
Sudah tiga hari Gavin libur bekerja dan hari ini ia akan kembali bekerja.pagi\-pagi sekali Gavin sudah mandi dan bersiap,sedangkan Karina masih terlelap dalam alam mimpi nya.
Awalnya Gavin tidak ada niatan untuk membangunkan Marina namun mamanya menyuruhnya untuk membangunkan Marina .
"hei pemalas,cepatlah bangun .Istri macam apa kamu bukannya melayaniku ,bangun pagi-pagi."ucap Gavin sinis.
"Kenapa kau selalu menggangguku ,kau kan sudah dewasa ,kau bisa mengurus dirimu sendiri."ucap Marina setengah sadar.
"Baiklah jika itu mau mu tapi jangan salahkan aku jika mama mu mengomel."ucap Gavin tersenyum sinis.mendengar kata mamanya Marina langsung bangun dan beranjak ke kamar mandi ia mandi dengan cepat,dan setelah selesai bersiap ia ,ia langsung turun kebawah dan sarapan.saat tengah sarapan tiba tiba Gavin memulai percakapan.
"Mah Pah , sebenarnya ada yang ingin Gavin bicarakan."ucap Gavin membuka percakapan
"kau mau bicara apa nak."balas Hendra ayahnya Marina.
"Sebenarnya Gavin sudah membeli rumah,Gavin mau Marina pindah rumah bersama Gavin."ucap Gavin.
Marina yang sedang makan langsung tersedak,"A-apa pindah rumah."tanya Marina meyakinkan.
"Apa tidak terlalu cepat nak ."tanya Windi sedih, sebenarnya ia berat sekali jika harus berjauhan dengan anak semata wayangnya ini.
"maaf mah ,aku rasa ini yang terbaik karena disana jaraknya lebih dekat kekantor dan biar kami lebih mandiri."jawab Gavin sedikit memohon.
"Baiklah , papah akan selalu mendukung setiap keputusanmu.tapi papah minta jaga Marina baik-baik,jangan sampai ia mengalami kesulitan atau bersedih ,karena kami sangat menyayanginya."ucap Hendra menasehati Gavin.
"Tentu saja Pah Gavin akan selalu melindungi Marina,ia tanggung jawab Gavin sekarang dan Gavin akan selalu berusaha membuatnya bahagia."ucap Gavin meyakinkan.
"Huh,dia ingin pindah rumah pasti ingin lebih mudah untuk menyiksaku ,dasar cowok licik."dumel Marina dalam hati.
Akhirnya Marina setuju dan mereka akan pindah hari ini juga ,dan dengan terpaksa Marina bersiap memasukkan bajunya ke koper.
"Heh ,kalau sudah selesai cepat turun kita akan segera berangkat ."perintah Gavin pada Marina.
"Baiklah aku akan segera turun."jawab Marina kesal.Dan akhirnya Marina turun ,koper dan segala barangnya sudah dibawa oleh supir.Windi dan Hendra sudah menunggu Marina turun saat Marina turun ,Windi langsung memeluk Marina.
"jaga dirimu baik-baik ya sayang,jangan menyusahkan suamimu dan jadilah istri yang baik dan menurut pada suamimu."ucap Windi disela tangisannya.
"iya mah ,mamah jangan nangis .Marina akan sering berkunjung kesini ,dan lagi jaraknya tidak begitu bjauh."bujuk Marina menenangkan mamah nya , sebenarnya dia juga bersedih dan tidak mau berpisah dengan orang tuanya ,namun Marina tidak mau mengecewakan papah nya.
Setelah pamit pada kedua orang tuanya , Marina dan Gavin pun pergi ke rumah baru mereka ,dijalan Marina dan Gavin sama sama diam ,tidak ada obrolan sedikitpun yang mereka ucapkan .sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai dirumahnya Gavin.
mereka pun masuk dan mulai membenahi baju dan alat yang diperlukan.
Hari sudah larut ,setelah makan malam Gavin langsung pergi ke kamar dan membaringkan tubuhnya di kasur .Saat hendak mulai tertidur Marina datang.Ia terlihat kebingungan, sebenarnya dia bingung harus tidur dimana.
"Tidurlah disini ,jangan seperti orang tersesat."ucap Gavin sambil memejamkan matanya.
"Apa disini tidak ada kamar tamu."tanya marina.gavin berdecak kesal.
"apa kau disini tamu ,kalau kau tidak mau tidur disini,pergilah tidur diluar sana."ucap Gavin sinis.
"Baiklah ,tapi apakah kau mau bergeser sedikit."pinta Marina,karena Gavin tidur ditengah tengah kasur .Dan akhirnya Gavin mau bergeser.
saat Marina berbaring disisi nya , sebenarnya Gavin merasa berdebar entah apa yang dipikirkannya.Dan pada akhirnya mereka pun tertidur.