My Lovely Husband

My Lovely Husband
Bab 15 Ada apa dengannya



Sedangkan dikantornya Gavin terlihat sedang bergumul dengan pekerjaannya.Banyak sekali pekerjaan yang harus segera ia selesaikan.tepat pukul tujuh,Reina datang kekantornya gavin,ia terlihat senang .


"Hai Gavin,kau belum selesai dengan pekerjaanmu."tanya Reina pada Gavin.


"Oh Reina ,ia aku masih banyak kerjaan .ada apa kau datang kemari,apa ada hal penting."tanya Gavin balik.


"Tidak,aku hanya ingin menemuimu saja,dan ini aku bawakan. cafucino kesukaanmu."jawab Reina sambil menyerahkan kopi , sebenarnya ia sudah menyampurkan obat kedalam kopi itu.


"Terimakasih Reina,kau tidak perlu repot-repot seperti ini."ucap Gavin sambil meminum kopi tersebut.


Tidak lama setelah ia meminum kopi dari Reina , kepalanya terasa pusing.


"Gavin kamu kenapa,are you oke."tanya Reina pura pura tidak tahu.


"nggak tau ,kepalaku tiba tiba pusing sekali."jawab Gavin sambil memijat keningnya.


Ternyata Reina telah memasukan obat agar Gavin mabuk dan tidak sadar.


"Yasudah ayo aku antar pulang ,kau kelihatan tidak baik."tawar Reina sambil menggandeng tangan Gavin.


mereka pun masuk kedalam mobil.


ketika diperjalanan Gavin mengira Reina itu Marina ,ia meracau tidak jelas.sebenarnya Reina kesal mendengar Gavin terus saja menyebut nama marina.namun ia tidak menyia -nyiakan kesempatan.


ia mencium bibir Gavin dan memfotonya dan bahkan banyak foto yang dia ambil,bahkan saat sedang berpelukan.


Reina pun mengirim kan foto tersebut kepada Marina.Ia terlihat tersenyum puas.


sedangkan Marina dirumah belum tidur,ia terlihat gelisah.ia merasa khawatir,kenapa sampai sekarang Gavin belum kunjung pulang.saat tengah gelisah tiba tiba ponselnya berdering , ternyata ada pesan masuk dan itu dari Reina.


Marina langsung membuka pesan tersebut dan ternyata foto yang tadi Reina ambil.


seketika tubuh Marina terasa lemah,hatinya sakit bahkan sangat sangat sakit.melihat suaminya sedang berpelukan dan bercumbu dengan wanita lain,bahkan disaat ia sedang mengandung anaknya.


"Kenapa mas....kenapa kau melakukan ini padaku.teriak Marina dikamar.


bahkan ketika ia ingin bertanya Reina langsung masuk begitu saja sambil menggandeng Gavin dan Gavin ia samasekali tidak menghiraukan Marina.


saat itu Gavin benar benar tidak sadar.


Merasa sakit hati Marina langsung berlari keluar rumah dan mengeluarkan mobil.Ia pergi dari rumah,hatinya kalut.ia bingung harus kemana tidak mungkin ia pulang kerumah orang tua nya.pasti mamah dan papah nya akan merasa khawatir.


Ia pun teringat akan Elin.


ia menancap gas mobilnya dan pergi kerumah Elin.


karena tidak begitu jauh, akhirnya Marina sampai ke apartemen nya elin.Ia mengetuk pintu dan terdengar ada seseorang menyaut dari dalam.


"Marina,ada apa.kenapa malam malam kau datang kemari,dimana Gavin dan kenapa kau menangis."tanya Elin pada Marina .


Bukanya menjawab Marina langsung memeluk elin.ia menangis sejadi jadinya,menumpahkan segala sakit yang ia rasakan.Elun yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi hanya mampu membalas pelukan sahabatnya itu saja.Tanpa banyak bicara,elin mengajak Marina pergi ke kamar nya saja untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


setelah sampai di kamar, Elin langsung bertanya pada Marina.


"Marina ada apa,ceritakan apa yang sebenarnya terjadi."tanya elin.


Marina yang tengah menangis, mencoba menjelaskan semua yang terjadi pada elin .


setelah ia menceritakan semuanya,elin hanya mampu memeluk sahabatnya itu dan memenangkan nya.


"Sabar ya Marina,aku tau ini berat bagimu.tapi sebaiknya kau tanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Gavin ,lalu setelah itu kau boleh mengambil keputusan apapun itu.tapi ingat saat ini kau tengah mengandung anaknya.


jelas Elin mencoba memberikan penjelasan pada Marina.


"Baiklah ,tapi untuk saat ini apa aku boleh menginap disini ."tanya Marina sedikit memohon.


"Baiklah,kau boleh menginap disini. yasudah ayo segera tidur,kau tidak boleh terlalu banyak menangis kasian bayimu nanti."jelas elin .


mereka pun tertidur.