My Lovely Husband

My Lovely Husband
Bab 21



Hari ini, tepatnya pagi ini Marina akan melakukan operasi.Gavin yang saat ini tengah menunggu di depan ruang operasi, terlihat begitu khawatir dan pucat.Semalaman ia tidak tidur karena memikirkan Marina.


Bukan hanya Gavin yang saat itu tengah khawatir.semua keluarga juga terlihat duduk melamun,tidak ada seorangpun yang berbicara.tatapan mereka kosong,seolah mereka tengah merasakan apa yang Marina rasakan.sesekali terdengar isak tangis dari Windi.


******


Saat ini Reina tengah duduk di bar suatu cafe.Ia terlihat bahagia.


Mengingat kejadian di mall kemarin,dan rencananya telah berhasil.


flashback on


Reina memanggil Gavin dan Marina,ia berlari menghampiri mereka.saat sudah dekat ia pura-pura tersandung dan menabrak Marina.


sebenarnya waktu itu Marina mampu menahan tubuh Reina dengan berpegang pada pegangan tangga eskalator,namun dengan sengaja Reina mendorong Marina,dan hanya Marina yang tau itu.


seketika Marina jatuh,dan Gavin langsung menghampiri Marina yang tergeletak tak sadarkan diri.Reina pura-pura terlihat panik dan langsung menghampiri Gavin.


"Ya ampun Marina,.....Marina maafkan aku aku gak sengaja."ucap Reina pura-pura menangis, padahal dalam hatinya ia tersenyum puas.


"Gavin maafkan aku,aku gak sengaja.sungguh tadi itu gak sengaja."ucap Reina terlihat begitu panik.


Namun Gavin yang panik tidak begitu menghiraukan Reina,ia langsung membawa Marina kerumah sakit.


Reina yang tak dianggap oleh Gavin terlihat kesal.


"Tck ,sebegitukah kamu mencintai Marina gavin.tapi tidak apa,toh sebentar lagi Marina dan bayinya juga akan mati."gumam Reina sambil tersenyum puas.


flashback off


"Marina.....marina.kamu salah berurusan dengan saya.semoga kamu dan bayi kamu bisa tenang dialami sana.Dan semoga kamu ikhlas jika nanti Gavin jadi milik saya."celoteh Reina yang tengah mabuk.


memang sampai saat ini Reina belum mengetahui keadaan Marina, namun Meliat keadaan Marina kemarin ia menyimpulkan bahwa Marina tidak mungkin selamat.


*******


Ia bahagia karena anak yang telah lama ditunggu-tunggu telah lahir,dan sekaligus sedih,mengingat bahwa kini orang yang harusnya paling bahagia terbaring tak sadarkan diri.


"Mah,sekarang Gavin menjadi seorang ayah mah."ucap Gavin lirih.


"iya nak, sekarang kamu sudah menjadi seorang papah."jawab Mona sambil memeluk Gavin.


"Tapi orang yang harusnya merasa sangat bahagia kini tengah tak sadarkan diri mah."adu Gavin menangis lirih.


"Kamu yang sabar ya nak, berdoa semoga semuanya akan baik-baik saja."ucap Mona menasehati.


kini suara bayi itu sudah mulai tenang,namun dokter belum juga keluar.


setelah beberapa lama, akhirnya dokter keluar juga dari ruang operasi.Gavin langsung menghampirinya dan langsung bertanya.


"Dok,bagaimana keadaan istri dan anak saya dok."tanya Gavin tak sabaran.


"Selamat pak,anak bapak perempuan dan keadaannya juga sehat.Namun dengan istri bapak...."Dokter tak melanjutkan perkataannya.


"Apa dok,ada apa dengan istri saya dok."tanya Gavin mulai panik.


"Begini pak,setelah kami berhasil mengoperasi Bu Marina.Tiba-tiba keadaan Bu Marina memburuk,lalu sempat kritis.bahkan kami hampir saja menyerah."jelas dokter yang langsung dipotong Gavin.


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang dok."tanya Gavin mulai tak sabar.


"untuk saat ini Bu Marina tengah koma pak."ucap dokter sedikit lemas.


Bak disambar petir disiang bolong,tubuh Gavin lemas seketika.ia terduduk menyandar pada tembok.


Mona yang melihat keadaan anaknya langsung memeluknya.


lain lagi dengan Windi, mendengar kabar Marina koma.seakan tak ada lagi tenaga yang bisa untuk menangis,ia langsung tak sadarkan diri.