
mereka pun memesan makanan ,mari a bilang ia ingin sekali makan es cream.
"Mas,aku pengen makan eskrim,boleh yah."tanya Marina dengan sedikit
memelas.
Memang Gavin sangat over protektif pada marina.ia mengatur segala yang Marina makan dan kerjakan,ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Marina dan bayinya.
"Mmmm,baiklah tapi jangan banyak banyak."jawab Gavin sambil tersenyum.
"Ih mas,kamu pelit banget sih.beli eskrim gak akan buat perusahaan kamu bangkrut juga."ucap Marina sambil mengerucutkan bibirnya.
"Bukan nya mas pelit,kalo banyak banyak,gak baik buat kesehatan kamu."jawab Gavin gemas,memang selama kehamilannya Marina sangat manja, apapun yang ia inginkan harus terpenuhi.terkadang Gavin merasa kewalahan menghadapi sikap istrinya ini.
"Hmmm,yaudah deh terserah mas ajh,yang penting makan eskrim."jawab Marina senang,karena pesanan eskrimnya sudah datang.Marina pun langsung memakanya dengan lahap, seperti anak kecil yang memakan eskrim.
"Sayang,pelan pelan makannya nanti keselek"ucap Gavin .
setelah selesai makan merekapun bergegas pulang.
"Sayang ayo kita pulang,kamu udah gak ada keperluan lain kan."Tanya Gavin pada Marina yang sedang bergelayut manja memeluk lengan suaminya itu.
"Mmmmmm,udah gak ada kok mas,ayo kita pulang."jawab Marina sambil tersenyum pada Gavin
saat yang sama ,ternyata ada Reina yang kebetulan sedang membeli baju.Melihat Gavin dan Marina yang tengah berjalan menuju eskalator.seketika pikiran jahat Reina berpikir untuk mencelakai marina.ia tersenyum licik.
"Kita lihat Marina,seberapa tuhan melindungi kamu dan anak kamu."ucap Reina menyeringai licik.
Saat sedang berjalan dan baru saja akan menapakan kaki mereka ke tangga eskalator tiba tiba Reina datang sedikit berlari memanggil nama mereka.
Marina dan Gavin menoleh,saat sudah dekat tiba tiba saja kaki Reina tersandung dan langsung menabrak Marina.
Marina yang sedang hamil besar tidak bisa menghindar dan tertabrak oleh tubuh Reina .
"BRUKKK."seketika orang-orang yang melihat itu langsung berteriak dan kaget.
Gavin yang berada disamping Marina langsung berteriak.
"Marina...."Hanya itu yang bisa Gavin ucapkan saat melihat tubuh Marina yang tergeletak bersimbah darah dilantai bawah,dan Gavin langsung menghambur memeluk istrinya yang sudah tak sadarkan diri.Bayak darah yang mengalir dari bagian bawah tubuhnya.
******
Gavin yang sedang mondar mandir didepan ruang ICU terlihat gusar dan takut sekali.
Disana juga terlihat Windi yang menagis histeris,Mona mamanya Gavin sedang mencoba menenangkan Windi.Disisi lain Ahendra papanya Marina tengah melamun, tatapannya kosong.
Papa Gavin yang mencoba menenangkan anaknya terlihat begitu sedih melihat keadaan ini.
"Setengah jam berlalu, akhirnya dokter keluar dari ruang ICU yang langsung mendapat banyak pertanyaan dari Gavin.
"Dok bagaimana keadaan istri dan bayi saya dok, mereka baik baik aja kan."tanya Gavin yang sangat khawatir.
"Sejauh keadaan Bu Marina sangat kritis, mengingat kini ia sedang mengandung dan benturan di kepalanya cukup serius dan kita harus segera melakukan operasi Caesar untuk menyelamatkan nyawa anak bapak."ucap dokter menjelaskan dengan sangat serius.
"Tapi bagaimana dengan isteri saya dok,apakah akan baik baik saja."Tanya Gavin kembali pada dokter.
"Untuk isteri bapak,kami tidak yakin.karena Bu Marina mengalami pendarahan dan kepalanya terluka cukup parah.Tetapi kami akan berusaha sebaik mungkin."ucap dokter mencoba menjelaskan pada Gavin.
"Apa tidak ada jalan lain dok,saya mau mereka berdua selamat dok."jawab Gavin tidak kuat menahan tangisnya.
Windy yang mendengar percakapan Gavin dan dokter langsung menghampiri mereka sambil managis.
"Saya mohon dok,selamatkan nyawa anak saya.lakukan apa pun yang terbaik dok,tolong selamatkan anak saya dok."ucap Windi memohon sambil menagis histeris.
"iya bu,kami akan melakukan yang terbaik dan melakukan semampu yang kami bisa,tapi harapan untuk Bu Marina sangat kecil,maka dari itu kami meminta persetujuan pak Gavin untuk melakukan operasi ini karena konsekuensinya sangat besar."ucap dokter menjelaskan pada Windi maupun Gavin.
mendengar penjelasan dokter hati Windi semakin perih,ia tidak .au kehilangan satu-satunya anak kesayangannya.
"Windi..Windi bangun Windi."panggil Mona mencoba membangunkan windi,namun itu semua sia-sia.
Melihat Windi ambruk semua orang menghampiri termasuk Gavin.Dokter pun memeriksa Windi.
"Bagaimana dok,apa istri saya baik baik saja kan."tanya Hendra.
"istri bapak baik-baik baik saja,ia hanya syok,mungkin memikirkan masalah ini."jawab dokter.
Setelah lama berfikir akhirnya Gavin menandatangani surat persetujuan operasi Marina,dan Marina akan segera dioperasi.
Namun sebelum dioperasi,Gavin menemui Marina terlebih dahulu.
Ia masuk ke ruangan dimana Marina dirawat.seketika air matanya meleleh,hatinya perih melihat wanita yang sangat amat ia cintai saat ini tengah terbaring lemah melawan maut.Banyak sekali alat yang menempel pada tubuhnya.Bahkan Gavin pun kini tengah memakai baju khusus untuk melihat Marina.
Ia mendekat,menyentuh perut buncit Marina.Ia melihat wajah Marina.Dimana disana selau terukir senyuman manis nan ceria kini harus terbaring lemah dengan muka yang sangat pucat, nafasnya yang teratur namun terlihat sedikit lemah.
"Sayang,kamu harus kuat.aku yakin kamu pasti bisa lewatin ini semua.Demi anak kita,kamu harus jadi satu-satunya wanita yang merawat anak kita nanti."ucap Gavin semakin menagis, hatinya sakit,perih dan hancur saat melihat keadaan Marina seperti ini.
"Maaf aku gak bisa jaga kamu dan anak kita dengan baik,Aku emang suami gak becus.Maafkan aku sayang,tolong jangan pergi tinggalin aku."hati Gavin begitu sakit,ia menggenggam tangan Marina.Begitu dingin dan lemah.Itu yang dapat Gavin rasakan saat itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai guys🤗
maaf ya kemarin kemarin aku up ny cuma sedikit😁,karena lagi banyak banget kerjaan aku😣.Nah sekarang aku up ny banyak😊,special buat kalian dan aku akan usahain untuk selau up😉.
Tapi kok skrng komen and like dikit sih,kan jadi gak semangat 😔
.
.
.
.
jngn lupa ya beri like and coment Klian,supaya cerita aku bisa lebih baik lagi dan lebih semangat lagi😉