
Satu Minggu kemudian,hari dimana Marina akan menikah dengan Gavin.Acaranya begitu mewah diadakan di hotel berbintang.
Marina tengah menatap dirinya dipantulan cermin,ia sangat cantik dengan mengenakan gaun pengantin yang indah.
Sebelum acara dimulai Gavin dan keluarganya sudah datang,namun baik Gavin maupun Marina mereka belum sempat saling bertemu.
Akhirnya acara pengucapan janji pernikahan pun dilangsungkan,lalu keluarlah sosok pengantin yang cantik .Gavin sempat melongo beberapa saat ,namun akhirnya ia bisa mengendalikan pikirannya kembali.
sedangkan Marina ia tengah menatap Gavin calon suaminya.Ia tampak gugup saat berdiri disamping Gavin yang sekarang adalah suami nya.
Acara berlangsung dengan sempurna, tamu-tamu yang hadir terdiri dari kalangan pengusaha-pengusaha teman keluarga Marina maupun Gavin.
Tepat pukul satu dini hari acara pun berakhir,dan akhirnya Karina dan Gavin pun pergi istirahat.
Dikamar baik Marina maupun Gavin mereka terlihat sama -sama diam ,tidak ada satu kata pun yang mereka bicara kan sampai Gavin pun bicara.
"Marina,aku akan pergi mandi,apakah kau mau duluan."ucap Gavin .
"Baiklah kau saja duluan ,aku nanti setelah kamu."balas Marina sedikit malu, sebenarnya ia sangat gugup saat ini ,apa yang akan dia lakukan mengingat ini malam pernikahan sekaligus malam pertama dia dengan Gavin.
Gavin pun pergi mandi,sementara Marina tengah duduk didepan meja rias,ia tengah bingung .
"Apa yang harus aku lakukan,aku belum siap untuk malam ini,semoga saja Gavin mau mengerti"human nya dalam hati.saat Marina tengah asik dengan lamunana nya ,ia tidak sadar jika Gavin tengah memperhatikan nya.saat ia menyadarinya ia langsung salah tingkah.
"Eh Gavin,kamu sudah mandinya ya,kalau begitu sekarang aku juga mau mandi."ucapnya salah tingkah,namun saat hendak masuk ke kamar mandi Gavin menghentikan Marina dan bicara padanya.
"Hei kau,tidak perlu salah tingkah seperti itu dan jangan sok manis didepan ku ,aku sama sekali tidak tertarik padamu"kata Gavin dengan muka datarnya.
"lagi pula siapa yang bertingkah sok manis ,dan satu lagi siapa juga yang tertarik padamu"ucap Marina jutek dan langsung nyelonong masuk ke kamar mandi.
Setelah Marina pergi ke kamar mandi, Gavin langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur.
Marina yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung melihat Gavin yang tertidur.
"Huh dasar cowok sombong ,siapa juga yang tertarik padamu"pikir Marina langsung mengambil bantal dan selimut ,ia pun tidur di sofa.
"Heeh ,wanita aneh .Lagipula siapa juga yang tertarik untuk menyentuh mu"guman Gavin tersenyum sinis.Ia pun langsung melanjutkan tidurnya.
*###*
pagi telah tiba, sinar matahari menerobos masuk lewat jendela kamar .Gavin yang baru saja terbangun langsung melihat ke sofa dan ternyata Marina sudah tidak ada.Ia langsung pergi mandi,dan tidak lama ia telah selesai mandi dan pergi kebawah untuk sarapan,ternyata Marina sedang menyiapkan sarapan bersama mamanya.
"Eh nak Gavin,ayo sini sarapan dulu"ajak Windi mertuanya sambil duduk.
"Iy mah,ini kok cuma bertiga papah kemana kok gak ada."tanya Gavin.
"Papah sudah berangkat kerja tadi pagi ."jawab Windi.
saat mengobrol akhirnya Marina datang membawa sarapan ,ia pun langsung duduk dan bersiap untuk makan, namun langsung dihentikan oleh Windi.
"Marina sayang ,kok langsung makan ajah .Liatuh ambilin dulu buat Gavin kamu ini gimana sih."perintah Windi.
"Diakan bisa ambil sendiri mah,udah gede masa makan ajah mesti diambilin."bantah Marina.
"Gak mah , Gavin bisa ambil sendiri kok."sela Gavin.
"nggak ini tuh tugas Marina ,seorang istri harus melayani suami nya dengan baik."
"Marina ayo tunggu apalagi cepat ambilkan sarapan untuk Gavin."perintah Windi dan akhirnya Marina menurut juga.Ia mengambilkan sarapan untuk Gavin,saat Windi sedang asik makan , Marina membisikan sesuatu ke Gavin.
"merepotkan"bisik Marina pada gavin.lalu ia langsung duduk dan menikmati sarapan paginya.sementara Gavin ia terlihat dongkol.
"heh ,wanita aneh .lihatlah nanti akan kubalas kau."guman Gavin tersenyum sinis.Dan akhirnya mereka sarapan tanpa ada obrolan sedikit pun.