
Yang membuat Gavin dan para dokter terkejut adalah dimana Marina meneteskan air matanya.Gavin yang melihat itu langsung menangis,ia bisa merasakan sakit yang Marina rasakan.
Entah apa yang ingin dilakukannya, tiba-tiba Gavin langsung berlari keluar.Ternyata ia pergi keruangan bayinya.Ia langsung menggendong dan langsung membawanya menuju ruangan Marina,namun dokter selalu melarangnya karena memang tidak bagus untuk keadaan bayinya.namun untuk saat ini ia tidak peduli dengan itu semua,ia yakin seorang anak akan semakin sehat jika sudah bertemu dengan ibunya walau dalam keadaan apapun.
Namun saat sudah sampai dan baru saja membuka pintu ruang rawat marina.ia melihat dokter sudah sangat prustasi dan terlihat angkat tangan.
Gavin sudah pasrah untuk apapun yang terjadi selanjutnya,namun ia tetap bersikeras untuk mempertemukan anak dan ibunya.
Ia mendekat dan melihat keadaan Marina yang sangat sangat melemah.nafasnya seakan hampir habis.
Dengan tangan yang bergetar ia meletakkan bayinya disamping Marina.Dokter yang melihat itu hendak melarang Gavin,namun langsung dicegah oleh Gavin.
Ia menggenggam tangan Marina yang kini terasa sudah sangat dingin,dan nafas Marina yang sudah sangat lemah.
"Sayang kumohon bangunlah....demi anak kita."ucapnya sambil terisak menahan sakitnya hatinya.
keadaan Marina kini sudah tidak ada harapan lagi.dokter bilang untuk mencabut semua alat Marina,tapi Gavin masih tetap menolak,malah marah kepada dokter.
Dokter dan para suster yang melihat itu hanya mampu menyebarkan Gavin.
Saat Gavin sudah benar-benar pasrah tiba-tiba bayinya menangis.Gavin hendak menggendong bayinya,namun saat hendak merangkul bayinya ia dibuat terkejut.Tangan Marina tiba-tiba saja bergerak,Gavin yang melihat itu langsung memanggil dan memberitahu dokter.
Dokter langsung buru-buru mendekat dan memeriksa Marina.Dokter juga dibuat terkejut, karena keadaan detak jantung Marina yang mulanya sangat lemah dan hampir tak tertolong,kini terlihat jelas dimonitor sangat sehat dan kuat.
Perlahan mata Marina mulai terbuka dan sadar.Gavin yang melihatnya langsung menghampiri Marina dengan senang.
"Sayang...sayang kau sudah bangun.Aku yakin kau pasti akan bangun."ucap Gavin bersemangat.
Marina yang kala itu hanya bisa tersenyum lemah dan sedikit menangis,mungkin ia menangis bahagia.
******
Setelah beberapa jam, akhirnya Marina dipindahkan keruang rawatnya.Ia tengah tertidur,karena efek obatnya.
Gavin yang sedang menemani anak dan istrinya.Ia terlihat sangat bahagia.sekarang keluarganya utuh kembali,bahkan bertambah satu yaitu bayi kecil cantik.
Gavin terlihat sedang mengobrol dengan putrinya walaupun putrinya tidak mengerti.
"Sayang,anak papah.sekarang mamah sudah bangun dan akan selalu bersama kita."ucap Gavin bahagia.
Marina yang baru saja terbangun, mendengar percakapan suaminya.Ia tersenyum bahagia.
"Mas."panggil Marina pada Gavin yang tengah asik mengobrol dengan anaknya.
Gavin yang kaget langsung menoleh,dan tersenyum melihat istrinya sudah bangun.
"Sayang,kamu udah lama bangunnya,kenapa gak bilang sama mas."tanya Gavin penuh kehangatan.
"Nggak kok mas,baru ajh.dan langsung mendengar percakapan antara ayah dan anaknya."jawab Marina sambil tersenyum.
Gavin pun duduk dikursi samping tempat tidur marina.dan menggenggam tangan Marina lalu menciumnya.
"Sayang, akhirnya kita bisa kumpul lagi.Aku takut jika harus kehilangan kamu.apalagi dengan keadaan kamu kemarin.rasanya hidupku udah gak berarti."Keluh Gavin mencium dan memeluk tangan Marina.
"Aku juga mas.aku selalu berusaha kuat untuk tetap hidup,demi kamu Dan anak kita.Sebenarnya saat kamu ngajak aku ngobrol pas waktu koma,aku bisa dengar semuanya mas.Hanya saja aku tidak bisa merespon nya."jawab Marina.
"Benarkah sayang,aku juga yakin kalau kamu bisa mendengar aku.Tapi kenapa kemarin kamu hampir pergi sayang."tanya Gavin bersedih.
"Saat itu harapan dan semangatku sudah habis mas,aku hampir saja menyerah,namun saat aku mendengar suara tangisan anak kita.entah darimana semangat itu muncul dan sangat kuat hingga aku bisa sadar mas."jawab Marina penuh semangat.
"Aku tau kamu memang wanita yang kuat sayang."jawab Gavin.
" Mas, sepertinya putri kita menangis."ucap Marina pada Gavin.
"Iya.sebentar aku ambil dulu."jawab Gavin sambil berlalu menghampiri boks bayinya.
Ia menggendongnya dan memberikan pada Marina.
"Ia sangat cantik mas."kata Marina terharu.
mereka pun bersenda gurau sambil memeluk bayi mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hi guys😘
Maaf ya aku baru up lgi,soalnya kemarin kejaanku banyak banget.
mohon dukungannya guys
Dengan berikan like dan coment
dan jangan lupa vote nya😉