My Husband's Secret

My Husband's Secret
Check In



Bab 29


Hari Sabtu


Hari ini acara "Ngunduh Mantu" dilaksanakan, semua sibuk mempersiapkan acara tersebut , Zein merasa ibu menguasai istrinya selama dua hari ini. Satu atap tapi jarang bertemu, Zoya disibukan membantu ibu, mulai dari membuat kue, sampai dekorasi, istrinya itu ikut serta.


Zoya kembali ke kamar saat dirinya sudah terlelap. Ketika dia bangun, Zoya sudah tidak berada di sampingnya lagi.


Zein kesal karena selama dua hari ini dia tidak bisa menyentuh istri cantiknya. Zein merindukan untuk melakukan itu bersama Zoya. Ya ampun Zein, tidakkah bisa bersabar? masih banyak waktu lho Zein.


Acara akan dimulai pukul tiga, kerabat ibu juga sudah mulai berdatangan.


Begitu juga keluarga Zoya, Papa Rendra dan Ibu Medina, Kak Zetta beserta suami dan anaknya sudah datang Jumat malam. Namun, mereka masih berada di hotel saat ini. Rencananya mereka akan datang, satu jam sebelum acara dimulai.


Mengetahui keluarga istrinya berada di hotel, Zein pun punya ide mengajak Zoya keluar rumah dengan alasan mengunjungi mama dan papa. Padahal hanya akal - akalan pria itu saja, agar bisa berduaan dengan istrinya. Pagi itu juga Zein mengajak Zoya pergi ke hotel, ke tempat keluarga Zoya menginap.


Sesampai di hotel, bukannya menemui keluarganya Zoya, tapi malah Check In di hotel tersebut.


"Lho Mas, ngapain nyewa kamar di sini? Bukankah kita ke sini untuk bertemu keluargaku," cecar Zoya dengan heran.


"Sebentar saja ya sayang, aku pengen berduaan sama kamu di sini," sahut Zein dengan senyum miringnya.


Zein membawa istrinya masuk ke dalam kamar hotel itu. Setelah mengunci pintu Zein membopong wanitanya.


Zein melemparkan Zoya ke kasur, untung saja kasurnya super empuk jadi Zoya tidak kesakitan, hanya kaget saja tiba - tiba dilempar.


Zein merangkak di atas tubuh Zoya. Kakinya berada di antara kedua pah*a Zoya, kedua tangannya bertumpu di kasur.


Cup!


Zein mengecup bi*bir Zoya dengan lembut.


"Aku merindukanmu, dua hari ini kamu terlalu sibuk bersama Ibu, kamu mengabaikanku, padahal satu atap, tapi mengapa begitu sulit bertemu denganmu?" ucap Zein penuh rindu.


"Ya ampun Mas, kamu berlebihan!" ucap Zoya seraya merotasikan matanya. Suaminya ini sungguh lucu, baru dua hari saja jarang bertemu sudah seperti mau mati saja.


Zoya terkekeh.


"Malah tertawa!" hardik Zein.


Setelah itu laki - laki itu membungkam mulut Zoya dengan ci*uman mautnya.


Zoya yang pernah merasakan betapa nikmatnya mencapai puncak, tidak kuasa lagi menahan hasratnya. Untuk yang ke sekian kali suaminya selalu berhasil memancing api ga*irah dalam dirinya.


Zoya mendorong tubuh suaminya dengan kasar, lalu dia bagkit dan kini dia yang berada di atas.


Zoya membuka kancing kemeja suaminya itu, Entah keterampilan dari mana dia bisa melucuti pakaian suaminya itu, lalu melemparnya ke lantai.


Kini suami istri itu sudah tidak mengenakan apapun, benda yang melekat di badannya sudah terlepas semua.


Zoya menggesek - gesekan tubuhnya di atas tubuh Zein, sehingga membuat Zein mengerang. Miliknya semakin menegang dengan sempurna.


Seperti singa yang kelaparan, Zoya menyerang Zein tanpa ampun, membuat Zein tersiksa dengan kenikmatan yang diberikan istrinya.


Tanpa terasa mereka melakukan penyatuan sampai tiga kali.


Keduanya terkulai lemas di kamar hotel itu, keringat membanjiri tubuh keduanya, padahal kamar itu sangat sejuk.


"Mas, sudah siang, ayo mandi, lalu kita temui keluargaku sebentar," rengek Zoya.


"Iya, sayang! " sahut Zein.


Selesai membersihkan diri, Zoya dan Zein bertemu dengan keluarga Zoya. Mereka hanya makan siang dan mengobrol sebentar lalu berpamitan pulang, karena ibu sudah bolak - balik menelpon agar mereka segera kembali.


Kediaman Ibu Mira.


Ibu kesal karena Zoya dan Zein tidak berada di tempat, padahal sudah waktunya Zoya dirias.


"Kemana sih, anak-anak ini? bikin panik saja! Sudah jam dua belum juga kelihatan batang hidungnya," omel ibu.


Tak berapa lama, suami istri itu muncul di hadapan ibu.


"Ya ampun Zein! dibawa kemana istrimu ini jam segini baru datang? " cecar ibu.


"Zein hanya cengar - cengir." Maaf Bu, tadi bertemu keluarga Zoya dari malang, " ucap Zein tanpa merasa bersalah.


" Sudah jangan banyak bicara lagi!


Segeralah bersiap - siap, " perintah ibu.


Zein dan Zoya pun digiring ke kamar untuk dirias.