My Lovely Husband

My Lovely Husband
PENGAKUAN JEANNY



Jeanny terkejut dengan kedatangn Kevin ke rumahnya.


Kevin terlihat sangat marah saat datang menemuinya. Jeanny sebenarnya tak mengerti kenapa dia marah.


Dia langsung menghampiri Kevin, berusaha untuk berpikir kalau semua nya baik - baik saja.


" Sayang, kenapa tak bilang kalau mau kesini? " Katanya yang langsung memeluk pundak Kevin.


Kevin diam dan langsung menarik tangan Jeanny dan melepaskannya dengan kasar.


" Aw.. sayang. Ada apa? " tanya Jeanny.


Kevin mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video yang dia dapat.


" Apa ini? " Jeanny mulai ketakutan.


" Kau lihat baik - baik. " kata Kevin.


Dengan ragu Jeanny mengambil ponsel Kevin dan melihat Video nya.


Jeanny terlihat sangat terkejut. Terlihat tangan nya mulai gemetar.


Dia melihat di video tersebut, dirinya ada di sebuah club malam bersama teman wanita dan teman pria nya.


Dia sedang berpesta minuman keras sambil menikmati musik keras disana. Lalu dia pergi berdansa dengan seorang pria. berdansa sambil memeluknya dengan mesra, dari pria satu ke pria yang lain.


Mereka mengelilingi nya dan sesekali mencium Jeanny. Terlihat Jeanny mabuk dan menikmati malam itu.


" APA MAKSUD DARI SEMUA INI?? " teriak Kevin sambil membanting ponsel nya hingga hancur berantakan.


Kyaaa..


Jeanny menjerit saking terkejut nya.


" itu.. itu tidak benar. Pasti ada yang ingin menjatuhkan ku. " Jeanny sangat gugup.


" Jangan berbohong pada ku!" Kevin mencengkram kedua pipi Jeanny.


" Apa yang sudah kau lakukan? " Kevin benar - benar menahan amarahnya.


" Aku tidak tau, aku tidak tau. " Jeanny seperti akan menangis.


" Kau sudah membodohiku selama ini. " Kevin mendorong Jeanny hingga Jeanny jatuh tersungkur.


" Sayang tolong percaya padaku. Aku tidak tau video apa itu. " Jeanny terus merengek sambil menangis.


" Lebih baik sekarang kau jelaskan padaku ada apa sebenar nya! " Kevin masih menahan semua nya.


" aku tidak tau.. " Jeanny terus menangis dan tidak mengatakan apapun lagi.


" apa harus aku hubungi pria yang ada di video itu untuk mengatakan semuanya? " ancam Kevin.


Jeanny sontak terkejut lalu menggeleng-gelengkan kepala nya.


" Tidak.. tidak.. Jangan. Mereka pasti mau berbohong padamu. Jangan percaya mereka. " Katanya sambil mencoba memegang tangan Kevin.


" Kenapa? apa kau takut semua nya akan terbongkar? " Wajah Kevin terlihat menyeramkan karena penuh amarah.


" Karena kau takut aku tau bahwa kau tidak hamil?!! " Kevin setengah berteriak.


Jeanny benar - benar terkejut sampai dia tidak bisa mengatakan apapun.


" KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU? " Teriak Kevin.


" A.. aku tidak mengerti. ".Jeanny terus tak mengaku.


Kevin berjongkok di depan Jeanny.


" Baiklah, jika memang kau tak mau mengakui semuanya. " Katanya.


" Aku akan membawamu ke rumah sakit untuk di periksa dan jika... " Kevin menunjuk Jeanny.


" Jika kau terbukti tidak sedang hamil, aku akan membawa mu ke kantor polisi!" Kevin berdiri setelah mengatakan itu.


" Tidak! Jangan lakukan itu padaku. " Jeanny memegang tangan Kevin sambil menangis.


" Jangan bawa aku ke polisi. Tolong maafkan aku! " Katanya.


" Jadi,,, apa yang akan kau jelaskan?" Tanya Kevin lagi.


" Baik,,baik aku mengaku salah. Tolong maafkan aku. "


" Apa kesalahan mu? " Kevin benar - benar ingin mendengar dari mulut Jeanny sendiri tentang kebenaran nya.


Jeanny menunduk.


" Aku.. aku memang tidak hamil. "


Kevin menutup matanya dan mengusap wajah nya sendiri untuk menahan emosi nya.


" Untuk apa kau melakukan itu? "


" Karena aku tidak ingin kau meninggalkan ku! " Jeanny setengah berteriak.


" Aku melakukan nya supaya kau menikah dengan ku! "


" Aku tidak suka melihat mu jadi milik orang lain dan bahagia dengan nya. " Jeanny menjelaskan sambil terus menangis.


" Aku hanya ingin kau jadi milik ku saja! "


" Kau memang sudah tidak waras! " Kata Kevin.


" Apa kau yakin kau mencintaiku? atau hanya obsesi mu saja? "


" Aku benar - benar mencintaimu! " Jeanny terus berusaha membuktikan diri nya.


" LALU KENAPA KAU MEMBOHONGI KU? " Kevin kembali berteriak.


PRANKKK..


Dia memukul jendela kaca di depan nya.


Clak.. Clak.. Clak..


Darah segar mengalir dari tangan nya.


Jeanny sangat terkejut melihat tanga Kevin yang terluka.


" Itu karena aku tidak ingin kehilangan mu! " Jeanny sedikit takut karena Kevin terus berteriak pada nya.


" Padahal aku percaya semua kata - kata mu selama ini. " Kevin terlihat lemas.


" Aku bahkan lebih mempercayai mu dari pada istri ku sendiri. " Kevin terlihat frustasi saat mengingat Nayla.


" Aku sudah membuat nya terluka dan pergi meninggalkan ku. " Kevin meremas rambut nya dengan kedua tangan nya dan terlihat sangat menyesal.


" Aku sudah meragukan anak ku sendiri. "


" Sayang tolong maafkan aku. " Jeanny merangkak mendekati kevin dan memeluk kaki Kevin.


" Aku tau akau salah. Aku minta maaf. "


Kevin menarik kakinya dan menjauh dari Jeanny.


" Memafkan mu? "


" Ya. Aku tau kau mencintaiku dan pasti akan memafkan ku. " Dia bicara dengan sangat percaya diri.


" tolong jangan tinggalkan aku. "


" Aku tau kau tak akan meninggalkan ku kan? " katanya sambil tersenyum - senyum.


" Kau benar - benar sudah tidak waras. " Kevin terlihat tak suka melihat Jeanny sekarang.


" Mulai sekarang, jangan pernah ganggu aku ataupun Nayla lagi. " Kevin memegang dagu Jeanny.


" Atau aku akan melaporkan mu ke polisi!" Kevin langsung pergi setelah mengatakan itu.


BRAKKK..


Membanting pintu dengan keras.


" Tidak! Kevin jangan tinggalkan aku! Ku mohon! " Jeanny berteriak tapi Kevin sama sekali tak mendengar kan nya.


Jeanny menangis tersedu - sedu.


" Tidak bisa! tidak bisa seperti ini. " Kata nya.


" Jika aku tidak bisa memiliki mu, maka orang lain pun tidak! " Katanya sambil tertawa kecil.


" Aku tidak akan membiarkan Nayla bahagia bersama mu! " Wajah nya berubah menjadi serius dalam sekejap.


*****


Nayla dan Lisa sedang makan bersama dan juga Devan ikut bersama mereka.


Lisa mengundang Devan ke apartemen nya karena dia tau, Nayla seperti nya senang saat bersama Devan karena dia orang yang lucu.


Devan menceritakan cerita lucu pada mereka. Dan mereka menikmati makan malam dengan gembira.


Ting.. Tong..


Suara bel berbunyi.


" Hmm.. siapa yang bertamu malam - malam begini? " Kata Lisa .


" Biar aku yang lihat. " Nayla langsung pergi ke depan.


Dia membuka pintu sedikit untuk melihat siapa yang datang.


" Siapa? " Tanya nya.


Nayla sangat terkejut karena yang datang adalah Kevin.


Dia terlihat sangat berantakan dan Nayla melihat tangan Kevin yang berdarah.


Sontak Nayla membuka pintu.


" Kevin! tangan mu kenapa? " Nayla langsung memegang tangan Kevin dan melihatnya.


Walaupun darah sudah tak keluar, tapi masih tersisa darah di tangan nya.


" Apa kau baik - baik saja? " Nayla terlihat sangat khawatir.


Lisa dan Devan ikut ke depan dan melihat Nayla dan Kevin di sana.


Tiba - tiba Kevin memeluk Nayla dengan erat.


" Maafkan aku, Nay. " Katanya.