My Lovely Husband

My Lovely Husband
KAKAK KU? "



Kevin berjalan dengan langkah yang cepat di lorong rumah sakit. Raut wajah nya terlihat sangat serius.


" Aku sudah mendapat laporan dari orang kepercayaan kita. " Kevin terngiang perkataan sekertaris zein tadi.


" Namanya,,, Devan Artama. "


" Apa? " Kevin sangat terkejut.


" Apa maksudmu dia memiliki nama yang sama dengan ku?"


" Dari umur sepuluh tahun dia pindah ke jepang bersama Ibu nya. " Sekertaris Zein mulai menjelaskan.


" Ibu nya membuka usaha di sana setelah bercerai dengan suaminya dan keadaan mereka cukup sukses disana. "


Kevin memperhatikan dengan teliti.


" Setelah dewasa, Devan lulus universitas kedokteran dan dia di tugaskan disini. Lalu mereka kembali kemari."


" Lalu,,, apa maksudmu dia ada hubungan nya dengan ku? " tanya kevin.


" Nama dari Ayah Devan adalah... Arga Artama. "


Sontak Kevin terkejut.


" Maksudmu... "


" Ya, Tuan. Dia kakak Anda. "


" Tapi bagaimana bisa dia... " Kevin tak percaya.


Kevin tiba di depan ruangan Devan. Tanpa basa basi dia pun langsung masuk ke dalam.


Devan yang sedang mengerjakan sesuatu terkejut saat Kevin datang.


" Oh, Pak Kevin Artama. " Katanya langsung berdiri.


Kevin menatap tajam Devan.


" aku perlu bertanya sesuatu padamu. " Kata Kevin.


" Tentu, tanya kan lah semua yang ingin kau tanyakan. " Katanya sambil tersenyum dan mendekati Kevin.


" Apa kau.. "


Devan tetap tersenyum.


" Kau adalah kakak ku? " tanya Kevin akhirnya.


" Sepertinya kau sudah mengetahui tentang diriku, Adik ku. " Devan memegang pundak Kevin.


Kevin tak suka dan menepis tangan Devan.


" Apa Ayahku menikah lagi dengan Ibu mu di belakang Ibu ku? " Kevin terlihat sangat tidak nyaman.


" Menikah lagi? " Devan tertawa kecil.


" Ibu mu selingkuhan Ayah ku? "


Senyum Devan seketika menghilang saat mendengar nya.


" Jaga ucapan mu, adik ku. " Kata nya.


" Lalu apa sebutan seorang wanita yang merebut suami orang lain? " Kevin sepertinya tau cara membuat Devan marah.


" Kau anak dari selingkuhan Ayah ku, kan? "


BUKKK..


Devan memukul kevin hingga Kevin terjerembab.


Belum juga kevin bangun, Dia sudah di pukul kembali oleh Devan hingga terjatuh kembali.


Bibir Kevin berdarah.Lalu Devan berjongkok di depan Kevin.


" Tanya kan pada Ibu mu, Siapa yang menjadi perebut suami orang disini. " Tatapan tajam Devan sangat menakutkan.


" Dan tanyakan, Apa Ayah mu mengenal wanita bernama Amara?! "


Devan langsung pergi ke luar dan meninggalkan Kevin yang masih terduduk di lantai.


" Satu lagi, Aku akan merebut Nayla dari mu. Bagaimanapun cara nya. " Kata Devan sesaat sebelum keluar ruangan.


" Dasar sial. " Gerutu Kevin.


****


" Bagaimana keadaan Nayla sekarang?" tanya Devan pada Lisa yang masih menunggu di luar karena dokter belum memperbolehkan siapa pun masuk.


" Masih belum siuman. " Jawab Lisa.


" Kau pulang saja dulu. Biar aku disini yang menjaga nya. "


" Tidak! Aku tidak apa - apa. " Lisa berkata begitu tapi wajah nya terlihat lelah.


" Aku akan mengabari mu kalau Nayla siuman nanti. " Devan khawatir dengan keadaan Lisa.


" Baiklah. " Kata Lisa setelah berpikir sebentar.


" Tapi kabari aku kalau ada apa - apa, ya. "


Devan mengangguk dan tersenyum. Lisa pun pulang ke apartemen nya.


Devan melihat ke dalam dan Nayla masih belum sadar juga. Dia melihat Sekertaris Zein yang dari tadi berdiri dekat pintu.


" Anda tidak usah repot - repot menjaga nya. Ada saya dan juga Tuan muda Kevin. " Kata Sekertaris Zein melihat Devan mengecek keadaan Nayla.


" Apa di sini tertulis larangan untuk dokter melihat Pasien? " Devan tak suka perkataan Sekertaris Zein.


" Benar. Kau tidak ada urusan disini. " Kevin memotong pembicaraan mereka.


" Baiklah, seperti nya aku tidak di inginkan di sini. " Devan menyerah.


" Tapi aku akan tetap mengawasi mu. " Katanya pada Kevin.


" Apa yang terjadi, tuan? " Tanya Sekertaris Zein melihat Kevin terluka.


" Aku harus pergi. Tolong jaga Nayla sebentar. "


Kevin langsung pergi meninggalkan rumah sakit. Dia pergi menuju rumah kedua orang tua nya.


Ibu Kevin sangat senang dengan kedatangan nya.


" Sayang, bagaimana kabarmu? " Kata Ibu nya sambil memeluk Kevin.


" Aku baik, Bu. "


" Dimana Nayla? Dia tidak ikut kemari? " Ibu nya celingukan mencari Nayla.


" Ya, dia tidak bisa ikut." Mereka menuju ruang keluarga.


" apa Nayla baik - baik saja? " Tanya Ibu nya lagi.


" Kenapa ini, kau habis berkelahi? " Ibu Kevin melihat luka di bibir nya bekas pukulan Devan.


" Aku tidak apa - apa, bu. " Kevin menggenggam tangan Ibu nya.


" Dimana Ayah? " tanya nya


" ummm... ayah masih belum pulang. Mungkin sebentar lagi. " Jawab Ibu nya.


" Oh iya bagaimana keadaan Cucu Ibu? " Ibu nya terlihat senang saat menanyakan cucu nya.


" Ah,, itu... " Kevin bingung harus jawab apa.


Dia takut kabar kehilangan anak nya akan menyakiti Ibu nya dan membuat nya sedih. Apalagi kalau tau semua adalah ulah dari Jeanny.


Kevin sangat tau kalau Ibu nya sangat tidak menyukai Jeanny.


" Ibu, boleh aku tanya sesuatu? " Kevin langsung mengalihkan pembicaraan.


" Ada apa? "


" Apa mungkin,,, aku punya saudara laki - laki atau kakak laki - laki? " Tanya Kevin pelan.


" A.. apa maksudmu? " Ibu nya tiba - tiba terlihat gugup.


" Tidak, aku hanya bertanya saja. " Kevin tersenyum mencoba membuat Ibu nya tidak tegang.


" Tidak ada! tentu saja tidak ada! " Kata Ibu nya.


" Kenapa tiba - tiba kau tanya kan hal seperti itu? " Ibu Kevin teelihat tidak nyaman.


" Maafkan aku, Bu. Aku hanya asal bicara saja. " Kevin tau Ibu nya menyembunyikan sesuatu.


" Tapi,,, tak ada yang Ayah dan Ibu sembunyikan dari ku, kan?" Kevin mencoba meyakinkan diri nya.


" Itu... "


" Kevin! " Tiba - tiba Ayah nya datang.


" Oh, Ayah. "


Mereka berpelukan melepas rindu.


" Bagaimana kabar mu dan Nayla? " tanya Ayah nya.


" Kami baik, Yah. " Jawab Kevin.


Ayah nya ikut duduk setelah membuka jas nya. Seorang pelayan membawa kan minuman.


" Tidak biasanya kau kemari. Apa yang terjadi? " tanya Ayah nya.


Ibu nya tampak terdiam.


" Tidak Ayah, aku hanya ingin mengobrol saja. " Katanya.


" Ada apa? " Ayah nya penasaran.


" Apa Kau dan Nayla sedang ada masalah ?"


" Bukan itu." Kevin terlihat ragu.


Apa aku harus menanykan nya?


Apa pantas aku menanyakan ini pada orang tua ku?


Karena selama ini mereka sangat menyayangiku dan menjaga ku.


Kevin terus berpikir.


" Apa yang ingin kau tanyakan? "


" Apa.. Ayah mengenal orang yang bernama Amara? "


Sontak wajah Ayah nya jadi pucat.


" Kenapa kau tanyakan itu? " Tanya Ayah nya.


" Apa ayah mengenal nya? Apa Dia selingkuhan mu? "


" Dia... mantan Istriku. " Jawab Ayah nya.