
Setelah selesai sarapan, Gavin langsung pergi ke kantor.sedangkan Marina,ia akan pergi belanja ke supermarket,karena bahan didapur sudah habis.setelah bersiap Marina langsung pergi ke supermarket,ia berbelanja banyak sekali sampai sampai ia kesulitan untuk membawa belanjaannya.Ia sedang berdiri ditepi jalan hendak mencari taksi. setelah lama menunggu, namun tak ada taksi yang lewat.saat sedang menunggu taksi datang, ternyata ada teman laki laki Marina ,namanya Bima.Bima dan Marina berteman sejak kelas 1 SMP sampai lulus SMA,jadi wajar saja kalau mereka terlihat dekat.Bima yang melihat Marina langsung menepikan mobilnya.
"Marina,itu sungguh kau."tanya Bima.
"Eh Bima,iya ini aku.Apakah kau sudah tidak mengenali ku lagi."jawab Marina.
""iy,kau sungguh cantik sampai sampai aku tidak mengenali kamu."puji Bima.
"kau ini memang tidak pernah berubah,selau berlebihan."tukas Marina.
"Kau sedang menunggu siapa,ayo aku antar pulang . sepertinya belanjaanmu banyak sekali,itu pasti berat ayo sini aku bantu."tawar Bima pada Marina.
"Oh ini,aku habis belanja dan sekarang aku sedang menunggu taksi, tapi tidak ada yang lewat."jawab Marina tampak lelah.
"Yasudah sini aku antar pulang."tawar Bima sedikit memaksa.
"Baiklah jika itu tidak merepotkan mu."jawab Marina.
Akhirnya Marina masuk kedalam mobil Bima.
Saat sedang dalam perjalanan, mereka tampak berbincang tentang masa masa putih abu-abu mereka.Lalu Bima bertanya.
"Marina kudengar kau sudah menikah, apakah itu benar."tanya Bima pada Marina.
"Iy bim aku sudah menikah,tepatnya sekitar satu setengah bulan yang lalu.jelas Marina."Dan kamu juga kalau tidak salah sudah menikah satu tahun yang lalu,apakah benar."tanya Marina balik.
"Iya,bahkan aku istriku sekarang tengah hamil."jelas Bima terlihat sumringah.
"oh benarkah,selamat ya semoga istri dan calon anakmu sehat."ucap Marina terlihat bahagia.
setelah menempuh perjalanan lima belas menit, akhirnya mereka sampai dirumahnya Marina.
"Baiklah,aku juga sedang tidak ada pekerjaan."Bima pun duduk di teras rumah.Marina pun membuatkan minuman untuk Bima.
*####*
Dikantornya Gavin terlihat sedang mencari sebuah file,dan ia baru ingat bahwa file yang ia cari tertinggal di meja kerjanya dirumahnya.Ia pun bergegas pulang untuk mengambil file tersebut.ia menancap gas mobilnya membelah kerumunan jalan yang tidak terlalu padat oleh kendaraan.karena saat ini waktunya jam kerja,jadi tidak banyak kendaraan yang melintas.Namun saat baru setengah perjalanan mobilnya mogok dan terpaksa ia naik ojek,agar lebih cepat sampai dirumahnya karena file itu akan digunakan untuk meting lima belas menit lagi.
Sedangkan Marina, saat sedang membawakan teh untuk Bima,tiba tiba ia tergelincir dan dengan refleks Bima menarik tubuh Marina,sehingga Marina tidak sengaja memeluk Bima.Dan yang mengejutkan adalah Gavin tengah berdiri dihalaman rumahnya,ia tampak marah, tangannya mengepal menahan amarahnya . Marina yang menyadari itu langsung mendekati Gavin,ia berniat menjelaskan semuanya,namun Gavin tidak mau memberikan kesempatan pada Marina untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Oh jadi ini kerjaan kamu dirumah saat aku sedang bekerja, berduaan dan pacaran.Aku pikir kau benar-benar telah menerimaku sebagai suamimu,tapi ternyata aku salah."ujar Gavin memaki Marina,belum sempat Marina berbicara,Gavin langsung pergi dengan amarahnya.marina tidak menyerah begitu saja,ia mengejar Gavin,sedangkan Bima ia mengikuti Marina dan Gavin,ia ingin menjelaskan kesalahpahaman ini.
"Gavin berhenti,ini hanyalah salah paham.apa yang kau lihat tidak seperti yang kau bayangkan."teriak Marina sekencang kencangnya,namun Gavin tidak mendengarkan Marina ,ia tengah sibuk memainkan HP nya, tampaknya ia sedang menghubungi temannya untuk menjemputnya.Ia tidak sadar bahwa ia tengah berdiri di tengah jalan dan dari kejauhan ada sebuah mobil melaju sangat kencang dan tanpa berpikir panjang Marina berlari mendorong tubuh Gavin.
"Gavin awas..."Teriak marina.
saat Gavin berbalik Marina langsung mendorong tubuh Gavin dan"Bruuk"seketika tubuh Marina tertabrak mobil dengan kecepatan tinggi,tubuh Marina menggelinding ke atas mobil dan terpental ke jalan.
Gavin yang melihat itu langsung berteriak.
"Tidakkk Marina"teriak Gavin berlari menghampiri Marina yang terkapar dengan darah yang bercucuran dimana mana.Nampaknya Marina masih sadar,ia tengah berusaha kuat menahan rasa sakit yang teramat sangat.Gavin langsung memeluk tubuh Marina,ia menyandarkan kepala Marina kepahanya.
"Marina, maafkan aku Marina.Bertahanlah sayang."ucap Gavin menangis.
"Ga-gavin ka-kau salah,a-aku dan Bima hanyalah berteman "ucap Marina terbata-bata karena menahan sakit di sekujur tubuhnya.
"A-A-Aku men-cintaimu Gavin."ucap Marina terakhir dan langsung tak sadarkan diri.
"Tidakkkk,Marina bangun.sayang bangun, maafkan aku.sayang bangun."ucap Gavin meraung.
Tak lama kemudian,datang ambulans.Rupanya Bima yang memanggil ambulance.Marina pun segera dilarikan kerumah sakit.