My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Pergi Ke Bali



Saat ini Kayla tengah sibuk memasukkan beberapa baju dan perlengkapan lainnya kedalam koper miliknya itu. Sungguh! Wajah Kayla saat ini terus terpancar menandakan ia sedang bahagia, bagaimana tidak bahagia coba? Jika diajak berlibur, apalagi gratis. Bahkan Kayla tak menolak sedikutpun ajakan dari Soyun itu.


Kayla keluar dari kamarnya sambil menyeret kopernya itu. Ia berjalan riangnya menuju kebawah untuk menyusul Mia, apakah Mia sudah selesai dengan beres-beresnya atau belum.


"Dudududu..." senandung Kayla sangking gembiranya.


Devian yang kebetulan dari dapur itu, melihat keberadaan Kayla. Ia mengerutkan alisnya kala melihat Kayla yang sedang menyeret kopernya itu.


"Bocah!" panggil Devian dengan suara mengema akibat ia sedikit berteriak.


Kayla menengok kearah Devian.


"Mengapa kamu membawa koper? Kamu mau mingat?" tanya Devian dengan entengnya.


Kayla yang mendengar itu langsung berkecak pinggang. "Enak aja ngomong mingat, Kayla itu gak lagi mingat om" ucap Kayla dengan nada ketus.


"Lantas, kamu mau kemana dengan membawa koper itu?" tanya Devian bingung.


"Kayla mau pergi liburan sama Mia, Kayla bosen dirumah terus" ujar Kayla dengan cengirannya.


"Siapa yang mengijinkanmu itu? Dan mau pergi liburan kemana kamu?" tanya Devian beruntun.


Kayla langsung memasamkan wajahnya. "Ihh... Om ini cerewet banget deh, kepo banget pake nanya-nanya terus" kesal Kayla.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, cepat jawab saya! Kamu mau kemana?"


"Dibilangin mau liburan kok ngeyel banget" gerutu Kayla.


"Ya terusss dimana? Kamu lagi berhayal ya? Siapa yang mau mengajak kamu pergi liburan, sepertinya saat ini kamu sedang ngelindur"


Tepat saat itu Mia datang, yang juga menyeret kopernya itu. Devian semakin dibuat bingung, lantaran ia tak tau jika mereka berdua ingin pergi berlibur.


"Sebenarnya kalian ini mau pergi berlibur kemana? Kenapa bawa koper besar itu" tanya Devian.


"Ke Bali!" jawab serentak Mia dan Kayla.


Devian membeo. "Hah? Kalian pergi kebali naik apa? Memangnya kalian punya uang banyak naik pesawat nanti?"


"Kita gak perlu keluar uang tuan, sebenarnya kita diajak berlibur sama the geng Soyun" ucap Mia yang dapat plototan oleh Kayla.


Kayla mencubit lengan Mia. "Kenapa kamu kasi tau ke om, nanti kita ngak dikasi ijin" bisik Kayla pada Mia.


Mia mengusap lengannya yang terkena cubitan itu. "Ya Mia gak tau... Kayla gak mau bilang sih"


"Soyun? Maksud kalian Kim Soyun, anggota idol diprusahaan saya?" tanya Devian.


Mereka berdua tanpa sadar langsung mengangukan kepalanya. Sedangkan Devian yang melihat itu menghela nafasnya. Ia lalu menatap tajam kearah Kayla, sepertinya, omongannya tempo hari itu tak didengarkan oleh Kayla. Buktinya Kayla mengabaikannya, padahal ia sendiri sudah memperingatkan jika Kayla tak boleh terlihat berdekatan dengan pria lain, alasannya karena ia takut jika salah satu klayennya akan melihatnya, dan akan membuat rumor tak masuk akal tentang dirinya.


"Kayla...." geram Devian menatap tajam Kayla. Kayla yang melihat Devian kesal itu, hanya menyengir kuda, setelah itu tanpa aba-aba ia langsung berlari menarik Mia dari sana, Kayla takut jika kena amukan oleh Devian yang pemarah itu.


"Lari Mia" ucap Kayla menarik Mia.


Devian melototkan matanya. "Astaga, bocah itu" hela Devian sambil memijit kepalanya. Sepertinya ia benar-benar frustrasi atas ulah Kayla itu.


Devian merogoh sakunya, ia langsung memencet nomor sekretarisnya.


"Ya Bos?" ucap Trian diseberang telfon.


"Segera siapkan jet pribadi saya" ucap Devian tanpa basa-basi.


Trian yang ada diseberang telfon itu terkejut. "Hah? Jet pribadi? Emang ada urusan apa bos, apa ada suatu hal yang mendesak?" tanya Trian beruntun.


"Aku ingin pergi kebali, jadi persiapkan semua apa yang saya butuhkan, cepat! Aku tak bisa ber lama-lama" ucap Devian penuh penekanan.


"Tapi bos, emang ada apa bos ke bal--"


"Jangan banyak bertanya, cepat siapkan semua" ujar Devian memotong ucapan Trian, setelah itu mematikan telfonnya tanpa mendengar jawaban dari Trian itu.


Sedangkan Trian yang ada diseberang telfon itu, mengerutu kesal, bagaimana tak kesal jika hari libur saja ia bukanya bersantai, malah diteror oleh bos laknatnya itu.


💙💙


Disatu sisi, kini Kayla dan Mia sudah sampai dibandaran, tepat saat itu Soyun dan kawannya juga sudah sejak tadi berada disana.


"Coyun....." teriak Kayla yang melihat keberadaan Soyun itu.


"Tuh Kaylanya udah dateng, baru dateng aja nama Soyun yang pertama dipanggil" kata Gilang sambil menyengol lengan Soyun.


Soyun tak menanggapi, ia terkekeh pelan ketika melihat Kayla yang berlari kecil kearahnya, sungguh! Dimata Soyun itu Kayla benar-benar sangat mengemaskan.


"Jangan lari-lari Kayla, kamu kayak dikejar anjing aja" ucap Soyun diselingi tawa kecilnya.


Kayla menyengir. "Ya habisnya, kalo Kayla telat nanti ditinggal"


"Ngak bakal kok, kita semua pasti tungguin kamu disini" ucap Soyun tersenyum.


"Iya, mana mungkin ayangnya ditinggal" celetuk Gilang, yang mendapat toyoran dari Soyun.


"Gak usah didengerin ya, dia memang rada aneh" kata Soyun masih tersenyum manis kearah Kayla. Kayla hanya menganguk menangapinya.


Gilang mengelus kepalanya. "Aelah itu mah alibi lo aja" gerutu Gilang, setelah itu ia beralih menatap Mia yang ada disamping Kayla itu.


"Mia, aku bawain ya koper kamu, kayaknya berat banget kopernya" ucap Gilang mengambil koper itu dari tangan Mia.


"Eh! Gak usah, aku bisa bawa sendiri kok" ujar Mia sungkan.


"Udah gak papa, yuk kita langsung kepesawat aja" ajak Gilang yang lebih dulu masuk kedalam pesawat, Mia hanya pasrah, setelah itu ia juga ikut masuk kedalam pesawat itu, diikuti dengan yang lainnya.


Tbc.