My Lovely Husband

My Lovely Husband
Tertangkap Basah.



Catatan: Ini novel baru ya, sudah setor 20 eps tapi baru di ACC 7 eps. judul LOVE STORY PAPARAZZI.


Berkisah tentang seorang gadis jurnalistik pemburu berita majalah gosip, yang rela menyamar menjadi pembantu demi mendapatkan sebuah berita. Identitas tersembunyi dia adalah anak seorang konglomerat.


Ceritanya seru banget jangan di lewatkan ya, selamat membaca dan jangan lupa Like dan komentarnya. Bisa Cek di profil ya judulnya LOVE STORY PAPARAZZI


**********


BAB.1 Tertangkap Basah.


Seorang wanita dengan kamera yang dikalungkan ke lehernya terlihat sedang berusaha memanjat sebuah balkon, dengan semangat '45 ia melompat ke balkon yang tepat berada di sebelahnya.


"Kali ini aku tidak boleh gagal" gumamnya lirih penuh percaya diri.


Berjalan dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh targetnya. Beruntung, kali ini ia sungguh beruntung. Pintu penghubung dari balkon hotel menuju ke kamar hotel tidak terkunci, bahkan pintu itu sedikit terbuka hingga ada celah buatnya untuk mengintip.


Wanita itu berjalan mengendap-endap menuju ke celah pintu yang sedikit terbuka. Ia mengintip bak seorang pencuri.


Sebuah adegan ranjang yang panas, cukup membuatnya terkejut hingga hampir saja ia menjatuhkan kamera dari tangannya. Untungnya tali kamera masih menggantung dilehernya.


"Be gentle honey, ah ah...." Suara ******* demi ******* mengalir ke telinganya. Sebuah adegan making love yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


Mulutnya menganga, matanya terbuka lebar melihat adegan yang belum pernah sama sekali ia saksikan.


"Ya Tuhan maafkan hamba mu ini" batin Alisha. Tapi jiwa kepo seorang jurnalis membuatnya terus merekam adegan itu. Ia memegang erat kameranya walaupun tangannya bergetar hebat.


Ya, nama gadis yang saat ini sedang mengintip adalah Alisha Surya. Anak seorang konglomerat yang memilih menjadi jurnalis pemburu berita, di bandingkan meneruskan perusahaan milik Ayahnya.


Keringat dingin mengucur dari kening Alisha, jantungnya berpacu dengan cepat. Tapi ia tak menyerah dan tetap mempertahankan posisinya. Dua orang yang melakukan hubungan terlarang masih terus menikmati permainannya.


Berbagai macam gaya terus mereka lakukan demi mencapai sebuah kepuasan, tanpa mereka sadari seseorang diam-diam mengintai mereka dengan kamera di tangannya.


Merasa cukup dalam pengambilan gambar, akhirnya Alisha memundurkan langkahnya pelan-pelan.


Sial, sungguh sial. Bagian tubuh belakang Alisha menyenggol sebuah kursi kayu hingga menimbulkan suara berderit kursi bergeser.


Kedua pasangan yang sedang menikmati permainan mereka terkejut. Spontan mereka menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan.


"Sial!!" Ucap sang pria ketika menyadari seseorang telah merekamnya. Kamera yang menggantung di leher sang pengintai membuatnya menyadari situasi mereka saat ini dalam bahaya.


"Kejar dia!!" Teriak sang pasangan wanita.


Pria itu bangkit dari posisinya, dengan cepat ia menarik sebuah selimut untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.


Sigap ia berlari kearah balkon, mengejar sang tersangka. Terlihat Alisha sedang melompat kearah balkon sebelahnya dan ia berhasil.


"Kena kau" ucap pria itu berhasil menangkap kaki Alisha. Dengan wajah masam Alisha menoleh ke arah targetnya yang telah berhasil menangkap kakinya.


"Aaaahhhhhhhhh....!!! dasar mesum, mesum, mesum!!!" tangan Alisha melayang membabi buta memukuli wajah dan kepala pria itu.


"Aahh..., hentikan, hentikan kataku!!" Pria itu berteriak keras, spontan Alisha menghentikan pukulannya dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Lucunya ia masih bisa membuat jarak diantara jari telunjuk dan tengah, hingga salah satu pandangan matanya masih bisa melihat tubuh polos pria berotot di depannya.


Karena begitu semangatnya mengejar Alisha, pria itu tidak menyadari jika ujung selimutnya tersangkut di tiang pinggiran balkon. Alhasil sekarang Alisha dapat menikmati pemandangan tubuh polos sang target dengan sangat jelas.


"Dasar kucing liar!! Bukannya kau sudah melihatnya saat merekam tadi" ucap pria itu kesal sembari memperbaiki rambutnya dengan salah satu tangannya. Walaupun terkejut dengan kondisi tubuhnya, pria itu tetap terlihat tenang, menyembunyikan perasaan malu karena keteledorannya tidak menyadari tubuhnya dalam keadaan polos.


Memindahkan pegangan tangannya dari kaki Alisha ke tangannya. Pria itu berdiri menarik tangan Alisha masuk kedalam kamar yang terhubung dengan balkon itu. Satu tangan Alisha masih menutupi wajahnya, kali ini ia tutup dengan sempurna, hingga ia tak bisa melihat apa-apa.


Pria itu mendudukkan Alisha di sebuah kursi panjang, ia mengambil kamera yang menggantung dileher Alisha. Mengunci semua pintu akses keluar dan mengambil sebuah bathrobe untuk menutupi tubuh polosnya.


Melihat sebuah tas kecil tergeletak di meja depan kursi tempat Alisha duduk, pria itu mengambilnya. Membuka dan mengeluarkan isi tas itu hingga berserakan diatas meja. Alisha menyingkirkan tangannya dari wajahnya untuk melihat apa yang terjadi.


"Hai..." Teriak Alisha. Tangan Alisha kalah cepat, ketika ia ingin mengambil name tag yang ikut berserakan diantara isi tasnya


"Alisha Surya, wartawan majalah gosip. Hebat sekali kau! Wartawan biasa bisa menyewa kamar yang mungkin harganya 3x gajimu" selesai membaca name tag Alisha, pria itu kemudian memeriksa kamera Alisha.


Tertangkap basah membuat Alisha terpaksa mengalah pasrah, ia hanya diam ketika pria itu memeriksa semua barang miliknya. Ia benar-benar tidak bisa berkutik, ia seperti penjahat yang sedang tertangkap basah.


"Woah... Kau mendapatkan sudut pandang rekam yang bagus. Bahkan hasil rekamanmu benar-benar menakjubkan" puji pria itu dengan nada mengejek.


"Tuan Reza! Anda sudah mendapatkan hasil rekamannya, bisakah kau melepaskanku sekarang" sebuah permintaan yang terdengar arogan di telinga seorang Reza Abizar.


"Tidak-tidak!! Aku merasa hasil rekamanmu ini kurang sempurna. Bagaimana jika aku melengkapi hasil rekamanmu ini menjadi lebih sempurna? Lebih booming dan lebih menggetarkan hati pembaca," Mengabaikan permintaan Alisha, Reza terus berbicara.


"Hem... Sepertinya kita membutuhkan adegan tambahan. Rekaman percintaan seorang aktor dengan produser yang sudah bersuami rasanya kurang menarik untuk dijadikan tranding topik. Bagaimana jika kita tambahkan adegan percintaan seorang aktor dengan jurnalis? itu pasti akan membuat majalah gosip perusahaan tempatmu bekerja menjadi bommmm....., Meledak!!" ucap Reza dengan gaya arogannya.


Wajah Alisha pucat pasi mendengar ide gila Reza. Sepertinya aktor tampan di depannya ini sedikit kurang waras. Menyadari posisi dirinya yang sudah tak aman lagi, Alisha bersiap untuk melarikan diri dari kursi panjang tempat ia duduk. Tapi sayang ia terlambat, Reza dapat membaca pergerakan tubuh Alisha, dengan sigap tubuh kekar Reza sudah menutupi jalan keluarnya.


"Ja-jangan mendekat...." Alisha terlihat ketakutan. Reza semakin mendekatkan wajah dan tubuhnya ke Alisha sambil merekamnya. Tangan Alisha mencoba mendorong tubuh kekar Reza, sayang kekuatan tubuh mungilnya itu bahkan tak mampu membuat tubuh Reza bergeser sedikitpun.


"B*jingan mesum!!! Aku bilang jangan mendekat" berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Reza yang hampir menempel padanya. Sekali lagi dorongan Alisha tak berpengaruh pada pria bertubuh atletis itu.


Alisha terlihat semakin panik, sepertinya Reza serius dengan perkataannya. Aktor gila berwajah tampan itu tersenyum mesum mendekati tubuhnya, hingga tubuh dan salah satu pipi mereka menempel sempurna.


"Hemm....tubuhmu wangi, membuatku tak sabar ingin mencicipimu" sebuah bisikan mesum menambah ketakutan Alisha.


Ya Tuhan, tolong selamatkan hambamu ini, batin Alisha menjerit.


TBC.