
Setelah mendapat kabar dari Gavin, Hendra dan Windi langsung pergi ke rumah sakit. setelah sampai mereka langsung pergi ke ruangan dimana Marina dirawat, terlihat gavin sedang melamun.
"Gavin."tegur Hendra.
"Eh iya Pah,papah sudah sampai."sapa Gavin balik
"Iya, bagaimana keadaan Marina,dan kenapa ini bisa terjadi."tanya Hendra pada Gavin.
Gavin pun menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya Marina.
"Harusnya kamu percaya pada istrimu nak."tukas Windi disela sela tangisannya.
"Maafkan Gavin mah,Gavin memang tidak becus sebagai suami."ucap Gavin sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Sudah...sudah,ini memang sudah takdir,kita doakan saja supaya Marina bisa cepat sadar dan sembuh."sela Hendra menenangkan istri dan menantunya.
*####*
Satu bulan sudah Marina terbaring koma.Dan Gavin,ia selalu sabar menunggu Marina sadar dari komanya.
"Sayang ....cepat bangun,aku merindukan wajah manismu yang selalu tersenyum.Sayang,apa kau tau mamah dan papah sering kesini dan mereka selalu menanyakan mu,apakah kau tidak mau membuka matamu dan memberi tahu mamah dan papah kalau kau sudah sembuh hah."ucap Gavin mencoba tersenyum disela isak tangis.
saat Gavin tengah menunggu Marina,ia merasakan tangan Marina bergerak dan Gavin pun melihat perlahan mata Marina mulai terbuka.
"Sayang, akhirnya kau sadar,tunggu aku akan panggilkan dokter."ucap Gavin semangat,namun saat ia akan pergi memanggil dokter tangannya ditahan oleh marina.
"Ga-gavin tunggu."ucap Marina lemah dan terbata bata.
"Ada apa sayang,apa kau merasakan sesuatu,ada yang sakit."tanya Gavin khawatir.
"sayang...sayang kau kenapa.sayang bertahanlah aku akan memanggil dokter
Gavin pun langsung memanggil dokter.
Dokter dan para suster berlarian masuk keruangan Marina,Gavin yang tidak diperbolehkan masuk hanya bisa melihat dari kaca.Ia meneteskan air matanya saat melihat keadaan marina,ia tengah berjuang melawan maut,bahkan dokter terlihat sangat panik.Lima menit dokter menangani Marina dan akhirnya keluar.
"Bagaimana dok keadaan istri saya,dia gak papa kan dok."tanya Gavin panik.
"Istri bapak tadi mengalami serangan jantung,mungkin karena efek kecelakaan itu,untung saja langsung ditangani kalau tidak bisa berakibat kematian."jelas dokter.
"Tapi sekarang ia baik-baik saja kan dok."tanya Gavin khawatir.
"Ia pak sekarang nona Marina baik baik saja,bapak boleh melihatnya sekarang juga."jawab dokter.
Gavin pun langsung masuk menemui Marina, terlihat Marina sedang tidur.Gavin memegang tangan Marina dan mengusapnya dengan lembut,Marina membuka matanya.
"Sayang ....kau istirahat dulu,tidurlah lagi."kata Gavin sedikit tersenyum.
"Aku baik baik saja,mamah dan papah dimana."tanya Marina.
"Papah dan mamah sedang dalam perjalanan, mereka senang sekali mendengar kau sudah sadar."jawab Gavin sambil mencium punggung tangan Marina.sesekali ia merapihkan rambut Marina dan mencium kening Marina.
"Sayang maafkan aku,karena aku kau jadi seperti ini.Harusnya aku saja yang mengalami ini dan maaf karena aku tidak percaya padamu, cemburu telah membutakan mataku."ucap Gavin lirih.
"Kau tidak usah minta maaf,aku juga sudah tidak apa-apa."jelas Marina mencoba menenangkan Gavin.