My Husband's Secret

My Husband's Secret
Bab 33



Bab 33


"Sayang!" sentak seseorang mengejutkan Zoya.


Sontak Zoya mendorong Rio sehingga Rio mundur satu langkah.


"Mas Zein!" serunya sedikit panik. Zoya takut suaminya salah paham.


"Siapa dia Zoy?" tanya Rio.


"Suamiku," ucap Zoya dengan cepat.


Oh, (Rio ber _oh ria). Rio tersenyum kecut dia tidak menyangka gadis di hadapannya itu ternyata sudah menikah.


"Mas, kenalin ini Rio temanku semasa SMA." Zoya memperkenalkan Rio kepada Zein .


"Rio, ini suamiku, Mas Zein," ucap Zoya sambil bergelayut manja di lengan Zein.


Tanpa banyak bicara Zein dan Rio bersalaman, setelah itu Rio pamit undur diri.


Zein tidak suka istrinya dipeluk pria lain. Tetapi dia diam saja, tidak menampilkan ketidaksukaannya.


Sebenarnya ingin sekali menghajar pria yang yang sudah lancang memeluk istrinya.


Zoya paham suaminya sedang tidak baik-baik saja. Dia mengerti jika suaminya itu sedang cemburu.


"Mas Zein ayo duduk!" Zoya mengajak Zein duduk. Zein pun menurutinya.


Kini mereka duduk berhadapan dengan 2 cangkir coklat panas di meja.


"Tumben, kamu pagi - pagi sudah mampir," tanya Zoya.


"Tadi aku mengantar mobil pelanggan di sekitar sini jadi aku sekalian mampir saja," jawab Zein.


"Oh, ya udah, nanti pulangnya kamu pakai mobilku saja, tetapi sore hari kamu jemput aku," ucap Zoya.


"Iya," sahut Zein singkat.


"Tadi itu sepertinya mantan kamu ya? mirip dengan yang di foto," tanya Zein dengan ekspresi datar.


Zoya terkesiap, ternyata suaminya itu punya daya ingat yang tajam, Zein masih mengingat mantannya di foto yang sudah dia buang.


"Iya," jawab Zoya dengan tenang.


"Siapa yang akrab? Kita baru saja bertemu untuk kali pertamanya, semenjak perpisahan sekolah waktu itu," terang Zoya.


"Setidaknya jangan biarkan dia peluk - peluk kayak begitu," sungut Zein.


"Iya Maaf, tadi terjadi begitu saja, tanpa sempat aku menolak, tapi aku yakin setelah dia tahu kalau aku memiliki suami, pasti dia tidak akan berani begitu lagi."


"Seharusnya begitu, awas saja kalau dia berani - berani peluk istri orang," ucap Zein dengan ketus.


"Uluh, uluh, suamiku ini ternyata cemburuan." Zoya terkekeh seraya memencet hidung Zein.


Raut wajah Zein berubah, menjadi lebih bersahabat, tidak masam lagi. Sorot matanya kembali melembut.


"Ya udah, aku ke bengkel dulu ya, " ucap Zein seraya beranjak, lalu menyeruput coklatnnya terlebih dahulu sampai habis.


Zoya mengangguk dan mengulas senyum, lalu dia menyerahkan kunci mobil kepada Zein.


Zein menerimanya. "Nanti sore aku jemput," ucapnya sambil mengelus pipi Zoya lalu mengecup kening Zoya dan sekilas mengecup bibir Zoya.


Ish! Zoya tersipu dan memukul dada Zein dengan lembut.


"Malu tahu, dilihat orang," ucap Zoya.


"Tidak ada orang," ucap Zein seraya terkekeh.


Memang betul saat itu tidak ada pengunjung. Biasanya pengunjung berdatangan agak siang.


Namun, mereka tidak menyadari bahwa ada pegawai Zoya yang dari tadi memperhatikan interaksi pasangan itu.


"Suaminya Mbak Zoya ganteng banget, udah gitu kayaknya perhatian banget, oh, hatiku meleleh melihat ke_uwuan mereka, ucap Nina salah satu pegawai Zoya yang tidak sengaja melihat keromantisan Zoya dan Zein.


" Iya, aku jadi iri sama Mbak Zoya, " timpal Sri.


"Udah - udah jangan bergosip aja! Ayo lanjut kerjanya," seru Noni.


Kembali ke pasangan pengantin baru.


Dah!


Zein melambaikan tangan kepada Zoya lalu menutup kaca jendela mobil dan melajukan mobilnya menuju bengkel. Setelah mobil yang dikendarai suaminya menghilang dari pandangan, Zoya pun kembali ke dalam.