
Didalam mobil kini Kayla tengah menuju kekantor Devian diantar oleh supir pribadinya, karena maminya memaksa ia datang kesana mau tidak mau Kayla terpaksa menuruti keinginan maminya itu, tadi saat ia ingin berangkat maminya berkata "*Jangan lupa minta maaf yang benar, jika misi itu belum selesai hp kamu tetep mami sita*" licik memang maminya itu selalu saja bawa-bawa hp sudah tau itu kelemahan Kayla masi saja diungkit-ungkit.
"Ish mami ngeselin deh, masa hp Kayla ngak dikasi cuman gara-gara om-om itu, hiss makin gak suka deh sama orang itu" gerutu Kayla didalam mobil, sopir yang melihat majikannya itu hanya mengeleng kan kepalanya.
ππ
Disis lain....
Saat ini Devian tengah berada didalam ruangannya, sambil memijit kepalanya yang terasa berdenyut, gara-gara orang tuanya yang memaksa dirinya untuk tidak menolak perjodohan itu.
"Hahhh lama-lama aku jadi stres kalau gini terus" ucap Devian sambil menghela nafas.
Ketika Devian sedang frustrasi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok.. Tok... Tok...
"Masuk.." ucap Devian mempersilahkan masuk.
"Selamat siang bos" ucap sekretarisnya Trian.
"Yaa... Apa ada informasi penting?"
"Saya disini mau menyampaikan bahwa idol yang sudah masuk dua tahun keperusahaan kita, akan segera debut membawakan lagu baru mereka, dan itu membawa pengaruh bagus bagi perusahaan *D.V.Entertaimen* baru-baru ini bos, dikarenakan banyak fans yang menunggu mereka untuk debut dan banyak tanggapan positif datang dari mereka, itu sebabnya perusahaan kita mendapatkan kontrak kerja sama dari berbagai perusahaan terkenal" jelas Trian pada Devian yang notabenya adalah atasannya.
"Bagus, setelah ini kamu persiapkan miting untuk membahas kontrak kerja sama, sekaligus debutnya idol Boys seven, persiapkan dengan mantap dan teliti, jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun itu, jika ada kesalahan besar maupun kecil, kamu tau kan konekkuensinya" ucap Devian dengan tegas, ia paling tidak suka dengan hal yang menyebabkan pekerjaannya tertunda akibat karyawan yang lalai dalam bekerja, dan dari situ ia akan langsung memecat karyawan itu tanpa mendengar penjelasan dari mereka.
"Baik bos.." jawab Trian.
Saat Devian ingin membuka berkas kantornya, ia melihat Trian yang masih berdiri dihadapannya.
"Mengapa kamu masih ada disini? Kamu boleh pergi sekarang" ucap Devian.
"Emm.. Bos sebenarnya ada sesuatu lain yang ingin saya sampaikan" ucap Trian.
"Apa yang ingin kamu sampaikan, jangan bertele-tele, saya masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan" jawab Devian sambil melihat kembali berkasnya itu.
"Itu bos, sebenarnya anak dari tuan Dion datang kemari untuk menemui anda" jelas Trian, karena ia tadi mendapat telfon dari salah satu karyawannya.
"Suruh pulang saja jika itu tidak penting, bilang bahwa saya tidak ingin diganggu"
"Tapi bos, itu kan anaknya tuan Dion yang pernah memberikan setengah infestasi kepada perusahaan kita"
"Memangnya kenapa kalau dia anaknya, sudahlah Trian, cepat suruh dia pergi saya masih ada urusan ini"
"*Haduuhhh apes banget nasip aku ini, punya bos kok judes bener*, *sabar-sabar kalau bukan gajinya banyak aku pasti udah mingat dari dulu*" gerutu Trian dalam hati.
"Ngapain kamu masih ada disini" Ucap Devian ketus.
"O-oh oke bos saya permisi" ketika Trian ingin beranjak pergi, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dengan keras akibat dibuka paksa oleh makhluk kecil yang mungil itu, siapa lagi kalau bukan kayla.
Brakkkkkkkk.... Suara keras berasal dari pintu ruangan itu, dan hal itu membuat Trian terlonjak kaget tak terkecuali Devian yang sedikit terkejut membuat matanya melotot kedepan.
"Nona, anda tidak boleh masuk sembarangan seperti ini" ucap karyawan Devian bertugas mengantar seseorang jika ada hal kepentingan.
"Ish, lepasin ngak, saya mau ketemu atasan kamu itu, kenapa sih kamu cegah saya terus, saya itu orang penting loh tolong jaga sopan santun kamu" ucap Kayla sedikit kesal.
"Ada apa ini? Kenapa kalian membuat keributan diruangan saya, kalian pikir ruangan saya tempat bermain?" Ucap Devian dengan nada membentak, Ia belum menyadari bahwa ada Kayla disana.
"Ma-maaf pak, Nona ini memaksa ingin masuk keruangan anda, saya sudah mencoba menghentikan Nona ini, tapi Nona ini tetap memaksa ingin masuk keruangan anda pak" jelas karyawan itu.
"Yakan Saya tidak mau menunggu hanya karena belum buat janji, orang saya terpaksa kalau bukan mami saya nyuruh saya kesini" ucap Kayla membela diri, tanpa ada beban ketika ia berbicara seperti itu.
Beberapa menit yang lalu.....
Kayla sudah sampai diperusahaan Devian ia kini tengah berjalan menuju ruangan tempat Devian bekerja tapi saat ia ingin masuk tiba-tiba ada yang seseorang menghentikan langkahnya.
"Maaf Nona ada keperluan apa anda kesini" ucap seorang karyawan wanita.
"Saya mau bertemu bos kamu" jawab Kayla.
"Saya tidak perlu buat janji karena saya kenal dengan bos kamu itu" kata Kayla, ia saat ini sedang berbicara menggunakan bahasa formal, jika biasanya ia berbicara dengan menyebut namanya kali ini ia menggunakan kata saya, ia hanya berbicara begitu ketika berhadapan dengan orang yang tidak dikenalnya.
"Maaf nona, jika anda belum membuat janji maka anda tidak boleh masuk sebelum atasan saya mengizinkan anda masuk" jelas karyawan itu.
"Kok kamu ngatur sih, udah ah saya masuk aja" ucap Kayla sambil berlalu pergi.
"Nona! Nona! Anda tidak boleh masuk begitu saja" cegah wanita itu sambil memegang tangan Kayla.
"Ish, jangan cegah saya, saya tuh orang penting loh nanti saya akan suruh bos kamu buat pecat kamu gara-gara kamu itu gak punya sopan sama saya" ucap Kayla sambil melepaskan tangan wanita itu yang mencekalnya.
"Maaf Nona, ini sudah perintah atasan saya jika anda belum membuat janji maka anda tidak diperbolehkan masuk"
Kayla mengabaikan ucapan wanita itu ia lalu menerobos masuk saat ia melihat pintu ruangan yang pernah ia masuki sebelumnya.
Brakkkkkkkk..
Saat masuk Kayla seperti melihat ada dua orang pria yang berada diruangan itu, Kayla pun melangkah untuk mendekati mereka tapi lagi-lagi langkahnya terhenti karena dicegah oleh wanita yang mengikutinya tadi.
"Nona anda tidak boleh masuk sembarangan seperti ini" cegah wanita itu.
"lsh lepasin ngak saya mau ketemu atasan kamu itu, kenapa sih kamu cegah saya terus, saya itu orang penting loh tolong jaga sopan santun kamu" ucap Kayla sedikit kesal.
"Ada apa ini? Kenapa kalian membuat keributan diruangan saya, kalian pikir ruangan saya tempat bermain?" ucap Devian dengan nada membentak, Ia belum menyadari bahwa ada Kayla disana.
"Ma-maaf pak Nona ini memaksa ingin masuk keruangan anda saya sudah mencoba menghentikan Nona ini, tapi Nona ini tetap memaksa ingin masuk keruangan anda pak" jelas karyawan itu.
Kayla yang mendengar teriakan yang berasal dari seorang pria itu pun menoleh kebelakang, ternyata pria itu adalah orang yang sedari tadi ingin ia temui dan pria itulah alasan kegaduhan itu terjadi.
"Hahhhh" helaan nafas dari Kayla, ia menatap malas pria yang ada didepanya itu.
ππ
Setelah kegaduhan itu kini Kayla tengah duduk diruangan tempat Devian bekerja, dan ia sekarang duduk berhadapan dengannya yang sedang menatapnya tajam sedari tadi tanpa mengatakan sepatah kata pun. Kayla pun mulai jengah dibuatnya apalagi cuman ada mereka berdua yang ada disana.
Kayla pun mulai membuka suara...
"Nihh makanan buat om, mami saya yang masakini bukan saya ya, saya mah tidak sudi apalagi datang kesini" ucap Kayla dengan nada ketus.
"Hanya memberikan makanan kamu membuat masalah dikantor saya?" kata Devian.
"Semua itu gara-gara karyawan om yang gak becus kerjanya" jawab Kayla enteng.
"Om? Kamu pikir saya ini om kamu, dasar bocah merepotkan" ucap Devian dengan nada kesal.
"Bocah? Merepotkan? Om pikir siapa om berani sekali bicara kasar sama saya" jawab Kayla sedikit ngegas.
"Saya yang akan jadi suami kamu, maka dari sekarang cobalah kamu bersikap sopan terhadap saya dan jangan merepotkan" ucap Devian tak mau kalah.
"Ihh amit-amit dehh, om gak usah mimpi ya bakal jadi suami saya" jawab Kayla sambil bersedikap dada.
"Hei bocah jangan terlalu kepedean kamu, saya juga terpaksa Menikahi bocah yang tak tahu apa-apa seperti kamu ini"
"Kepedean? Alahh bilang aja om mau banget menikah dengan saya kan... gak usah pake alasan terpaksa deh" ucap Kayla tak mau mengalah.
Davian pun dibuat kesal dengan wanita yang ada didepannya ini, mengapa ada saja perkataan yang terlontar dari mulut kecilnya itu.
"Hahhh..... Saya sudah tidak tau mau berkata apa lagi, bocah sepertinya kamu memang merepotkan" ucap Devian merasa frustrasi.
"Jangan ngomong gitu dong om, saya ini tidak merepotkan saya ini manis, dan imut" jawab Kayla dengan percaya dirinya.
"Gak nyambung kamu bocah, sudah sana jangan ganggu saya, kamu boleh pergi sekarang, jangan buat kepala saya makin pusing gara-gara ocehan kamu itu" ujar Devian sambil mengusir Kayla.
"Wahhh om main usir-usir aja, emang dasarnya om-om peot gak ada manis-manisnya ya" oceh Kayla malah membuat Devian tambah kesal.
"TRIAN USIR BOCAH INI DARI RUANGAN SAYA" teriak Devian memanggil sekretarisnya.
**Tbc**.
***Jgan lupa like and komen dukungan kalian sanggat - sanggat othor nantikanπ***