My Husband's Secret

My Husband's Secret
Tertangkap Basah



Bab 39


"Melly! Dasar mu*rahan! Tidak tahu diuntung! " umpatan - umpatan kasar keluar dari mulut pria berusia 50 tahun lebih itu. 


Melly yang masih terlelap dengan posisi tidur berpelukan dengan seorang pemuda berusia 25 tahun itu, terkejut bukan main mendengar teriakan suaminya yang memekakkan telinga. 


Mas! lirih Melly. Dia tidak bisa berkata apapun, dia tertangkap basah oleh suaminya sendiri. Dia berselingkuh dengan seorang pemuda. Dia tidak bisa mengelak atau membela diri. Bukti sangat kuat, dirinya satu ranjang dengan seorang pemuda tanpa sehelai benangpun menempel di tubuhnya. 


Terlihat jelas dada Rendra naik turun menahan emosi. Sorot matanya sungguh mengerikan seakan ingin menelan bulat - bulat dua manusia sialan di hadapannya itu. 


"Cepat kenakan pakaian kalian! Aku tunggu di depan!" bentak Rendra seraya membanting pintu kamar itu. 


"Si*alan!" umpatnya kesal bukan main, maksud hati ingin memberikan kejutan manis di pagi hari pada istri mudanya, malah dia yang mendapatkan kejutan yang menjijikan. 


Melly sangat panik dan takut, kemudian dia menyuruh pacar gelapnya segera meninggalkan tempat itu lewat pintu samping agar tidak bertemu dengan suaminya, setelah selingkuhannya pergi, dia membersihkan diri dan mengenakan pakaian. 


Dengan takut dia menemui Rendra di ruang tamu. 


"Mas, panggilnya seraya menundukan kepala. 


Rendra menoleh, tatapannya sangat dingin rahangnya mengeras, sungguh dia tidak menyangka istri muda yang selalu dia manjakan dengan segala kemewahan dan kasih sayang ternyata bermain gila di belakangnya. 


"Jadi ini yang kamu lakukan setiap aku tidak ada di rumah, hah ?!" bentak Rendra dengan mata melotot. 


"Sudah! Sudah! Tidak perlu bicara lagi! Sudah cukup apa yang aku lihat adalah sebuah bukti kamu bermain gila di belakangku!" sergah Rendra dengan suara yang tinggi. 


"Mas, maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, aku melakukannya hanya karena aku kesepian kamu kan, tidak setiap hari di rumah," Melly beralasan. 


"Tidak peduli apapun alasanmu itu, aku tidak terima dan tidak ada dalam kamusku memaafkan seorang penghianat!" bentak Rendra. 


"Mas, aku mencintaimu, aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi," Melly menghiba sambil bersimpuh di kaki Rendra, Melly tidak ingin dicampakan oleh Rendra karena bagi dirinya Rendra adalah mesin ATM berjalan. Dia tidak ingin kehilangan kemewahan yang diberikan Rendra. 


"Tinggalkan rumah ini sekarang juga, bawa semua barang - barang yang pernah aku berikan termasuk mobil, jangan sampai ada yang tertinggal,aku ceraikan kamu detik ini juga," sentak Rendra seraya mendorong tubuh Melly agar tidak menempel di kakinya. Dia merasa jijik dengan wanita itu. Dia membayangkan Melly berc*inta dengan dirinya lalu ber*cinta dengan pria lain." Cih! Menjijikan! Ja*lang! Mu*rahan! " Dia kembali bersumpah serapah. 


"Aku tidak mau! Aku mencintaimu! Jangan usir aku!" teriak Melly histeris sambil meraung - raung mengeluarkan air mata buayanya. 


"Pergi dengan sukarela kamu boleh bawa mobil itu atau mau aku seret dan kamu tidak akan mendapatkan apa - apa," ancam Rendra. 


"Bb. baik aku pergi!" pekik Melly. 


Melly tidak ingin kehilangan mobil mewah itu, jadi dia memutuskan pergi dari rumah itu. 


Semarah apapun Rendra kepada Melly tapi dia masih bisa menahan dirinya untuk tidak memukul wanita itu. Sejatinya Rendra adalah seorang pria yang penyayang dan baik hati. Tidak pernah sekalipun pun dia bersikap kasar kepada orang di sekitarnya terutama keluarganya.