My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Sikap Aneh Mia



🌺🌺🌺


Sedari tadi Kayla yang berjalan disamping Soyun itu terus saja mengerutu, berbicara sendiri yang tak dapat dimengerti oleh Soyun.


"Kayla.. Kamu kenapa? Kok dari tadi kayak merasa kesal gitu?" ucap Soyun yang akhirnya bertanya.


Kayla menghela panjang, Soyun yang melihat terkekeh kecil.


"Hari ini ada orang yang buat Kayla kesal terus Coyun... Entah kenapa rasanya hari ini benar-benar capek" ucap Kayla sambil menendang-nendang pasir.


"Emang siapa orangnya? Kok bisa bikin kamu cape begitu" ujar Soyun.


Kayla yang ingin menyebut nama Devian itu namun ia urungkan. "Sudahlah... Kayla malas bahas itu, mending kita cari tempat buat berteduh, sebentar lagi kan mataharinya mau terbit, Kayla pengen cari nuansa yang bisa buat foto-foto, mumpung disini Kayla pengen ada kenang-kenangan... Sayang kan? Udah dateng jauh-jauh disini malah gak foto-foto" ucap Kayla berbinar-binar.


Soyun terkekeh. "Yaudah... Aku tau kok tempat yang paling bagus disini! Yuk kita kesana aja"


"Kita gak kumpul bareng sama temen-temen? Mereka kemana ya, dari tadi Kayla kok gak liat" tanya Kayla bingung.


Soyun menyentil kepala Kayla. "Kamu sih... Asik sendiri, mereka ada diresto deket pantai, disana juga bisa liat sunset, jadi mereka kumpul disana sambil nyemil katanya!" jelas Soyun.


Kayla menganguk-anguk mengerti. "Kalo gitu kita kesana aja... Kumpul disana lebih seru" ajak Kayla.


"Nanti aja kita kesana... Aku mau ajak kamu ketempat yang bagus disini.. Katanya mau foto?"


"Yah... Tapi kan lebih enak bareng-bareng"


"Sudah... Mending kita langsung kesana aja yuk, sebentar lagi sunsetnya datang" ujar Soyun langsung menarik tangan Kayla untuk mengikuti arahnya.


"Eh! Eh! Tapi..."


Sonyun tak mendengar Kayla, ia masi menarik Kayla untuk pergi bersamanya.


πŸ’™πŸ’™


Sedangkan Devian yang kehilangan jejak Kayla terus merasa gelisah, saat ini ia berada diresto bersama kumpulan anggota idol, dan para pekerja kantor Devian, karena Devian juga meliburkan mereka untuk pergi berlibur sebagai hadiah kesuksesan idol mereka, tentu saja juga untuk merayakan ulang tahun angensinya yang sudah ke delapan tahun berdiri menjulang ditengah-tengah kota Jakarta.


Itu sebabnya resto itu sudah diboyong olehnya untuk para pekerjanya, karena para pekerjanya bisa dibilang cukup banyak, selain itu juga Devian memesankan hotel mewah untuk mereka semua, tentu saja mereka semua merasa senang karena hal itu sudah dinanti-nantikan oleh mereka yang sudah bekerja keras bertahun-tahun lamanya.


Salah satu karyawan Devian menghampirinya.


"Halo tuan.." sapanya.


Devian mengalihkan pandangannya. "Ya?"


"Mengapa anda hanya berdiam diri disini? Apa anda ada masalah? Jika memang ada, anda bisa bergabung bersama kami, sudah lama kita semua tak kumpul seperti ini! Saya ingin mengajak anda untuk minum bersama-bersama dengan yang lain" ajak pria itu namun tak bisa dipungkiri ia merasa gugup, karena takut-takut jika Devian marah.


"Tidak! Saya tidak ada masalah, saya tidak ingin minum hari ini, jadi kamu bisa kembali bersama temanmu" ujar Devian.


"Oh! Begitu tuan, kalau begitu nanti malam apakah anda mau bergabung bersama kami nanti malam, karena nanti malam nanti kita juga akan mengadakan pesta malam agar memeriahkan liburan kita ini, bisa disebut BbQ?"


"Hemm, saya akan usahakan" ucap Devian.


Pria itu menganguk. "Kami semua akan menunggu anda, kalau begitu saya pamit tuan!" ucapnya yang dianguki oleh Devian.


"Hahh..." hela Devian.


Trian yang melihat Devian itu memutar matanya malas. "Bos.. Sejak tadi anda terus menghela nafas? Emang bener-bener gak ada masalah?"


"Saya merasa pusing Trian... Sejak tadi bocah itu menghilang entah kemana" ucap Devian sambil memegangi kepalanya.


Trian merasa bingung. "Hah? Maksud bos apa? Saya tidak mengerti"


"Maksud saya... Sejak tadi Kayla tak kembali-kembali entah kemana dia"


"Trian.. Cari keberadaan bocah itu sekarang" titah Devian.


Trian melongo. "Hah? Cari kemana bos..." tanya Trian merasa tambah bingung.


"Terserah kamu mau cari kemana, pokoknya kamu cari dia sampai ketemu! Saya capek mencarinya sejak tadi, bocah itu benar-benar sangat merepotkan"


"Hah? Sekerang bos?"


Devian menatap tajam kearah Trian.


"Iya-iya deh.. Kalau gitu saya cari sekarang" ucap Trian langsung berlari dari hadapan Devian.


Trian mengerutu. "Gini amat punya atasan... Kayaknya aku merasa sudah resmi jadi babu deh" ucap Trian lesu.


"Malang sekali nasibmu Trian... Aku harus cari kemana? Tunanganya sibos itu, mereka berdua memang pasangan yang serasi, sama-sama bikin aku susah" gerutu Trian kesal, walau ia sedang kesal ia masih tetap saja menaati perintah atasannya itu.


Saat Trian tengah berjalan menyusui restoran, ia tak sengaja melihat Mia yang berjalan melewatinya.


"Oh iya? Kok gak kepikiran dari tadi ya? Mungkin Mia tau keberadaan tunanganya sibos itu" ucap Trian langsung menyusul Mia yang tengah tengah berjalan menuju bangku resto itu.


"Mia.." panggil Trian sambil menepuk bahu Mia.


Mia yang dipanggil itu menengok. "Eh! Paman" ucap Mia dengan nada canggung. Niat Mia ingin menjauhi Trian, malah Trian yang terus mendekatinya.


Mia menundukan kepalanya tak ingin menatap mata Trian yang membuatnya jantungan itu.


"Ada apa paman?"


"Aku mau nanya... Kamu tau dimana tunangan bos Devian berada?" tanya Trian menatap Mia yang menundukan kepalanya.


Mia mengeleng. "Oh! Aku gak tau paman, dari tadi aku gak sama Kayla" ujar Mia.


"Ooo.. Gitu" Trian menatap Mia kembali, tapi ia merasa aneh melihat Mia yang terus saja menundukan kepalanya.


"Mia... Kamu kok dari tadi ngeliatnya dari bawah terus? Kamu kenapa? Kamu gak lagi sakit kan?" ucap Trian sambil memegang pundak Mia karena ia merasa khawatir.


Mia tersentak, ia refleks langsung saja menepis tangan Trian. Trian terkejut dengan apa yang dilakukan Mia.


"E-mm, maaf paman.. Aku gak papa kok" ucap Mia cangung.


"Gak papa apanya? Dari tadi kamu bersikap aneh terus loh"


"Eh, tuan Trian? Tuan Trian juga ada disini?"


Trian yang mendengar namanya disebut itu mengalihkan pandangannya, ia melihat bahwa Lina salah satu karyawan kantor Devian berjalan kearahnya.


"Oh, iya saya memang sudah ada disini" jawab Trian.


"Oh! Benarkah?" ucap Lina.


Mia yang melihat Trian sedang mengobrol itu, tanpa pikir panjang ia langsung saja meninggalkan Trian tanpa berpamitan.


"Loh Mia?" panggil Trian yang melihat kepergian Mia itu.


"Ada apa dengan Mia?" gumam Trian bingung.


Tbc.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys(^_-)