My Lovely Husband

My Lovely Husband
MY LOVELY HUSBAND



Jeanny terkejut melihat Nayla jatuh berguling ke bawah.


Nayla tampak tak bergerak setelah jatuh.Jeanny tertawa tapi raut wajah nya terlihat ketakutan.


" Aku berhasil. Kau pasti mati Nayla. " Katanya.


Tiba - tiba ada dua orang wanita melintasi jalan dimana Nayla jatuh. Mereka berteriak karena melihat ada orang jatuh tergeletak berlumuran darah.


Jeanny terkejut karena melihat ada orang lewat, dengan segera dia langsung pergi dari tempat itu dengan berlari ke mobil nya dan pergi.


Dua wanita itu langsung menelpon ambulan dan tak berapa lama ambulan datang dan langsung membawa Nayla pergi.


Nayla langsung di bawa ke UGD dan di tangani dokter.


Dokter langsung mengatakan kalau suster harus menghubungi keluarga nya karena Nayla harus segera di operasi karena pendarahan yang hebat.


Suster pun mencari barang Nayla dan menemukan Ponsel nya. Lalu suster menelpon Kevin karena di sana nomor Kevin masih tertulis My Lovely Husband.


Kevin yang sedang meeting bersama sekertaris Zein dan kepala bagian lain nya pun mendapat panggilan dari rumah sakit.


Kevin sangat terkejut saat mendengar Nayla ada di rumah sakit. Dia langsung pergi meninggalkan Meeting dan menyuruh Sekertaris Zein menangani semua nya.


Denga penuh rasa khawatir, Kevin pergi sambil sedikit mengebut.


Kevin tiba di rumah sakit tepat waktu. Dokter meminta ijin nya untuk melakukan operasi secepat mungkin, kalau tidak nyawa Nayla dalam bahaya.


Tanpa tau apa yang terjadi, Kevin langsung menyetujui nya.


Sekertaris Zein datang setelah meeting selesai.


" Tuan, apa yang terjadi dengan Nona? " Tanya Sekertaris Zein.


" aku belum tau, Kak. " Jawab Kevin dengan wajah cemas.


Dia terus mondar mandir karena cemas. Sekertaris Zein menenangkan nya tapi Kevin terus saja cemas.


Devan yang tak sengaja lewat melihat Kevin dan Sekertaris Zein di depan ruang operasi.


Dia bertanya - tanya apa yang terjadi dan mereka sedang apa di sana.


Lalu seorang suster lewat dan Devan bertanya pada nya.


" Suster, siapa yang sedang menjalani operasi di sana? " Tanya nya.


" Oh itu Istri dari pak Kevin, dok. "


" Istri nya? Kau yakin itu istri nya? " Devan sedikit ragu karena mungkin itu Jeanny.


" Iya, dok. Nayla Artama. "


" Apa? " Devan terkejut.


" Baiklah, terimakasih. "


Nayla? apa yang terjadi dengan Nayla?


Devan langsung menelpon Lisa, mungkin Lisa tau apa yang terjadi.


" Apa? Nayla dirumah sakit? " Itu yang di katakan Lisa.


Sepertinya Lisa tidak tau apa yang terjadi. Karena cemas dengan keadaan Nayla, Devan pun menghampiri Kevin.


" Apa yang terjadi dengan Nayla? " Tanya Devan.


Seperti nya kedatangan Devan sangat tidak di sukai Kevin maupun sekertaris Zein.


" Siapa kau? " Kevin balik bertanya.


" Kau tak perlu tau siapa aku. "


" Kau... " Kevin mencengkram kerah baju Devan.


" Jangan ganggu istriku dan pergilah dari hadapanku! " Kevin terlihat marah.


Devan tersenyum menyeringai.


" Kau pikir, kau adalah pria yang baik untuk nya, Kevin Artama?! " Kata Devan.


" Kau sama saja seperti Ayah mu! "


Mata Kevin terbelalak.


BUKKK,,


Kevin memukul Devan hingga Devan terdorong ke belakang.


Lisa datang tepat saat Kevin memukul Devan. Lisa langsung lari dan menolong Devan.


" Apa kau sudah gila? Apa yang kau lakukan? " Lisa berteriak.


" Apa yang sudah kau lakukan pada Nayla? " Lisa terlihat marah.


" Apa tidak puas selama ini sudah membuat nya menderita? " Lisa marah tapi mata nya berkaca - kaca.


" Aku tidak melakukan apapun. " Jawab Kevin. Dia tampak tidak senang dengan sikap Lisa.


" Nona, jaga ucapan mu! " Sekertaris Zein membela Kevin tapi Kevin menghentikan nya agar tidak terpengaruh.


" Katakan pada tuan mu untuk tidak selalu membuat sahabatku menderita. " Kata Lisa pada Sekertaris Zein.


Suasana menegang dan bersamaan dengan itu operasi selesai dan dokter keluar.


" Dokter, bagaimana keadaan istriku? Sebenarnya kenapa dengan istriku? " Tanya Kevin.


" Syukurlah pasien sudah melewati masa kritisnya. Tapi dia masih belum sadarkan diri. " Kata Dokter.


" Dan, tuan. Saya minta maaf karena tidak bisa menyelamatkan kandungan nya. "


" Apa? Apa maksudmu? " Kevin tampak sangat terkejut.


Semua orang terkejut dengan apa yang di sampaikan dokter.


" Karena benturan yang sangat kuat, membuat Janin nya tak bisa di selamatkan. Maafkan saya. "


Dokter pun pergi setelah mengatakan semua nya.


Kevin terlihat sangat shock. Dia terduduk lemas dan mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya.


" Apa yang sebenarnya terjadi, Nay." Katanya.


Dia terlihat benar - benar sangat menyesal dan sangat merasa bersalah.


" Ini semua karena kau dan wanita licik itu! " Lisa terlihat marah dan menangis.


" Dia sangat menantikan anak ini. Dan kau sudah membunuhnya! " Lisa berteriak menyalahkan Kevin.


Devan menahan nya dan memeluknya untuk menenangkan Lisa. Dan Lisa menangis di pelukan Devan.


Devan membawa Lisa pergi karena saat ini Nayla belum bisa di temui.


Kevin tampak sangat terpukul. Dia melihat Nayla dari balik kaca kecil yang ada di pintu masuk.


Nayla terbaring lemah dengan peralatan medis di tubuh nya.


" Maafkan aku, Nay. "


" Kak, bisakan kau mencari tau apa yang sebenarnya terjadi? " Kata Kevin.


" Baik, tuan. " Sekertaris Zein pun langsung pergi.


" Dan satu lagi, cari tau siapa dokter yang bersama teman Nayla tadi. "


Kevin terus menunggu di depan. Dia terus menyesali dirinya.


Lisa datang kembali dan tanpa Devan bersamanya.


Lisa duduk di kursi yang ada di depan Kevin. Lisa sangat marah saat melihat Kevin.


" Entah bagaimana perasaan nya saat dia bangun nanti dan mengetahui kebenaran nya. " Kata Lisa.


Kevin tak meladeni apa yang di katakan Lisa.


" Kenapa kau asih disini, bukankah kau harus mengurus calon istrimu yang manja itu. " Lisa terus memancing emosi Kevin.


Kevin menarik nafas panjang.


" Dengar. Aku tidak peduli apa yang kau pikirkan atau apa yang kau katakan. " Kevin terlihat serius.


" Tapi tolong, jangan ikut campur terlalu jauh dalam hubungan kami. " Katanya.


Lisa langsung berdiri mendengar perkataan Kevin. Dia berniat membalasnya tapi suster keluar dari ruangan ICU.


" kondisi pasien sudah stabil. Silahkan jika anda ingin melihatnya. " Kata Suster


" Ah Iya. terima kasih. " Kevin langsung masuk ke dalam.


Hati nya terasa hancur melihat keadaan Nayla. Kevin mendekati nya dan mengelus rambut Nayla.


" Maafkan aku. Nay. Mereka benar, Aku sudah membuat mu seperti ini. " Katanya.


Kevin tak bisa membayangkan betapa benci nya Nayla saat tau segalanya nanti.


Kevin memcium tangan Nayla dan menempelkan nya di pipinya.


" Semua karena aku. Kau pantas membenciku, Nay. "


Kevin terus menerus menyalahkan dirinya sendiri.


Tok.. Tok.. tok..


Sekertaris Zein masuk ke ruangan.


" Tuan, sepertinya anda harus melihat ini. "


Sekertaris Zein memberikan ponsel nya dan memperlihatkan Video dari rekaman cctv yang ada di taman.


Dia melihat kronologi saat Nayla bertemu Jeanny hingga akhirnya di dorong sampai jatuh.


Kevin mengepalkan tangan nya dengan wajah memerah.