingnya ini. Dia pun tidak tahu, Jonathan sedang berada di rumah atau tidak.


“Apa kau pikir aku seorang pengangguran yang mengabsen setiap karyawanku? Mungkin orang lain akan tahu setiap langkahku berjalan. Tapi, tidak mungkin aku mengetahui keberadaan setiap karyawanku. Terlebih, karyawanku bukan hanya hitungan jari,” terang Brandon. Dia mencari jawaban paling aman.


Daniella duduk di tempat Jonathan mempersilakan. Dia sedang menimbang apakah dia harus benar-benar menanyakan pada Brandon sedangkan dirinya tidak mengenal dalam pria di depannya. Seorang pengusaha, yang Daniella tidak tahu seberapa besar pengaruhnya orang itu.


“Kenapa diam saja?” tanya Brandon saat melihat Daniella hanya termenung menatap lantai.


Daniella mendongak untuk menatap Brandon. “Aku … ingin bertanya, apakah kau yang membuat Evan di penjara?” tanya Daniella dengan mengumpulkan keberanian.


Brandon tertegun mendengar perkataan Daniella. “Kata siapa?” tanya Brandon.


“Tolong katakan padaku yang sejujurnya?”


“Bukan aku,” jawab Brandon. Secara teknis memang dia yang melakukannya. Namun, semua atas perintah Jonathan.


“Jangan berbohong padaku, informasi yang kuterima. Kaulah yang diam-diam melaporkannya dan juga yang telah membeli saham perusahaannya.”


Brandon menghela napas pelan. Sepertinya, wanita di depannya masih menyukai mantan kekasihnya. Brandon jadi merasa iba pada Jonathan yang tulus mencintai wanita di depannya ini.


“Melaporkan tindak kejahatan bukanlah sesuatu yang salah. Jika kau melihat pencuri, apakah kau hanya akan tinggal diam? Aku hanya merasa sedikit membantu kerja polisi. Apa itu salah?”


“Apa motifmu melakukan itu? Tidak mungkin ‘kan kau menyelidiki setiap perusahaan orang lain!”


“Ya, kau benar. Aku hanya tidak sengaja tertarik pada perusahaan milik Evan dan semua terjadi begitu saja.”


Daniella diam sejenak.“Apa ini semua karena diriku?” tanya Daniella dengan penuh keteguhan.


Brandon membulatkan matanya, wajahnya sedikit pias. Apakah kau sudah tahu siapa Jonathan sesungguhnya?


Melihat reaksi Brandon, meyakinkan diri Daniella bahwa perkataan Evan sedikit benar bahwa Brandon menyukainya.


“Kau melakukan ini karena kau menyukaiku, bukan? Kau ingin memisahkan aku dengan Evan!” seru Daniella lantang. Dia sangat percaya diri akan dugaannya.


Brandon semakin mengerutkan dahinya. Tenyata, gadis di depannya telah salah paham padanya. Ingin sekali Brandon tertawa terbahak-bahak. Dirinya pun telah salah paham terhadap Daniella. Dia pikir gadis itu sudah tahu bahwa Jonathan adalah pelakunya.