My Husband's Secret

My Husband's Secret
Bab 31



Bab 31


Sepulang dari Kota Batu, Zoya dan Zein menjalani kehidupan sehari - hari seperti halnya pasangan suami istri lain. Penuh cinta dan kasih. Zein memperlakukan Zoya seperti seorang ratu, begitupula sebaliknya Zoya memperlakukan Zein seperti raja.


Seperti biasa Zein menghabiskan waktunya di bengkel, sedangkan Zoya di toko kue. Mereka berkumpul di sore hari menjelang malam.


******


Siang itu, seorang wanita seksi mendatangi bengkel Zein menggunakan motor matic. Wanita itu mendekati Zein yang sedang memperbaiki mobil.


"Mas Zein, sibuk ya?" tanya wanita itu dengan suara dilembut- lembutkan.


Zein menoleh kepada wanita itu, lalu tersenyum setelah mengetahui siapa yang datang.


"Eh, Mbak Melly? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Zein dengan sopan dan ramah, seperti yang dia lakukan terhadap semua pelanggan.


"Mobil saya mogok lagi, bisa ke rumah saya untuk memperbaikinya?" Melly mengatakan maksud dari kedatangannya ke bengkel itu.


Hmmm… sesaat Zein berpikir.


"Tapi saya maunya kamu yang memperbaiki mobil saya, karena saya tidak bisa mempercayai orang lain selain kamu," ucap Melly.


"Baiklah Mbak, setelah saya menyelesaikan memperbaiki mobil ini, saya segera ke rumahnya Mbak," ucap Zein.


"Oke! Saya tunggu!" ucap Melly.


Lalu wanita berpakaian minim itu meninggalkan bengkel milik Zein.


Sesuai janji, setelah selesai memperbaiki mobil pelanggan, Zein bergegas ke rumah Melly.


"Kris, titip bengkel ya, aku ke rumah Mbak Melly dulu." Zein berpamitan kepada Kris.


"Siap Mas Bos!" seru Kris.


Sesampai di rumah Melly, Zein disambut Melly dengan ramah. Melly sudah menyiapkan minuman dan camilan untuk Zein.


Zein langsung memeriksa mobil Melly yang katanya mogok.


Dengan teliti Zein memeriksa mesin mobil, mencari penyebab kendaraan itu mogok.


"Sudah ketemu Mas, masalahnya?" tanya Melly yang tiba - tiba berada di belakang Zein dengan bua*h da*da menempel di punggung Zein.


Sontak Zein terkejut dan merasa risih, lalu dia bergeser untuk menghindar. Kini mereka dalam posisi berjejer.


"Tidak ada yang serius, Kabel di terminal aki hanya kendur saja, sudah saya perbaiki, silahkan di coba mobilnya, Mbak," ucap Zein dengan ekspresi datar.


Melly pun mencoba menstarter mobilnya, alhasil mobil bisa hidup.


"Wah, keren si Masnya bisa langsung mengetahui permasalahannya," ucap Melly dengan senang.


"Tetapi, jika mobil masih sering mogok, diganti saja akinya, " imbuh Zein.


"Iya baiklah, terimakasih ya, Mas, oh ya Mas, waktunya makan siang, ayo makan siang di rumahku! " ajak Melly.


"Tidak usah Mbak, di rumah, istri saya masak," tolak Zein.


Sesaat Melly tertegun, ternyata pemuda incarannya telah beristri. Tapi dia sudah terlanjur menyukai pria muda di hadapannya itu, jadi dia tidak akan menyerah begitu saja.


"Ayolah Mas! Saya tidak suka penolakan, sekali ini saja Mas, saya terlanjur sudah menyiapkan semuanya," Melly memaksa Zein seraya menarik tangan Zein agar masuk ke dalam dan mengajaknya ke ruang makan.


Mau tidak mau Zein menurut, karena sudah diseret seperti itu.


Mereka pun duduk di kursi yang ada di ruang makan dengan posisi berhadapan.


Melly mengambilkan Zein nasi dan lauk pauknya, lalu memberikannya kepada Zein. Zein pun menerimanya lalu memakannya.


Melly tersenyum senang, akhirnya, pemuda incarannya kini berada di hadapannya. Dia senang bisa makan bareng dengan pemuda tampan bermata coklat terang itu.


Selesai makan, Zein beranjak dan berpamitan.


"Mbak terima kasih makan siangnya, sebagai ucapan terimakasih saya , Mbak tidak perlu membayar biaya servis mobil Mbak, saya permisi mau pulang," ucap Zein.


"Kok terburu - buru sih, Mas? Temani saya ngobrol - ngobrol dulu lah Mas!" ucap Melly dengan gaya sensualnya.


"Maaf Mbak, saya masih banyak pekerjaan di bengkel," Zein menolak seraya berbalik hendak meninggalkan rumah Melly.


Melly tidak terima ditolak oleh Zein, lalu dia mengejar Zein dan memeluknya dari belakang


"Sebentar saja! Saya bisa membayar kamu berapapun, asalkan kamu mau diajak senang - senang sama saya," ucap Melly seraya meraba - raba dada Zein.


Zein terkesiap dan merasa jijik dengan tingkah laku istri muda papa mertuanya.


Dengan paksa Zein melepas tangan Melly yang meraba - raba dadanya.


"Mbak! Sungguh kamu tidak sopan!" sentaknya seraya mendorong tubuh Melly dengan kasar agar menjauh darinya. Zein sudah tidak bisa bersikap santun lagi kepada Melly.


"Jangan mun*fik kamu! Nanti kamu akan menyukainya!" Melly memekik dengan napas memburu, dia emosi karena tidak terima ditolak


"Tidak akan! Kamu tahu siapa saya? Saya suaminya Zoya, anak tiri kamu!" Zein sedikit membentak.


Melly memelototkan matanya, sungguh dia tidak menyangka kalau pria di hadapannya itu adalah suami dari anak tirinya.


"Tolong jaga sikap kamu! Dan jangan kembali ke bengkel saya lagi, saya akan menganggap kejadian ini tidak pernah terjadi," ucap Zein dengan penekanan. Lalu dia segera pergi dari rumah itu.


Melly terkesiap, dia membiarkan Zein pergi.


"Sial!" umpatnya sambil menendang kursi makan di hadapannya.