My Lovely Husband

My Lovely Husband
Bab 6 aku mencintaimu



Pagi kini telah tiba,menggantikan malam yang dingin penuh kesunyian.matahari perlahan membangunkan Marina dari tidurnya yang lelap.perlahan ia membuka matanya,betapa kagetnya ia ketika mendapati dirinya tengah memeluk dada bidang yang selama ini menjadi suaminya.Ia melihat wajah suaminya ini, sedikit senyuman terukir diwajahnya.Sebenarnya sedari tadi Gavin sudah bangun,namun ia pura-pura tertidur.dan saat Marina menatapnya dan terlihat ia tersenyum Gavin pun membuka matanya.sontak Marina kaget dan langsung berbalik memunggungi Gavin dan menutupi dirinya dengan selimut.Namun hal itu justru membuat Gavin semakin usil,ia pun menutup dirinya dengan selimut.Gavin pun memeluk Marina dari belakang.


"Kenapa kau memunggungiku ,bukannya tadi kau sedang menatap wajahku."bisik Gavin ditelinga Marina.


Marina kaget dan langsung membalik badan nya.


"Apa tadi kau pura pura tidur."tanya Marina polos.


"mmmm, menurut mu."kata Gavin tersenyum.


"Kau memang sungguh menyebalkan."Rajuk Marina.


Gavin malah semakin tertawa melihat kelakuan istrinya ini.


"Marina, terimakasih."ucap Gavin lembut .


"Untuk apa."tanya Marina.


"untuk semalam,dan maafkan aku.aku benar benar tidak sadar."ucap Gavin sedikit sedih.


"Kau tidak perlu berterimakasih,karena itu sudah menjadi tugasku sebagai istrimu."Jawab Marina lembut.


"mmmm baiklah istriku,apa kau tidak mau membersihkan dirinu,dan seperti nya aku lapar."adu Gavin memelas.


"oh ya ampun aku lupa,maafkan aku.aku akan segera mandi dan membuatkan sarapan untukmu."jawab Marina sewot dan tidak menyadari jika dirinya Saat ini tengah bertelanjang bulat.


"apakah kau tidak mau memakai bajumu."tanya Gavin tersenyum jahil.


Marina yang menyadari itu langsung menutupi dirinya dengan selimut.


"Gavin,bisakah kau menutup matamu sebentar."pinta Marina sedikit malu.


"untuk apa."tanya Gavin.


"Aku-aku ,aku malu."ucap Marina pelan,ia merasa sangat malu sekarang.


"untuk apa kau malu,aku sudah melihat semuanya semalam."jawab Gavin dengan senyum genitnya.


"Kau memang sungguh menyebalkan."teriak Marina sembari memajukan bibirnya.


"Baiklah,aku akan menutup mataku."saut Gavin,ia sebenarnya hanya bercanda.Ia pun menutup matanya.


Ketika Gavin menutup matanya, Marina langsung lari mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.tidak lama, Marina sudah selesai mandi.Dia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan balutan handuk saja.Gavin yang baru saja mau mandi terdiam membisu,karena baru kali ini ia melihat Marina hanya mengenakan handuk saja setelah mandi.Menyadari Gavin yang melihatnya dari tadi, membuatnya sedikit risih dan akhirnya memakai baju secepatnya.setelah selesai memakai baju,dan Gavin juga pergi mandi.Akhirnya ia membereskan tempat tidur yang terlihat sangat kacau dan terlihat bercak darah disana,ya karena akibat aktivitas semalam.Ia hanya tersenyum kecil jika harus membayangkan kembali apa yang ia lakukan semalam.


selesai membereskan tempat tidur, Marina langsung pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk Gavin. setelah selesai membuat sarapan, Marina langsung memanggil Gavin untuk segera turun dan sarapan.Dan akhirnya Gavin turun,ia terlihat sudah rapih dengan kemejanya, karena ia akan bekerja.


Mereka berdua sarapan bersama, sesekali mata Gavin melirik kearah Marina,entah sejak kapan Gavin selalu saja merindukan wajah polos istrinya itu bahkan ia ingin selalu menatap wajah Marina.