
pagi itu Gavin bangun dari tidur nyenyak nya.namun ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Bukannya semalam aku berada dikantornya,kenapa aku bisa ada dikamar ku.Dan ah...kenapa kepalaku rasanya sakit sekali."guman Gavin dalam hati.
Gavin pun beranjak dari tempat tidur dan langsung pergi mandi.setelah mandi ia langsung turun untuk sarapan,ia kira Marina ada dibawah namun ia Sama sekali tidak melihatnya,ia hanya melihat biinah yang sedang menata makanan.Ia pun bertanya pada biinah.
"BI Marina dimana,kok saya cari gak ada sih."tanya Gavin .
Biinah hanya mengeryit keheranan.
"maaf tuan,apa tuan tidak ingat apa yang terjadi semalam."tanya biinah balik.
"Maksud bibi."tanya Gavin tidak mengerti.
Akhirnya biinah pun menceritakan semuanya pada Gavin.
"Shit ....ah dasar bodoh.Terus sekarang Marina ada dimana bi."tanya gavin khawatir.
"saya tidak tau tuan,semalam saya hendak melarang nyonya pergi namun nyonya keburu pergi membawa mobil sendiri.
"Ah.....yasudah bi.aku akan mencari Marina sekarang.
Gavin menyusuri sepanjang jalan, berharap bisa menemukan Marina.Ia hampir lupa,mungkin Marina pergi ke rumah orangtuanya.Gavin pun berniat untuk pergi ke tempat orang tua Marina , namun ia akan menelfon dulu takutnya tidak ada disana.
"Hallo mah."sapa Gavin ditelpon.
"Iya nak,ada apa.apa Marina baik-baik saja."tanya Windi.
Gavin berpikir sejenak.
"Kalau mama menanyakan Marina berarti Marina tidak ada disana."guman Gavin dalam hati.
"Gavin,hallo nak.kamu masih disitukan."tanya Windi.
"Eh ,iya mah .aku disini,em Marina baik baik saja.ya sudah aku akhiri ya ma."Gavin menjawab dengan cepat dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
Sedangkan Marina yang baru saja bangun dari tidurnya langsung diajak sarapan oleh elin.rencananya Elin akan mengantarkan Marina pulang.
Setelah selesai sarapan dan mandi,Marina dan elin langsung tancap gas menuju rumah Marina.
Didalam mobil Marina hanya diam melamun saja, melihat itu Elin pun menegur dan bertanya pada Marina.
"Marina kau baik baik saja kan."tanya Elin hati hati.
"Aku tidak apa-apa Lin,aku cuma sedang merutuki jalan hidupku saja.Dulu sebelum menikah aku ditinggalkan jhason disaat aku sangat mencintainya.Dan Sekarang ketika sudah menikah,suamiku selingkuh disaat aku sedang mengandung anaknya dan disaat aku mulai mencintainya."jawab Marina lirih dan menitikan air matanya yang tak sanggup ia sembunyikan lagi.
melihat itu Elin menjadi sedih melihat sahabatnya menangis.
"Marina kamu harus kuat,pasti ada jalan disetiap masalah yang kamu lalui,dan mungkin ini hanya salah paham."bujuk elin menenangkan marina.
"Terimakasih Elin kau memang sahabatku yang terbaik."ucap Marina mencoba tersenyum.
"Tidak ada kata maaf dan terimakasih dalam persahabatan Marina."jawab elin seraya tersenyum.
Mereka pun melanjutkan perjalanan kembali,kini Marina sudah lebih baik.Ia siap menerima apapun yang akan ia hadapi kedepannya,ia akan berusaha tegar jika nantinya Gavin akan pergi.Yang ia utamakan saat ini adalah bayinya.
Mereka pun sampai diruh Marina,namun terlihat sepi,ia pun mengetuk pintu beberapa kali sampai ada seseorang yang membukakan pintu dan ia adalah biinah.
melihat Marina kembali biinah merasa senang sekali.