
Marina sangat terkejut ketika melihat wajah orang yang ada di depannya saat ini.
"Reina....kamu, ternyata kamu.apa yang kamu lakukan,kenapa kamu jadi seperti ini."tanya Marina bertubi-tubi.
"Hahaha Marina,marina.semua ini terjadi karena kamu.aku sangat sangat membencimu.aku mau kau mati Marina."jawab Reina dengan nada bengis dan terus mencengkeram dagu Marina dengan kuat dan membuat Marina meringis kesakitan.
"tapi apa alasan kamu menyakiti saya,apa salah saya sama kamu Reina."
"Haha salah kamu itu karena sudah merebut Gavin dari aku.kamu tau,aku mencintai Gavin sejak lama.tapi kamu,datang dan menghancurkan semuanya Marina.aku membencimu Marina."bentak Reina keras.
Tidak lama setelah itu Reina pergi karena ada urusan mendadak.
Marina terus berusaha membuka ikatan talinya dan akhirnya tali itu terbuka.
ia terus menyusuri ruangan gelap itu tapi pintunya terkunci.hanya ada satu jalan keluar dan itu jendela,namun saat Marina melihat kebawah, ternyata via berada di lantai dua.
"Ayo Marina,kamu pasti bisa.demi Naura dan Gavin.aku bisa,ini tidak tinggi."batin Marina meyakinkan.
Akhirnya Marina lompat dari jendela.saat mendarat kaki kirinya terkilir.
"Aaaarggghh,sakit sekali.tapi aku harus kuat.
tapi aku harus kemana,ini dimana kenapa ditengah hutan."Marina terus menyusuri hutan dan akhirnya ia menemukan jalan raya.
ia terus menyusuri jalan.keadaan nya sangat kacau.ia berjalan tanpa alas kaki dan menyeret sebelah kakinya.
saat sudah lelah menyusuri jalan yang sepi akhirnya ia menemukan sebuah warung.ia pun langsung masuk menemui sang pemilik.
"permisi,tolong saya."ucap Marina lemah dan sudah kelelahan.
"Yaampun nak,kamu siapa dan kenapa bisa seperti ini."tanya ibu warung keheranan dan merasa kasihan kepada Marina.
"Tolong saya Bu,saya diculik.saya berhasil kabur,tapi saya tidak tahu bagaimana cara mengabari keluarga saya."ucap Marina lemah.
"yasudah kamu minum dulu,kamu tidak usah khawatir,kamu aman disini.kamu bisa gunakan hape ibu untuk menghubungi keluarga kamu."ucap ibu sambil memberikan sebuah ponsel pada Marina.
*****
ia tidak mengenal nomor yang tertera dilayar ponselnya.
namun ia tetap menjawabnya dan betapa kagetnya ia mendengar suara Marina di seberang telpon.
"Sayang kamu dimana,kamu baik-baik saja kan,kenapa suaramu begitu lemah."tanya Gavin bertubi-tubi dan hanya mendapat suara Isak tangis Marina.
"Halo mas,aku diculik dan Sekarang aku sedang bersembunyi di sebuah warung dipinggir jalan di daerah XXX,kamu cepet datang mas,aku takut."jawab Marina.
"Iya sayang,mas akan secepatnya jemput kamu,jangan kemana-mana,tunggu mas disana."Gavin langsung menyuruh supirnya untuk segera menuju ke tempat yang Marina sebutkan.
*****
Reina yang sedang diperjalanan menuju vila tempat menyekap Marina mendapat telpon dari anak buahnya,bahwa Marina kabur.
"Dasar bodoh,apa saja yang kalian lakukan hah.kenapa menjaga seorang wanita saja tidak becus."umpat Reina pada anak buahnya.
"Maafkan kami bos,tadi dia kabur lewat jendela dan lompat dari atas.kami tidak melihat karena kami berjaga didepan."jawab di sebrang telpon.
"cepat cari dia dan bawa padaku,jika kalian gagal lagi,kalianlah yang akan ku bunuh."perintah Reina dengan kejam.
Hallo readers 😚
hari ini sampai sini dulu ya gaes
bentar lagi kisah Marina dan Gavin udah mau ending ajah ya,gak kerasa🤗
tapi tenang aja,akan ada kisah lanjut, yaitu kisahnya Naura.
tolong berikan dukungan kalian dengan terus like and coment.
kalian juga bisa kasih apresiasi dan saran kalian buat cerita aku ini dengan follow IG aku "melamelia812".kalian bisa kasih saran buat cerita aku ini,biar bisa lebih baik lagi😊
salam sayang untuk kalian semua😘