My Lovely Husband

My Lovely Husband
KEBENCIAN



" Bagaimana , kak? Kau sudah menemukan dimana Nayla ?"


Kevin yang datang untuk melihat Nayla di rumah orang tua nya mengetahui kalau Nayla menghilang.


Bahkan Ibu Nayla pun tak tau jika Nayla di bawa pergi seseorang.


Mereka tampak cemas dan Ibu Nayla mulai menangis dan dengan lembut Ibu Kevin pun menenangkannya.


" Saya menemukan sesuatu. " Sekertaris Zein menunjukan rekaman cctv dari segala sudut rumah di i pad nya.


Mata Kevin terbelalak , tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


" Itu...bukan kah dia..."


Kevin melihat Nayla di bawa pergi oleh Devan dengan mobil nya. Dan terlihat Nayla sama sekali tak berdaya saat Devan membawanya.


" Ya ,tuan . Dia dokter yang selama ini dekat dengan nya. "


" Sialan !!" Kevin mengepalkan tangan nya dengan kuat. Wajahnya memerah karena amarah .


" Lalu..apa sekarang kau sudah tau dimana dia menyembunyikan Nayla?" Tanya Devan tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan nya dari rekaman cctv.


" Anak buah ku sedang menyelidiki,tuan." Jawab Sekertaris Zein.


" Apa maksudmu sedang menyelidiki???" Kevin memcengkram kerah baju Sekertaris Zein.


" TEMUKAN DIA SEKARANG!!!!" Teriaknya.


🎶🎶


Ponsel Sekertaris Zein berbunyi.


Dengan sigap dia langsung membuka pesan yang masuk. Dia berpikir mungkin itu informasi dari anak buah nya yang sudah mengetahui keberadaan Nayla.


Mata Sekertaris Zein terbelalak saat melihat isi pesannya dan membuat Kevin penasaran. Dia langsung merebut ponsel Sekertaris Zein.


" Apa ini???" Kevin benar - benar terkejut dengan video yang di lihat nya.


Devan mengirim video yang merekam dirinya dengan Nayla di tempat tidur berdua dan hanya dengan ditutupi selimut saja.


Sambil tertawa ,Devan mencengkram pipi Nayla dan berusaha mendekatkan nya dengan wajahnya.


Walaupun terlihat Nayla berusaha melepaskan sambil menangis memohon untuk di lepaskan.


Kevin benar - benar terbakar kali ini. Dia tidak bisa menerima apa yang telah di lakukan Devan pada Istrinya.


BUKKKK...


Kevin memukul tembok dengan sekuat tenaga dan membuat tangan nya terluka.


" Aku tidak akan pernah mengampuni nya!" Mata memerah penuh amarah di perlihatkan Kevin.


Sekertaris Zein tak bisa berkata apapun karena dia tau saat ini tuan nya sedang sangat marah dan tidak akan mendengarkan apapun.


****


" Apa kau lakukan?"


Jeanny marah melihat Devan yang berada di tempat tidur bersama Nayla.


" Kau ini apa - apaan ??!" Jeanny terlihat tak suka.


Devan tersenym manis lalu bangun dan menghampiri Jeanny.


" Sayang...Apa kau cemburu?" tanya nya sambil memeluk pinggang Jeanny dan menariknya hingga menempel ditubuh nya.


" Lepaskan !" Jeanny menahan tubuh Devan yang hanya menggunakan ****** ***** saja untuk menjauh.


" Kau tak perlu khawatir , Sayang. " Devan memeluk Jeanny dengan lembut.


" Aku hanya mencintaimu." Katanya sambil tersenyum misterius.


Mereka saling memeluk dan berciuman seolah Nayla tak ada di sana. Dan itu membuat Nayla merasa sangat jijik.


Nayla mencoba melepaskan ikatan di tangan nya. kesempatan dia karena mereka berdua sedang sibuk dengan urusan mereka dan tak memperhatikan Nayla.


Nayla terkejut dan dia melihat Jeanny sudah ada di sampingnya dan mencoba menahan agar Nayla tak melepaskan tali nya .


" Je..Jeanny !"


Raut wajah Jeanny benar - benar tanpa ekspresi. Dia menatap Nayla tajam dan penuh kebencian.


" Apa Kau tau, aku sangat membencimu ,Nayla!" Katanya sambil mengusap - usap tangan Nayla


" Kalau saja kau tidak datang di hidupku, mungkin aku akan hidup mewah dan bahagia selamanya." ekspresi wajah Jeanny terlihat sedih.


Nayla merasa sangat takut dengan perubahan ekspresi Jeanny.


" Tapi tiba - tiba...." Jeanny meremas tangan Nayla hingga Nayla kesakitan.


" Ah..Sakit.."


" Kau datang dan menghancurkan semua nya !!"


Jeanny mengangkat tangan Nayla dan dengan kencang meremas nya hingga Nayla berteriak dan hampir menangis.


" Lepaskan tanganku..Ku mohon.."


Tapi Jeanny malah terlihat senang dengan penderitaan Nayla.


Devan yang baru keluar dari kamar mandi untuk berpakaian pun terkejut melihat apa yang di lakukan Jeanny pada Nayla.


" Hei...Hei..Hentikan." Devan langsung melepaskan tangan Jeanny.


" Apa - apaan kau ini ?! " Jeanny maah karena Devan mengganggu kesenangan nya.


" Jangan seperti itu. Kalau dia kenapa - kenapa,kita dalam masalah." Devan mencoba menjelaskan.


" Aku tidak peduli!" Jeanny menepis tangan Devan.


" aku tidak menginginkan apapun lagi selain melihat dia mati!" Jeanny mencekik leher Nayla dengan kencang.


Devan terkejut dengan apa yang di lakukan Jeanny.


" Hei Jeanny hentikan!!" Devan menarik paksa Jeanny.


" apa kau sudah gila? bagaimana jika dia mati ?!" teriak Devan yang sudah tak sabar melihat kelakuan Jeanny.


" Ku bilang aku tidak peduli !!!" Jeanny berteriak.


" Aku hanya ingin dia mati !!" Jeanny berniat berlari ke arah Jeanny lagi tapi Devan langsung menahan nya dengan memeluk pinggang nya.


" Hei sabarlah. Sekarang belum waktu nya . " Devan menenangkan Jeanny.


" Kau..." Jeanny melotot .


" Jangan - jangan kau benar - benar menyukai nya??" kata - kata Jeanny terasa getir.


" apa maksudmu ?" raut wajah Devan berubah saat mendengar tuduhan Jeanny.


Seperti pencuri yang ketahuan mencuri.


" Jadi benar kau juga menyukai nya?!" Jeanny tersenyum getir.


" Tidak Jen..Aku..."


" Bohong !!" Jeanny menepis tangan Devan dengan keras.


" Kalian sama saja! kalian mempermainkan ku!!" Jeanny mulai menangis dan tak bisa mengendalikan emosi nya.


Dia melempar semua barang yang dia lihat ke arah Devan dan hampir mengenai Nayla.


Tapi dengan sigap Devan menghalangi nya dan mengenai tangan nya.


Karena pertengkaran yang terjadi antara mereka berdua hingga mereka tidak menyadari bahwa Kevin dan anak buah nya sudah berada di lokasi dimana mereka menyekap Nayla.


Dan bersiap untuk masuk dan menangkap mereka.