
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya Guys^_^
See you~
💙💙
Saat ini Kayla tengah berada diruangan Devian, ia bingung mengapa ia disuruh kembali kesini? Sedangkan tadi ia diusir oleh sekretaris yang sama menyebalkanya dengan bosnya itu.
"Om, kenapa saya disuruh kemari sih om" ucap Kayla ketika ia bicara dengan Devian ia akan menggunakan bahasa formal, beda halnya ketika ia berbicara dengan orang yang dianggap Kayla dekat.
"Kenapa kamu bisa bersama dengan Kim Soyun?" ucap Devian mengabaikan pertanyaan dari Kayla.
"Emang Apa urusannya om?" ucap Kayla malah balik tanya.
"Jawab pertanyaan saya, jangan balik bertanya" ujar Devian sambil melipat kedua tangannya.
"Ngapain saya harus jawab pertanyaan om, om sendiri gak mau jawab pertanyaan saya" ucap Kayla tak mau mengalah.
"Hahhhhh bocah" ucap Devian sambil mengeram kesal. Kayla yang melihatnya hanya bodo amat.
"Apaan sih om gak jelas deh"
"Kamu bocah, jangan pernah bermain-main sama saya, kamu itu yang mau dijodohkan dengan saya, jadi jangan pernah kamu dekat dengan pria lain" ucapan Devian barusan membuat Kayla memelototkan matanya pertanda ia terkejut.
"Ohhh... Jadi om itu cemburu ya, pake segala ancem gak boleh deket sama coyun lah, kalau memang cemburu ya bilang aja" ucap Kayla dengan entengnya, ia bahkan tidak merasa kalau ucapannya itu membuat Devian semakin kesal.
"Apa kamu bilang cemburu? coyun? Dasar kalau otaknya bocah ya kelakuanya tetap bocah, asal kamu tau, kamu itu bukan tipe saya" ucap Devian bernada kesal, baru kali ini ia dibuat kesal sama seorang wanita, sebelumnya ia jarang sekali berbicara dengan wanita karena sifat dinginnya itu yang terkesan tidak mudah didekati kecuali mamanya. Dan sekarang wanita yang membuatnya kesal adalah yang mau jadi calon istrinya? Mimpi apa Devian, sampai-sampai dipertemukan oleh wanita imut berwujud bocah tapi menyebalkan itu, sungguh itu mimpi buruk bagi Devian.
"Kalau saya bukan tipe Om, yaa batalin aja dong pernikahannya gampangkan" ucap Kayla dengan gamblangnya.
Devian yang kekesalnya sudah memuncak mendekati Kayla yang duduk disopa itu, Kayla refleks menegakan tubuhnya dan sedikit memundurkan kepalanya kedinding dekat sofa yang ia duduki, kini mereka saling berdekatan bahkan Kayla dapat menghirup aroma mas kulin dari diri Devian yang membuat Kayla menegang, seketika nyalinya yang semula sangat berani, kini ia ciut akibat ulah Devian yang membuat Kayla tidak bisa bernafas. Lantaran Devian mendekatkan wajahnya dengan wajah Kayla, bahkan hidung mereka hampir saja menyentuh jika mereka bergerak sedikit saja.
"Kamu tau saya sudah berusaha meyakinkan orang tua saya untuk membatalkan perjodohan ini, tapi apa? mereka ingin kamu yang dijadikan menantu dari keluarga Anggara" ucap Devian dengan nada pelan tapi pasti, dan hal itu malah terdengar sensual ditelinga Kayla, selain itu kata-kata Devian bahkan membuat Kayla bungkam kehabisan kata-kata.
"Dan asal kamu tau, mereka malah meminta saya untuk bertunangan dulu dengan kamu" Lagi-lagi ucapan Devian membuat Kayla terkejut.
"A-a apa tu-tunangan?" ucap Kayla gagap.
"Yaa tunangan, kamu tau kan apa artinya tunangan?" ucap Devian bertanya pada Kayla yang masih diposisi tadi.
"Jika kamu bertunangan dengan saya, itu artinya kamu tidak boleh terlihat berdekatan dengan pria lain, karena itu akan berdampak pada perusahaan saya, dan jika perusahaan saya tiba-tiba anjlok, saya akan menyalahkan kamu atas apa yang terjadi diperusahaan saya jika hal itu benar-benar terjadi" ucap Devian dengan nada tegas.
"Hah? kenapa itu semua salah saya, jika om tidak mau perusahaan om hancur ya gak usah tunangan dong" ucap Kayla dengan kesal ia tak terima disalahkan begitu saja.
"Rupanya kamu tidak mengerti ya dengan kata-kata saya barusan" ucap Devian dengan memunculkan senyum jahatnya, membuat Kayla merinding seketika dan bahkan yang semula Kayla duduk sekarang malah berbaring disopa bersama Devian yang ada diatasnya, sekarang posisi mereka terlihat sedikit intim akibat ulah Devian yang entah kenapa sedari tadi mendekat terus kepada Kayla.
"O-om m-au apa? Jangan macam-macam ya kalau tidak-" ucap Kayla gagap yang artinya ia ketakutan.
Brakkkkkkkkkkkkk..
"APA YANG KAU LAKUKAN BOS" teriak seseorang dari pintu, dan yang berani meneriaki bosnya itu ya hanya Trian sekretaris Devian yang menyebalkan itu dan bahkan membuat momen diantara mereka hancur, Kayla yang merasa ada celah langsung berdiri menyundul dagu Devian yang membuat Devian terjatuh dilantai sambil memebangi dagunya yang terasa nyeri akibat ulah Kayla yang terkesan bar-bar itu.
Kayla pun bernafas lega, kali ini ia sangat berterimakasi pada sekretaris Trian yang biasanya terkesan menyebalkan, kini dimata Kayla ia seperti malaikat penolongnya yang muncul disaat-saat yang tepat.
"Terimakasih tuan malaikat kau adalah penyelamatku" ucap Kayla dengan nada pelan yang bahkan tidak terdengar oleh mereka.
"Bos kau ngapain tadi, astaga bos belum juga dikawinin udah gak tahan aja" ( maksudnya dikawinin itu dinikahin yak wkwkw^_^)
"Jaga bicaramu Trian, atau gaji kamu saya potong" ucap Devian yang kembali duduk setelah bangun dari jatuhnya itu.
"Aelah mulai lagi dah, emang ngapain sih bos tadi kok kayak mau sosor sosoran" ucap Trian blak-blakan yang bahkan tidak mengidahkan ucapan Devian barusan.
"Kamu mau gaji kamu benar-benar saya potong? Hahh" ucap Devian dibuat kesal oleh sekretariatnya itu.
"Ya ngak mau lah bos hehe" ucap Trian sambil mengaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Emang ada urusan apa kamu datang kesini?" tanya Devian.
"Aelah bilang aja gak mau diganggu" goda Trian yang malah menerima tatapan tajam oleh Devian, Trian pun meneguk salivanya merasa kelewatan dengan kata-katanya tadi.
"Ehem anu bos saya kesini mau mencari nona Kayla, karna sedari tadi sopir nona Kayla sudah menuggu didepan kantor, mungkin nyonya Eva menyuruh nona Kayla untuk pulang bos" ucap Trian menjelaskan.
Kayla yang merasa namanya disebut menengok kearah trian "Beneran mami cari saya?" tanya Kayla pada Trian.
Trian mengangkat bahunya "Mungkin nona, karena saya diberitahu oleh penjaga depan"
"Ohh oke kalau begitu saya pulang dulu beyyy" ucap Kayla sambil berlari karena tidak mau berlama-lama berada disana, apalagi teringat kejadian beberapa menit yang lalu.
Devian yang sedari tadi diam pun hanya melihat Kayla yang sudah berlalu tak menyisakanya.
"Ehemm yang galau karena ditingalin sama ayang ni yee uhuk ayang" goda Trian, sekretaris laknatnya itu memang benar-benar membuat Devian tiba-tiba darah tinggi, Bisa-bisanya ia memiliki sekretaris seperti itu.
Devian pun hanya diam tapi melayangkan tatapan tajam kearah Trian yang membuat Trian seketika merinding dibuatnya.
Trianpun meringis "Hehe sory bos kalau begitu saya pamit dulu" ucap Trian berlalu keluar dari pintu.
"JANGAN MIKIRIN AYANG TERUS BOSS NANTI KEBELET PINGIN NIKAH LOH HAHAHAHA" Teriak Trian setelah itu berlari secepat mungkin agar tidak kena semprot oleh bosnya itu.
"TRIANNNNN" teriak Devian merasa frustrasi akibat sekretaris yang benar-benar membuatnya dara tinggi itu.
Tbc.
Satu kata buat trian dong coment dibawah yaaa~