My Husband's Secret

My Husband's Secret
Menjebol



Bab 23


Pukul 11 malam


Zoya menggeliat, tidurnya terganggu. Ada sesuatu yang menimpa tubuhnya. Dengan susah payah dia membuka matanya.


Zoya membelalakan matanya, dia terperangah dengan kelakuan suaminya yang sudah berada di atas tubuhnya. Pria itu sedang men*cum*bunya. Keadaan mereka saat ini masih polos karena belum sempat mengenakan pakaian.


"Ngantuk!" rengek Zoya.


"Kamu diam aja, biar aku yang bekerja, malam ini, aku harus berhasil menjebolmu," ucap Zein dengan senyum mesumnya.


"Ish… tidak bisakah kita lanjut besok? Aku sudah mengantuk," ucap Zoya berusaha menolak Zein.


"Tapi aku ingin berhasil malam ini juga," ucap Zein tidak menghentikan aksinya.


Cup! segera Zein membungkam mulut Zoya dengan sebuah kecu*pan agar tidak melanjutkan bicaranya.


Zoya terkesiap, tubuh Zoya kembali terbakar api ga*irah. Zein tidak menyia - nyiakan kesempatan itu. Zein tahu istrinya kembali ber*ga*irah.


Zein kembali memberikan sentuhan yang memabukan, sehingga Zoya terbuai dan mengeluarkan suara - suara aneh, namun terdengar indah di telinga Zein.


Zein mengelus bagian bawah tubuh Zoya yang sudah kembali basah. Zein menyeringai tipis. Lalu dia mengarahkan miliknya ke dalam milik Zoya, Zein berusaha keras mendorong miliknya. Tiga kali mendorong akhirnya milik Zein bisa melesak masuk ke dalam, memenuhi lorong sempit itu.


"Aww! Sakit!" Zoya memekik dan hendak mendorong tubuh Zein.


"Mas! Berhenti ya, sakit banget," rengek Zoya. Sudut matanya sudah menggenang.


Zein menghentikan aksinya, dia memberi kesempatan kepada Zoya untuk bernapas.


"Sakit banget," rengek Zoya.


"Awalnya emang sakit, tapi harus dibiasakan,nanti lama-lama terbiasa dan tidak sakit lagi, " ucap Zein menenangkan Zoya.


"Lanjut ya, sudah terlanjur masuk, aku tidak mungkin mundur lagi," ucap Zein yang hasratnya tidak bisa dibendung lagi.


Awalnya Zein menggerakan tubuhnya secara perlahan agar Zoya tidak merasa kesakitan. Zein juga sudah berusaha menenangkan Zoya dengan sebuah ci*uman. Semakin lama, Zein semakin cepat memompa di bawah sana.


Zoya pasrah meskipun sakit yang luar biasa, intinya robek mengeluarkan cairan merah. Zoya mengeratkan giginya untuk menahan rasa sakit yang luar biasa. Tapi Zoya bisa bertahan tanpa mengeluarkan air mata.


"Aa.. Kuu.. Sudah tidak kuat lagi, aghh! Uh! Huh! Zein sudah sampai ke puncak nirwana. Zein ambruk di atas tubuh Zoya.


" Terima kasih sayang, " ucap Zein sambil menghujami wajah Zoya dengan kecupan.


Zein berguling ke samping melepas penyatuan mereka, Zein terkulai lemas, tenaganya sudah habis terkuras.


Sedangkan Zoya hanya merasakan sakit di intinya padahal pemanasan yang diberikan Zein sangat cukup. Dia tidak merasakan puncak kenikmatan seperti yang dirasakan Zein. Dia sendiri merasa bingung mengapa bisa begini. Padahal malam pertama yang digambarkan dalam kisah romantis digambarkan begitu indah. Apakah cerita - cerita romantis itu berbohong? Atau memang dirinya yang bermasalah? Ah entahlah.


Saat Zoya akan turun dari ranjang hendak membersihkan diri ke kamar mandi, dia meringis kesakitan, ngilu dan perih.


Sontak Zein merasa bersalah dan kasihan, lalu Zein menggendong Zoya ke kamar mandi.


Aww! Zoya memekik kaget dengan tindakan suaminya itu.


"Aku bisa sendiri, tidak perlu menggendongku segala," ucap Zoya.


"Udah kamu diam saja!" ucap Zein lalu membawa Zoya ke kamar mandi.


Setelah bergantian membersihkan diri, Zein dan Zoya ke dapur untuk mencari makanan, karena pergulatan panas tadi menguras tenaga mereka, sehingga mereka kelaparan.


"Sakit banget ya?" tanya Zein kepada Zoya karena Zoya terlihat pucat.


Zoya menganggukan kepala. "Iya," jawabnya singkat.


"Tidak apa-apa, nanti juga terbiasa. Lama - lama tidak akan sakit lagi, yang penting nanti kita sering melakukannya," ucap Zein dengan tersenyum miring.


"Ish kau itu," sergah Zoya seraya memukul lengan Zein pelan.


Zein menangkap tangan ramping itu dan menciumnya.


"Terima kasih ya, karena kamu sudah memberikan malam pertama kamu seutuhnya kepadaku," ucap Zein.


Zoya tersenyum, Zoya bahagia karena sudah memberikan mahkotanya kepada pasangan halalnya.


" Aku buatkan mie instan ya?" tanya Zein.


" Biar aku saja yang buat, " sahut Zoya.


" Aku aja! Kamu istirahat saja!" titah Zein lalu mengambil mie instan di lemari dan merebusnya.


Tak berapa lama mie instan rebus itu telah terhidang di meja. Zein dan Zoya melahapnya.


"Kenapa ya, mie instan buatan kamu kok enak?" tanya Zoya. Karena memang Zoya merasa nikmat memakannya.


"Karena aku bikinnya penuh cinta," Zein menggombal. Zoya tersenyum tipis.


Setelah selesai makan mie instan, mereka berdua kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur.