
Saat ini Kayla tengah berada disalon karena permintaan maminya yang mengajaknya kemari dengan alasan ingin perawatan, tapi yang jadi pertanyaan mengapa Kayla yang malah perawatan bukan maminya? Entah Kayla juga bingung apa yang sedang ada dipikiran maminya itu.
"Mihh kok Kayla sih yang dirawat kan Kayla gak minta mih"
"Udahh, mami liat-liat kulit kamu sedikit kusam dan kamu kayak agak dekil gitu jadi yaah kamu aja yang perawatan, kalau mami mah gak usah" jelas Eva pada Kayla.
"Ihh mami kok gituuu, masa anaknya dibilangi dekil, mihhh Kayla tuh gak mau perawatan orang masih cantik nan ayu begini dibilangi kusam dekil" ucap Kayla sambil memonyokan bibirnya itu.
"Heleh udah kamu diam aja yang kalem nanti biar cepet jadi" ujar Eva.
"Jadi apa mih" tanya Kayla polos.
"Mba abis itu nanti tolong dandani anak saya ya, yang cantik ya mba.." ucap Eva mengabaikan ucapan anaknya itu.
"Siap nyonya" ucap seorang karyawan salon itu.
Kayla yang diabaikan itu hanya mengerutu tak jelas karena dibuat kesal oleh maminya.
💙💙
Pukul 19:15 menunjukkan bahwa hari sudah malam, dan hari ini Kayla bersama kedua orang tuanya sudah sampai ditempat tujuan yaitu digedung D. S Anggara yaa tepatnya diapartemen milik papa Devian itu.
Kini Kayla sudah tampak anggun menggunakan dres selutut berwarna hitam dengan riasan yang membuat wajahnya tambah cantik dan terkesan dewasa.
"Mihh ini bukannya gedung miliknya om darius ya?" ucap Kayla bertanya pada maminya sambil melihat kemewahan gedung itu.
"Yapp betul sayang" jawab Eva.
"Lohh emang ada acara apa Mihh disini" tanya Kayla lagi-lagi pada maminya itu.
"Udah nanti kamu juga tau sendiri kok, Yukk kita masuk dulu" ajak Eva mengiringi anaknya untuk masuk, begitupun papa Kayla juga ikut masuk bersama mereka.
Sesampainya ditempat yang dituju, disana terlihat Laras mama Devian yang menyambut mereka dengan binaran mata yang terpancar kebahagiaan itu bukan hanya Laras, Darius selaku suaminya juga ikut menyambut mereka.
"Eehhh jeng Eva, udah dateng kecepetan kamu jeng" ucap Laras sambil cipika cipiki seperti halnya orang-orang melakukan salam pada umumnya.
"Iyaa gak papa lah jengg, jeng Laras hari ini cantik banget loh yakan Kayla" ucap Eva bertanya pada anaknya itu.
"Iya Mihh, tante Laras cantik banget kayak artis holiwood" ucap Kayla spontan.
"Aduhhh anak manis kamu bisa aja sihh, disini tuh yang paling cantik itu kamu sayang" ucap laras sambil memegang pipi Kayla.
"Hehe Kayla emang cantik dari lahir tante" ucap gamblang Kayla mengundang gelak tawa dari mama Laras dan papa Darius.
"Huss kamu tu Kayla, gak malu apa bicara begitu" ucap Eva menegur kelakuan Kayla.
"Hahaha gak papa lah jeng, anak kamu tuh lucu banget ya ngak pah" ucap Laras bertanya pada suaminya.
"Iya mahh papa dari dulu pengen loh punya anak perempuan, apalagi kayak Kayla ini pasti rame banget rumah kita, tapi yahh apa boleh buat, takdir memberikan kami dua anak laki-laki yang bahkan jarang pulang kerumah ya ngak mah" ujar Darius.
"Iyaa pahh, itu sebabnya kami pengen punya mantu kayak kamu Kayla biar rame rumah kita nanti" ucap Laras sambil memegang tangan Kayla.
"Ahh tante bisa aja Kayla kan jadi malu" ujar Kayla malu-malu.
"Beneran loh sayang, jadi kamu nanti jangan nolak yah kalau kami jadiin kamu mantu dikeluarga kami" ucap Laras sambil menatap Kayla berharap, Kayla yang dintanya hanya diam tak tau harus menjawab apa, ia sebenarnya ingin menolak tapi ia tak tega melihat Laras yang begitu berharap.
"Ehh lupa belum disuruh masuk, ayok-ayok masuk dulu acaranya sebentar lagi dimulai loh, tinggal nunggu Devian dateng aja" ucap Laras mempersilahkan mereka masuk, Kayla yang mendengar nama Devian itu entah mengapa jantungnya sedikit berdesir, Kayla mengelengkan kepalanya tak mau berpikir terlalu dalam, Eva yang melihat itu mengerutkan keningnya.
"Kenapa kamu sayang?" tanya Eva pada anaknya.
"Ehh enggak kok mih" jawab Kayla.
Saat Kayla masuk kedalam ruangan itu Kayla terpukau dengan desain yang dibuat, seakan terkesan romantis dan menyejukan dimata.
"Wahhh Mihh, ini sebenarnya ada acara apa sih Kayla penasaran banget sampe ada banyak meja begitu, kasi tau dong Mihh" ucap Kayla memohon pada maminya untuk diberi tahu karna ia memang sangat penasaran.
"Iya nanti mami kasi tau, sekarang kita duduk dulu gak enak dilihatin sama tamu-tamu Yukk" ajak Eva pada anaknya itu, memang benar adanya bahwa tamu-tamu sudah berdatangan. Terlihat sekali dari mulai kerabat sampai pembisnis terkenal datang keacara yang diadakan pemilik gedung itu.
"Ihh mami bikin penasaran ajah deh" bete Kayla merajuk pada maminya itu. Eva hanya mengabaikan pertanyaan anaknya itu, sedangkan Dion hanya mengelekan kepalanya melihat tingkah putri kesayangannya itu.
"Udah Kayla, jangan manyun gitu dong, nanti kalau manyun terus gak papi kasih hadiah loh" ancam Dion agar bisa membujuk putrinya itu.
Kayla yang mendengar kata hadiah pun langsung mengubah raut wajahnya menjadi tersenyum cerah "Oke pihh" ucap Kayla dengan semangat, papa Dion yang melihat itu lagi-lagi mengelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ohya yuss, Devian berapa lama lagi nyampe sini" tanya Dion pada Darius yang sedang menyambut tamunya itu.
"Sebentar aku telfon dulu anaknya yon" ucap Darius sambil berlalu untuk menelfon anaknya itu.
💙💙
Di mobil...
Terdengar suara getar disakunya itu, Devian mengangkatnya dengan menggunakan alat yang dipakai untuk ditelinga (entah apa namanya aku lupa^_^)
"Halo pah" ucap Devian menjawab telfon dari papanya.
"Kamu dimana Dev? papa sudah nungguin kamu dari tadi loh" ucap Darius diseberang telfon.
"Iya pah, Devian masih dijalan bentar lagi mau nyampe"
"Yaudah cepetan ya Dev, tamu papa sudah pada datang nih, kamu jangan sampai tidak datang kesini nanti mama sama papa yang malu sendiri kalau kamu gak datang, oke Dev?" tanya darius Darius.
"Iya pah" jawab Devian singkat.
Tuttttt....
Setelah itu telfonnya terputus, Devian hanya mengelengkan kepalanya ia berpikir mengapa mama sama papanya itu memaksanya datang keacara, ia sebenarnya sangat malas datang, tapi apalah dayanya jika ia tak datang nanti mamanya merajuk dan hal itu pastinya membuat Devian menderita.
"Sebenarnya ada acara apa sih" gumam Devian yang memang tak tau apa yang direncanaka kedua orang tuanya itu.
Pukul 20:00 Devian sampai di apartemen papanya ia langsung saja masuk kesana, ia tak mengajak sekretarisnya itu karena ia sedang malas berhadapan dengan orang yang membuatnya dara tinggi atas kejadian tadi siang.
Saat Devian masuk ia disambut beberapa orang yang memang bertugas disana, mereka pun menunjukkan arah ruangan yang dituju.
"Mari tuan" ucap seorang pelayan yang membukakan pintu untuknya.
Devian pun masuk dan terlihat betapa banyaknya orang disana, tidak terlalu banyak hanya orang-orang penting yang datang keacara itu.
Darius yang melihat anaknya berdiri tak jauh darinya menghampiri anaknya itu "Dev kamu sudah datang" ucap Darius, Devian yang namanya disebut itu menengok kearah papanya dan menganguk sebagai jawaban.
"Kalau begitu ayok ikut papa kesana" ajak Darius sambil mengiring anaknya ketempat yang disediakan untuk memulai acara.
Devian tanpa bertanya mengikuti langkah papanya itu, yang disana sudah ada mamanya dan om Dion beserta istrinya? Tunggu mengapa mereka disini? Dan siapa gadis cantik yang disebelah mereka itu? Batin Devian yang tengah bertanya-tanya pada dirinya itu, ia sanggat bingung mengapa orang tua dari gadis yang ia temui tadi siang datang kemari.
"Oke, para hadirin yang sudah menyempatkan datang keacara saya, saya ucap terima kasih banyak atas keluangan waktu yang anda berikan sekalian.... Disini saya akan memberitahu bahwa acara ini saya adakan bahwa putra saya dan putri dari Dion" ucap Darius membuka acara dan menunjuk Kayla agar dikenali banyak orang, Kayla yang ditunjuk pun hanya bingung tak mengerti dengan ucapan Darius, begitu pun dengan Devian yang juga dibuat bingung oleh papanya itu.
"Putra saya Devian dan putri dari sahabat saya Dion, yang bernama Kayla Alengka akan bertunangan malam ini juga" ucap Darius yang ditanggapi tepukan tangan oleh semua orang yang ada disana.
Berbeda dengan Kayla yang tampak diam mematung, ia sedang mencerna perkataan dari Darius papa Devian itu. Sama halnya dengan Devian ia tak menyangka ternyata ini yang direncanakan oleh orang tuanya dan ia sama sekali tidak tau, sungguh memang licik sekali kedua pasutri itu.
Dan yang membuatnya tak menyaka bahwa gadis yang ia sebut cantik tadi adalah gadis menyebalkan yang ia temu tadi siang dikantornya itu. Devian pun memijit kepalanya yang sedikit pusing akibat kabar yang ia terima sehingga hampir saja ia darah tinggi kembali.
Kayla yang diam membeku akhirnya menyadari bahwa arti dari ucapan darius itu dinyatakan bahwa ia yang jadi mempelai pertunangan malam ini Kayla pun syok dan refleks berteriak "OMAYGOOD TUNANGAN?"
Tbc.
Ayok dongg coment untuk episode hari ini tanggapan kalian sangat aku nantikan nihh^_^