My Lovely Husband

My Lovely Husband
MLH S2 eps 3



Bell pulang sekolah sudah berbunyi,kini Naura bersama Lulu sedang berjalan melalui lorong sekolah menuju parkiran,saat sedang asik mengobrol dan bercanda bersama, tiba-tiba datang Revan dari arah belakang dan memanggil Naura.


"Hai,lo Naura kan.yang duduk di depan gue."tanya Revan dengan gaya cool nya yang mampu meluluhkan hati cewek-cewek kecuali Naura.


"iya,ada urusan apa lo."Naura menjawab dan langsung bertanya pada Revan.


"Nggak,gue cuma mau kenal doang sama lo."jawab Revan to the point.


"lo udah tau nama gue kan"tanya Naura


"iya,nama lo Naura kan."jawab Rendi.


"sekarang lo udh kenal gue kan,yaudah bereskan"


"udah ayo lu,gue ada urusan nih"


ajak Naura yang langsung menarik tubuh Lulu yang hanya terpaku pada Rendi.


sedangkan Rendi hanya menatap nanar dirinya yang ditinggalkan begitu saja.


"***** ternyata gini rasanya gak dianggap"


umpat Rendi dalam hati,namun ia merasa tertantang pada Naura,entah kenapa sikapnya yang jutek dan judes membuat Rendi penasaran.


*******


Kini Naura baru saja sampai di rumah,dan langsung menghampiri mamahnya yang sedang memasak.


"mah,mamah masak apa sih.wanginya nyebar sampe komplek depan"


"kamu ini bisa aja,udh mandi dulu sana.terus makan"


"iya mamaku sayang"


ucap Naura sambil berlalu naik ke kamarnya.ia langsung masuk ke kamar mandi dan berendam air hangat dalam bathtub,wangi mawar yang keluar dari sabun dan aroma lilin yang menyebar membuat Naura merasa sangat nyaman.


Tak terasa setengah jam ia berendam di air,kini telah selesai memakai baju dan turun ke bawah.


"yaampun sayang,kamu kok lama banget sih mandinya,mamah sama papah udah nungguin dari tadi"


baru saja Naura sampai di meja makan,dia langsung mendapat omelan sang mama yang sudah menunggu nya.


"yamaaf mah,Naura keasikan berendam.eh papah kapan pulang,kok Naura gatao"jawab sekaligus tanya Naura pada kedua orangtuanya.


"Hampir bareng sama kamu,udah ayo makan,keburu dingin makanan nya"


mereka pun makan dengan hening,karena Gavin tidak suka makan sambil bicara.


selesai acara makan,mereka berkumpul di ruang tamu dan tengah menonton televisi.


"ih istri pertama kok kalah sama pelakor,padahal tinggal ceburin ajh ke got juga selesai"


omel Marina yang tengah ribut sendiri menyaksikan film kesukaannya.


"yaampun mamah,namanya juga film mah,cuma setingan"


"ini siapa sih sutradara nya,bikin geram ajah"


"Au ah, suka-suka mamah lah,Naura mah bisa apa"


jawab Naura sekenanya.sedangakan Gavin,ia di sibukan dengan memangku laptop dan mengerjakan pekerjaan kantor yang terbawa pulang.


setelah lama disibukan dengan pekerjaan nya, akhirnya Gavin menoleh dan berbicara pada Marina.


"sayang,malam ini kita di undang ke acara pesta ulangtahun pernikahan rekan bisnis papah"


ucap Gavin yang langsung mendapat protes dari sang istri.


"yaampun papah,kenapa baru bilang sekarang,mama belum beli baju buat ke sana"


"ya udah beli ajah dulu,mumpung masih siang"jawab Gavin yang setengah nyengir kuda.


Setelah lama mengomel akhirnya Marina pergi ke mall bersama Naura.mereka di antar pak jono,supir pribadi mereka.


setelah sampai,mereka pun berkeliling mall mencari baju yang akan di pakai untuk nanti malam.


setelah lama memilih akhirnya Marina mendapatkan baju yang sesuai dengan seleranya,ia pun tak sengaja melihat sebuah gaun yang cantik,yang sepertinya cocok untuk Naura.


"Naura,sini sayang"panggil Marina.


"Ada apa mah,udh selesai belum sih pilih bajunya."tanya Naura yang sudah merasa bosan menunggu mamahnya.


"sini dulu,liat nih gaunnya,cocok kayaknya sama kamu"


"gak ah,Naura gak suka,ribet mah.lagian mau kemana juga mesti beli gaun segala"


"ya kan ntar malem kita ke acaranya rekan bisnis papa sayang"


"lah emang Naura harus ikut mah.nggak ah pko nya nggak...Naura gamau ikut"


"kamu mau bikin papa malu,kalo anak nya ga mau ikut"


"haish,selalu ajh gitu.yaudah Naura ikut.mamah atur aja baju nya"


"Nah gitu dong,itu baru anak mamah"ucap Marina dengan semangat.


setelah selesai acara shopping yang menyita waktu hampir 2 jam itu,dan berakhir terdampar di salon, akhirnya mereka sampai di rumah dengan belanjaan yang lumayan banyak.