
"Ini yang namanya Bali ya?" ucap Kayla dengan binaran matanya itu.
Soyun terkekeh melihat Kayla. "Haha... Iya dong, masa pasar malam" kata Soyun meledek.
Mereka semua sudah sampai pada tujuan, kini mereka akan menuju Vila untuk mereka tinggali saat ini, untuk waktu satu minggu kedepan. Karena agensi tempat Soyun bekerjalah yang menentukannya.
"Mia, baru kali ini Kayla jalan-jalan kesini, Kayla seneng banget" ucap Kayla mengebu-gebu.
Mia yang ada disamping Kayla itu tersenyum. "Iya Kayla, Mia juga gak nyangka bisa liburan kesini, Mia kayak berasa seperti lagi pergi honymon" ucap Mia terkekeh pelan.
Soyun yang mendengar ucapan mereka itu, ikut nibrung.
"Wah... Kalian belum pernah kesini?" tanya Soyun yang sudah ada disamping Kayla. Kayla sedikit terkejut kala Soyun tiba-tiba saja muncul disampingnya itu.
"Yaampun... Coyun ini bikin Kayla kaget aja" gerutu Kayla.
Soyun terkekeh. "Haha.. Maaf! Maaf! Emang bener ya kalian belum pernah kesini?"
"Iya bener, Kayla baru pertama kali pergi kebali"
"Emang kamu gak pergi berlibur sama orangtua kamu Kayla?" tanya Soyun.
Kayla mengeleng. "Sebenarnya Kayla juga gak pernah ngajak sih"
Soyun yang mendengar ucapan Kayla itu menghela, kemudian ia mengeleng sambil tertawa.
Kayla yang melihat Soyun itu mengerutkan alisnya. "Kenapa Coyun ketawa?" tanya Kayla.
"Engak... Aku merasa kamu hari ini lucu banget!"
"Lucu gimana? Orang Kayla aja gak lagi ngelawak kok" ucap Kayla dengan mulut yang dimajukan.
Soyun tertawa renyah. "Yaampun Kayla.... Kamu itu mengemaskan sekali sih..." ucap Soyun mengusap-usap kepala Kayla hingga membuat rambut Kayla menjadi berantakan.
Kayla mencoba menyingkirkan tangan Soyun dari kepalannya. "Coyun.... Jangan gitu dong... Rambut Kayla berantakan nanti"
Soyun yang merasa gemas itu kembali mengacak-acak rambut Kayla, mereka bahkan tak sadar bahwa mereka suda sampai pada tujuan, yaitu Vila tempat persingahan mereka.
"Ehem" dehem seorang pria yang membuat mereka berdua menjadi mematung.
Semua orang yang ada disana melihat kearah mereka berdua. Kayla yang ditatap itu merasa gugup, apalagi dengan keberadaan seorang pria yang membuatnya mati kutu seketika.
"Kalau mau main mesra-mesraan, jauh-jauh sana, udah nyampe masih aja main pacar-pacaran" ucap Gilang malah mengompori.
Soyun menatap tajam kearah temannya itu membuat sang empun meneguk ludahnya kasar.
"Hehe... Sory" ucap Gilang cengegesan.
"Emm..." Kayla mencoba mengalihkan pandangannya ketika seorang pria didepanya itu menatapnya dengan tatapan tajam.
"Mia... Kita kekamar yuk... Kayla merasa capek nih" alibi Kayla mencoba mencari alasan untuk menghindari tatapan maut itu. Namun saat ia ingin menghampiri Mia itu, tiba-tiba saja tangan dicekal oleh tangan besar milik seorang pria yang tak lain adalah Devian itu.
Mia yang melihat Kayla yang tak jauh darinya itu hanya bisa meringis, sungguh! Mia pun merasa takut dengan wajah seram milik Devian itu.
"Semangat, Kayla" bisik Mia, yang membuat Kayla melotot kesal.
"Kayla Alengka, kamu ikut saya sebentar, ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu" ucap Devian diselingi senyum devilnya itu.
Kayla yang melihat wajah Devian itu merasa merinding, dimata Kayla Devian seperti malaikat pencabut nyawa siap melempar Kayla kedalam api neraka.
'Iihhh serem banget' gumam Kayla dalam hati merasa merinding.
"Ehem.. Ehehehe, tapi om! Kayla mau masuk dulu, taruh koper ini, berat banget soalnya" ucap Kayla diselinggi senyum paksanya.
Devian beralih pada Mia. "Mia! Bisakah kamu membawakan koper Kayla bersamamu?" ucap Devian pada Mia.
Mia kaget, ia pun dengan refleks menggangukan kepalanya, membuat Kayla lagi-lagi memelototi Mia.
Mia hanya nyegir menangapinya.
'Awas kamu Mia' ancam Kayla dengan menggunakan matanya, mereka berdua saat ini sedang berkomunikasi dengan menggunakan telepati yang hanya mereka berdua saja yang mengerti.
'Ampun Kayla, aku gak bisa apa-apa' mohon Mia dengan menggunakan cara yang sama seperti Kayla.
"Terimakasih, kalau begitu Kayla! Kamu ikut saya sekarang" ucap Devian berjalan lebih dulu meninggalkan Kayla, tanpa mendengarkan jawaban Kayla.
Kayla hanya bisa menghebuskan nafasnya pasrah dan mengikuti langkah Devian yang berjalan mendahuluinya.
Soyun hanya diam melihat Kayla berlalu begitu saja.
"Mereka berdua mau kemana?" tanya Soyun.
"Ngak tau"
Soyun melihat kearah Mia, namun Mia hanya mengeleng pertanda ia juga tak tau.
'Sebenarnya, mereka berdua ada hubungan apa?' batin Soyun dalam hati.
💙💙
Devian terus melangkah dan berhenti tepat didepan pintu kamar Vila yang ia pesan secara mendadak itu, tentunya sekretarisnya lah yang memesankannya.
Devian membuka pintu Vila itu. Namun ia tak masuk terlebih dahulu, melainkan menyuruh Kayla untuk masuk kamarnya lebih dulu.
Kayla yang tak paham itu mengejutkan alisnya. "Kenapa om?" tanya Kayla.
"Masuk!" jawab Devian dengan nada dinginnya.
Kayla merasa merinding, ia dengan patuh menuruti ucapan Devian itu.
Setelah Kayla masuk, kini Devian juga ikut masuk kekamranya dan mengunci kamarnya itu, tujuannya agar Kayla tak pergi kemana-mana.
Kayla meneguk salivanya dengan susah payah. 'Ngeri banget! Om mau ngapain Kayla sih!' batin Kayla dalam hati dengan jantungnya yang terus berdebar kencang.
Tbc.