My Lovely Husband

My Lovely Husband
Bab 11 Dia



setelah mendapat pesan dari Gavin,biinah langsung pergi ke rumah Merina.Ia baru sampai setelah 15 menit karena perjalanan dari rumahnya kerumah Gavin tidak terlalu jauh.la pun mengetuk pintu rumah.


"Tok tok tok,permisi nyonya."panggil biinah.


mendengar ada yang mengetuk pintu, Marina langsung bangun dan beranjak membukakan pintu.


"Sebentar."jawab Marina.


ia pun langsung membukakan pintu.


"mmmmm,ibu siapa yah."tanya Marina bingung.


"Maaf nyonya,saya biinah pembantu tuan gavin."jawab biinah.


"Oh iya, silahkan masuk bi."ajak Marina.


"Iya nyonya."saut biinah.


"Tidak usah panggil nyonya,apakah saya sudah terlihat tua bi."ucap Marina sedikit tertawa.


"Tidak nyonya,itu tanda hormat saya selaku pembantu terhadap majikan saya."jawab biinah sopan.


"yasudah bi,terserah bibi saja."Ucap Marina halus.


Marina pun menjelaskan tentang pekerjaan biinah,ia juga membawa biinah untuk melihat kamar yang akan ditempati biinah.setelah hampir setengah jam Marina menjelaskan sambil mengobrol dengan biinah,tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.


"BI, sepertinya ada tamu."ucap Marina.


"iya non,biar bibi bukakan pintu."saut biinah sambil berlalu membukakan pintu.


Dan terlihat, ternyata mama mertunya yang datang,tapi dengan seorang perempuan dan seperti nya Marina tidak mengenalnya.


"Marina,apa kabar sayang."sapa Mona mertuanya Marina.


"Mama,Marina baik baik saja kok.kenapa tidak telfon dulu kalau mau kesini,kan Marina bisa siapin makanan dulu.'sapa Marina balik sambil mencium tangan Mona dan mereka berpelukan.


"Mah,itu siapa kok Marina baru lihat."tanya Marina sedikit heran.


"Oh dia Reina teman Gavin."jelas Mona.


"Reina sini nak,kenalin ini Marina istrinya Gavin,menantu Tante."panggil Mona pada Reina.


"iya Tan"saut Reina.


"Hai Marina apa kabar,aku Reina temannya Gavin."sapa Reina sambil menjulurkan tangannya dengan senyum yang dipaksakan.


"Hai juga Reina,aku baik.senang berkenalan denganmu."ucap Marina ramah sambil menjabat tangan Reina,namun hanya sebentar.


"Oh iya Mah Reina,ayo silahkan duduk,kita ngobrol-ngobrol."ajak Marina.


"BI,tolong buatkan minum untuk mamah dah Reina."kata Marina pada biinah dengan sopan.


Mereka pun duduk dan mengobrol.Akhirnya biinah datang membawakan minuman dan sedikit camilan.Namum Reina sedari tadi hanya diam saja,dan terlihat tidak bersahabat.


"Oh iya Marina,mamah dengar waktu itu kamu kecelakaan dan koma ya,maafkan mama yah,mama gak bisa liat kamu.Soalnya waktu itu mamah ada diluar negeri buat nemenin papah ngurus bisnisnya."ucap Mona sedikit sedih.


"Gak papa mah,lagian Marina juga kan sekarang udah sembuh,udah gak papa lagi."jawab Marina .


"Oh iya memang waktu itu kenapa sampai kamu tertabrak mobil Marina."tanya Reina yang mulai sedikit ingin tahu.


Marina pun menjelaskan semua kejadian yang terjadi.


Dalam hati Reina berguman sendiri.


"Kenapa tidak mati saja kau Marina."rutuknya dalam hati.tanpa ia sadari bahwa dari tadi Marina dan Mona memperhatikannya.


"Reina kamu kenapa kok melamun."tanya marina.


"Iya ,kamu kenapa Reina"tanya Mona.


"Eh Tante,Marina aku gak papa kok,gak papa.ayo lanjutin ajh ngobrol nya ."jawab Reina gugup.


Sebenarnya Reina adalah teman masa kecil Gavin dan bahkan mereka masih berteman.Gavin sudah menganggap Reina sebagai saudaranya sendiri.Namun berbeda dengan Reina, sebenarnya Reina telah mencintai Gavin dari dulu,namun Gavin tidak pernah sadar akan perasaan suka Reina terhadapnya.


saat mengetahui Gavin menikah dengan Marina,hatinya hancur dan marah,bahkan ia sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya.


Namun ia tidak jadi melakukannya dan berniat untuk merebut Gavin kembali.


HAI guys 😀


Mksih ya buat kalian yang udah mau baca😋


Jangan lupa juga buat like dan komen😉biar aku tambah semangat untuk terus up yang banyak😚.


Jangan lupa juga ya baca novelku yang satu lagi judulnya"cinta abadi"semoga kalian suka ya🤗