
Saat Kayla tengah menonton drama dengan teman barunya Mia ia dikagetkan dengan suara telfon rumah yang tak jauh darinya itu.
"Itu telpon ngagetin aja dah" katanya sambil mengelus dadanya yang berdegup kencang akibat kaget itu.
"Gitu aja kaget non hahaha" tawa Mia melihat ekspresi dari Kayla itu.
"Mia!" Ucap Kayla sambil berkecak pinggang menatap kearah Mia.
"Hah? Kenapa non?" tanya Mia bingung.
"Nan! Non! Nan! Non! Kan tadi Kayla udah bilang jangan panggil non, Kayla gak suka, kamu itu mulai sekarang jadi temennya Kayla jadi gak boleh panggil non! panggil Nama aja"
"Tapi kan non!"
"Kayla gak mau temenan sama kamu, kalau kamu masi panggil dengan sebutan itu" ucap Kayla sambil mempoutkan bibirnya dan melipat tangan didadanya agar terlihat seperti orang yang lagi ngambek.
"Eh! Eh! Iya-iya deh no-- eh Kayla, jangan ngambek dongg" ucap Mia yang kelagapan melihat Kayla yang tiba-tiba ngambek itu.
"Kayla gak akan ngambek kalau Mia gak panggil Kayla dengan sebutan itu, oke?" Mia hanya mengganguk sebagai jawaban iya.
"Aduuhhh kok gak diangkat sih telfonya, dari tadi berdering loh" ucap bi Minah yang baru datang itu, Kayla dan Mia yang baru sadar itu saling memandang dan menyengir satu sama lain.
"Yaa! Halo?" kata bi Minah menggat telfon itu.
"Bi Minah ya? Saya minta tolong ambilkan map berwarna biru diruang kerja saya, itu berkas sangat penting jadi bi Minah tolong suruh supir untuk membawanya kesini, dan jangan sampai hilang"
"Oh! Tuan Devian? Baik tuan saya akan suruh supir untuk membawakanya" ujar bi Minah sedikit terkejut karena tak biasanya majikannya itu menelfon memakai telfon rumah, biasanya tuannya itu akan menyuruh sekretarisnya datang langsung kerumah.
"Iya jangan lama-lama karena berkas itu penting, saya butuh berkas itu segera karena hari ini ada meting dan semua yang saya kerjakan ada diberkas itu"
"Baik tuan"
Setelah itu panggilan terputus.
"Ada apa bi?" tanya Kayla.
"Itu non tuan Devian yang telfon, katanya ada berkas penting yang tertinggal" Kayla hanya memangut-mangut menanggapi, setelah itu bi Minah berlalu menuju ruang kerja Devian untuk mengambil berkas yang disuruh.
Drtt.. Drtt.. Drtt...
Suara hp Kayla bergetar yang terletak diatas meja itu, Kayla melihat nama yang tertera di hpnya ternyata maminya yang menelfon.
"Halo! Mih" ucap Kayla mengangkat telfon.
"Kayla kamu ada dimana?" tanya mama Eva diseberang telfon.
"Dirumah mih emang kenapa?"
"Lohh kok malah dirumah sih"
"Lah trus Kayla harus kemana lagi kalau bukan dirumah, mami ada-ada aja deh pertanyaannya" ujar Kayla sedikit kesal.
"Yaa dikantornya Devian dong, nganter makanan kek"
"Gak mau ah! Kayla lagi males"
"Ehh kamu gak boleh gitu, supir mami sudah ada disana buat jemput kamu, sekarang kamu siap-siap buat kesana"
"Tapi kan mi--"
Tuttttt...
Telfon terputus sepihak Kayla yang melihat itu memlototkan matanya tak percaya dengan tingkah maminya itu.
"Kenapa Kayla?" tanya Mia bingung melihat Kayla itu.
Kayla yang ditanya hanya mengangga, sejurus kemudian muncullah bi Minah yang sudah mengambil berkas dari ruang kerja Devian itu.
"Kenapa non? Kok bengong?" tanya bi Minah yang baru datang itu, Kayla yang ditanya masih terdiam membisu.
"Nona Kayla, anda disuruh nyonya Eva untuk datang keprusahaan tuan Devian saya disini untuk mengantar Nona kesana" Ternyata apa yang dikatakan maminya benar, supir yang disuruh oleh maminya itu sudah berada dirumah Kayla dan supir yang disuruh maminya itu bukan supir pribadinya, melainkan seperti body guard karena fisiknya terlihat tinggi dan kekar itu, selain itu juga wajahnya terlihat seram membuat Kayla menelan ludahnya mentah-mentahan. Ia seperti diteror oleh maminya jika ia menolak permintaan maminya itu sudah pasti maminya itu akan ada rencana lain untuk memaksa Kayla kesana.
💙💙
Dikantor....
Devian saat ini tengah gelisah menunggu berkasnya yang diminta tadi kepada bi Minah itu, ia berkali-kali mengecek jam tangannya, karena berkas yang ia minta belum juga sampai, saat ini banyak yang sedang menunggu untuk meting hari ini, karena semua yang dikerjakan Devian ada diberkas itu mau tak mau ia harus menunda metingnya.
"Kenapa aku sampai lupa sih, biasanya juga gak pernah seperti ini" gerutu Devian merasa kesal karena ini baru pertama kalinya kerjanya terhambat karena ulah dirinya sendiri. Padahal biasanya kerjanya itu bisa dibilang sangat perfesional, tapi hari ini? Entah apa yang dipikirkan Devian sampai-sampai hal sepenting itu ia sampai lupa, padahal sekretarisnya sudah menyampaikanya bahwa hari ini akan ada meting untuk membahas debutnya lagu baru dari idol yang ia naungi saat ini.
"Kenapa juga ini lama sekali berkasnya datang, sudah hampir setengah jam berkasnya juga belum datang" ucapnya, karena ia tak sabar sekali, ia menghubungi telfon rumah dan yang menjawab kali ini bukan bi Minah melainkan mang Anton.
"....."
"Apakah berkas yang saya minta pada bi Minah sudah dikirim kemari?" tanya Devian pada mang Anton.
"....."
"Sudah menuju kemari? Tapi kenapa sampai sekarang belum datang"
"....."
"Yasudah" ucap Devian, setelah itu ia kembali duduk ditempat ruang kerjanya itu, dan beberapa kali ia menghela nafas sambil memegang kepalanya yang terasa pening itu.
💙💙
Disisi lain...
Kayla dan Mia saat ini tengah berjalan menuju ruangan Devian, saat ini mereka berada diperusahaan D. A. Entertaimen, Kayla sebenarnya terpaksa kemari karena desakan dari maminya itu dan mau tidak mau Kayla harus datang dengan Mia karena ia ingin ditemani olehnya.
"Wahhh! Besar banget kantornya Kayla" takjub Mia yang baru pertama kali datang kegedung menjulang tinggi itu.
"Hahhhhh, kamu yang takjub akunya yang males dateng kesini, apa lagi harus bertemu dengan om-om itu haduhh" gerutu Kayla yang memang merasa malas untuk bertemu Devian itu.
"Gak boleh gitu Kayla, ini tuh emang sudah tugas kamu sebagai calon istrinya, kamu gak boleh sebut dia om, gak baik itu Kayla" ucapan Mia seketika membuat Kayla memegang kepalanya.
'Teman barunya ini! Kenapa sangat cerewet seperti maminya' Kayla tak tahu lagi harus berkata apa niatnya ia membawa Mia datang untuk menemaninya malah ia dapat ceramah dari temannya itu.
"Hahh! Terserah apa kata kamu dehh, Kayla pusing ngadepin kamu sama mami, dua-duanya sama-sama cerewet"
Saat mereka tengah berbincang tak jelas, mereka tak menyadari bahwa mereka sudah didepan pintu ruangan tempat Devian berada.
"Sutttt, kita udah didepan ruanganya nih" ucap Kayla menyuruh Mia untuk diam karena sedari tadi gadis itu mendumel tak jelas, membuat kepala Kayla ingin pecah mendengar ocehanya itu.
Tok.. Tok... Tok....
Kayla mengetok pintu ruangan Devian.
"Masuk" ucap Devian yang memang masi berada diruangannya itu.
Kayla pun masuk kedalam ruangan Devian, ia melihat Devian tengah duduk dikursinya sambil memegang kepalanya itu.
"Bocah, kenapa kamu sangat lama?" tanya Devian sambil menghampiri Kayla.
"Mana berkas yang saya minta?"
"Yaampun! Omm baru aja dateng bukanya disuguhin minum malah langsung minta berkasnya dulu" gerutu Kayla, lalu ia menyodorkan map yang ia bawa itu.
"Sekarang kamu boleh pulang, saya mau meting jadi jangan sampai kamu bikin masalah dikantor saya" setelah Devian mengucapkan itu, ia langsung berlalu pergi dengan tergesa-gesa.
Kayla yang melihat itu, lagi-lagi mengangga, kenapa nasipnya saat ini sangat sial hari ini, tadi maminya dan sekarang Devian.
"Yaampun bukanya terimakasih malah nyelonong pergi gitu aja, emang dasarnya om-om peot ya udah peot aja" gerutu Kayla kesal sambil menghentak-hentakan kakinya dilantai itu.
"Yang sabar ya Kayla" ucap polos Mia sambil mengusap-usap bahu Kayla.
Kayla yang mendengar itu hanya memelaskan wajahnya.
'Yaampun nasipku hiks'
Tbc.