
Bab 14
Hari pernikahan
Hari ini Zoya dan Zein duduk bersanding di pelaminan. Terlihat Zoya sangat cantik dan anggun mengenakan kebaya modern berwarna putih, rambutnya disanggul menggunakan adat jawa modern, dengan melati asli menghiasi sanggulannya.
Zein tampak gagah dan tampan menggunakan beskap. Kedua pengantin itu menampilkan wajah kebahagiaan berseri - seri.
Sebelumnya Zein mengucapkan ijab qobul dengan hanya mengulang dua kali dikarenakan gugup, saat ijab qobul Zein melafalkan nama Zoya dengan indah. Kata "SAH" menggema di rumah Zoya.
Medina dan Mira tampak bahagia menyaksikan Zoya dan Zein duduk di pelaminan.
Sedangkan Rendra berusaha menutupi kegelisahannya, bagaimanapun dia masih ragu terhadap pria yang sudah sah jadi menantunya itu.
Nampak Kak Zetta, Ardi dan Atira sedang mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu.
"Selamat ya Dek! mudah - mudahan jadi keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, Zein kamu jaga baik - baik Zoya ya, titip Zoya," ucap Zetta lalu memeluk Zoya dengan haru mereka pun tak kuasa menahan tangis.
"Udah jangan nangis nanti make - up nya luntur," imbuh Zetta seraya melepaskan pelukannya.
Begitu banyak tamu yang hadir, kerabat, teman, sanak saudara silih berganti berdatangan.
Begitu pula dengan keluarga Dion, mereka nampak hadir di pesta pernikahan Zoya yang digelar cukup meriah itu.
Zein tidak main - main mengatakan ingin memberi pesta pernikahan yang berkesan untuk Zoya.
Semua yang ada di pesta itu terlihat bagus dan pantas meskipun tidak semewah pernikahan kebanyakan kalangan keluarga Zoya.
Tapi Zoya merasa senang dan puas dengan pesta pernikahannya, ini lebih dari yang dia bayangkan.
Terlihat Wita dan Roni sedang memberi selamat kepada Rendra dan Medina.
"Selamat ya jeng!" ucap Wita kepada medina meskipun sebenarnya dalam hati merasa kecewa karena tidak jadi berbesan dengannya.
"Terima kasih, Wit, sudah hadir," ucap mama.
Medina masih sakit hati dengan keluarga itu, karena mereka ikut andil dalam pernikahan suaminya dengan Melly keponakan mereka.
Di pelaminan terlihat Dion memberi selamat kepada kedua mempelai yang terlihat bahagia sekaligus lelah itu.
"Zoy, selamat ya, mudah - mudahan bahagia," ucap Dion dengan tulus kepada Zoya.
Zoya mengangguk dan tersenyum tipis.
Lalu Dion beralih menyalami Zein, "Hei Bro! selamat ya, jaga dengan baik istrimu, jika kamu tidak menjaganya dengan baik, maka aku bersedia menjaganya dengan baik," goda Dion kepada Zein.
Zein masih ingat dengan Dion walaupun mereka hanya bertemu satu kali.
"Pasti aku akan menjaganya dengan baik dan tidak akan kubiarkan orang lain mengambilnya," ucap Zein dengan tegas.
Pesta telah usai dilaksanakan para tamu telah pulang, tinggallah pengantin baru dan orang tuanya yang masih sibuk membereskan sisa-sisa pernikahan.
Hari itu juga rumah kediaman Rendra dibersihkan, semua sudah diambil kembali oleh pihak WO hari itu juga, karena Rendra ingin rumahnya kembali seperti semula hari itu juga.
Setelah rumah bersih kembali seperti semula, mama menyuruh pengantin baru itu untuk istirahat.
"Kalian istirahat saja di kamar!" ucap mama kepada pengantin baru yang terlihat lelah itu.
"Dan Ibu Mira, silahkan istirahat juga di kamar," ucap mama kepada Mira.
"Baik, Bu Dina, saya ke kamar dulu ya, pamit Mira.
Medina tersenyum dan mengangguk.
" Ma, kami ke kamar dulu ya, " Zoya juga berpamitan kepada mama.
" Iya beristirahatlah! " ucap mama.
Zoya dan Zein pun pergi ke kamar mereka.