
Beberapa hari setelah Marina sadar dari komanya.Sekarang Marina sudah sembuh dan bisa pulang.Gavin sudah mempersiapkan kepulangan Marina.Lalu mereka pun pulang .
Setelah sampai di rumah Gavin langsung menggendong Marina menuju kekamar di lantai dua
"Gavin sudah turunkan aku,aku bisa jalan sendiri."ucap Marina.
"Tidak,kau harus istirahat dan tidak boleh capek."jawab gavin.
akhirnya mereka sampai dikamar,Gavin langsung merebahkan tubuh Marina dengan lembut.
"Kau istirahat lah,aku mau mengambil barang barang kita dulu."ucap Gavin lembut sambil mengusap lembut kepala Marina.Namun saat hendak pergi,Marina menahan gavin.
"Tunggu, nanti saja ngambilnya.Temani aku tiduran."pinta Marina dengan manja.
"Hmmmm,kenapa kau jadi manja seperti ini sayang."tanya Gavin sembari neik keranjang untuk menemani Marina istirahat.
"kau tidak mau,yasudah sana pergilah biar aku sendiri."tukas Marina sambil memajukan bibirnya.
"Kenapa kau ini mudah marah,aku hanya bercanda.Aku akan menemanimu sayang."ucap Gavin sambil mencubit hidung mungil Marina.
Marina pun langsung tersenyum dan memeluk Gavin.
Tidak terasa Hari sudah larut malam, Gavin dan Marina tengah duduk berdua menonton TV,mereka asik bercanda.
"Sayang,ini sudah malam.sebaiknya kita istirahat."ajak Gavin pada Marina.
"Baiklah,tapi gendong aku ya."pinta Marina manja.
"Baiklah istriku yang manja."jawab Gavin langsung menggendong Marina menuju kamar.
setelah di kamar Gavin langsung menurunkan Marina.
"Mmmmm, Karena aku sudah menggendongmu aku minta imbalan ku."ucap Gavin tersenyum jahil.
"Imbalan, imbalan apa ."tanya Marina bingung.
"Gavin pun tersenyum jahil dan mulai mendekati Marina,ia menarik pinggang Marina agar ia mendekat.
Marina mengerti apa yang diinginkan oleh suaminya ini.
Gavin mulanya hanya mengecup ringan saja,dan pada akhirnya entah sejak kapan ciuman itu berubah jadi panas.Mereka saling memangut mengimbangi permainan bibir mereka, lidah mereka saling bertautan.sesekali Gavin menggigit pelan bibir bawah Marina. setelah puas dibibir Marina,Gavin mulai turun ke leher jenjang istrinya itu,bau harum tubuh Marina,yang selalu membuat Gavin rindu.
Mereka menghabiskan malam panjang yang panas,melepas rindu masing masing.akhirnya tubuh Gavin ambruk diatasi tubuh marina.
"Kau memang nakal."ucap Marina lemas.
"Aku nakal hanya padamu sayang."jawab gavin berbisik lembut.
Mereka pun tertidur pulas dengan saling memeluk,seakan tidak mau terpisahkan lagi.
*####*
Tidak terasa sudah sebulan lebih setelah Marina pulang dari rumah sakit.kini Gavin sudah kembali bekerja seperti biasa,bahkan kini perusahaannya tengah sukses besar.
Pagi ini Marina sudah menyiapkan sarapan untuk Gavin ,namun Marina terlihat pucat dan lemas.Gavin yang baru turun dari kamar langsung bertanya pada Marina.
"Sayang kau kenapa,apakah kau sakit."tanya Gavin khawatir.
"Tidak,mungkin hanya kecapean."jawab Marina.
"yasudah kalau begitu kita sarapan, habis itu kamu langsung Istirahat."perintah Gavin.
"Gapapa lagian ini pekerjaan rumah masih banyak."jawab Marina.
"gak usah biar aku panggil biinah untuk mengerjakan pekerjaan rumah saja."Gavin tidak mau terjadi apa apa pada Marina.
"mereka pun sarapan,namun saat sarapan perut Marina terasa mual,ia pun langsung berlari ke kamar mandi.
Gavin terlihat khawatir dan langsung menyusul Marina.
"Sayang kau kenapa, sebaiknya kita kedokter ya."ajak Gavin karena merasa khawatir,namun Marina menolak.
"Gak usah,aku baik baik saja.mungkin ini cuma lambung aku lagi kumat."tolak Marina.
"Ya sudah kau sebaiknya istirahat,ayo aku antar kekamar."ajak Gavin.
Marina pun menurut dan istirahat,sedangkan Gavin,ia pergi kekantor dan ia juga tidak lupa menghubungi biinah untuk datang ke rumahnya.