My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Perhatian



Keluarga Aggara dan juga keluarga Hames kini telah sampai didepan pintu kamar rawat dimana Kayla berada.


Bukanya cepat masuk, Mami Eva dan juga Laras mengintip melalui balik pintu yang dibuka kecil oleh mereka. Saat mereka mengedarkan pandangannya kedepan, mereka melihat pemandangan yang tak lazim itu, bahwasanya Devian tengah tidur meringkuk disamping Kayla yang masih memejamkan matanya itu.


"Wah jeng, bentar lagi kita bakalan jadi besan nih" ucap Eva sambil tersenyum sumringah.


"Bener jeng, duh mereka suit banget sih... Gemes liatnya" kata Laras yang merasa dibuat gemas itu.


"Iya jeng, gimana jadinya kalo mereka udah punya anak, bakalan lucu banget pasti itu" seru Eva tak kalah gemas.


"Ihh... Jeng aku kan jadi pengen cepet nikahin mereka"


"Kenapa sih ibu-ibu ini, bukannya cepat masuk malah mandor didepan pintu" celetuk Darius.


"Ih, kamu ini pah, jangan bikin bad mod dong, kita itu lagi seneng ini" kata Laras sambil menatap suaminya dengan tatapan sinis.


"Lah? Kok malah nyalahin papa sih, kita itu kesini buat jegukin Kayla, bukanya mandor didepan pintu begini" ucap Darius.


Mereka malah berdebat didepan pintu sampai membuat sang empun yang awalnya tidur nyenyak itu, terbangun mendengar suara bising dari arah pintu.


"Hemm.. Berisik banget, ada apa sih" kata Devian yang terbangun dari tidurnya, ia melirik kearah pintu dan setelah itu melirik kearah Kayla.


Devian turun dari tempat tidur, ia memperbaiki selimut untuk menutupi Kayla. Lalu berjalan kearah pintu.


Devian membuka gagang pintu, dan terlihatlah kedua orang tuanya dan juga kedua orang tua Kayla, Devian menghela.


"Kalian kesini, mau menjenguk atau mau adu suara" ucap Devian sambil menyilangkan tangannya.


Laras yang mendengar suara anaknya itu menoleh. "Lah... Sayang kamu disini" kata Laras sambil tersenyum kearah putranya itu.


"Mama ini, ini itu rumah sakit bukan kebun binatang, jadi jangan berisik disini, nanti orang-orang yang ada disini jadi terganggu gara-gara suara mama itu" ucap Devian yang malah mengomeli mamanya.


"Yaampun anak ini, sudah lama gak ketemu malah judes sama mamanya, anak kamu ini pah" ucap Laras sambil melihat kearah suaminya.


"Anakmu juga mah" jawab santai Darius.


"Sudah-sudah, jeng mending kita masuk aja" relai Eva.


"Iya jeng yuk kita masuk" kata Laras sambil mengandeng tangan Eva.


Darius mengelengkan kepalanya kala melihat tingkah istrinya itu, ia lalu merangkul pundak anaknya sambil berjalan menuju masuk.


💙💙


Sudah satu jam berlalu mereka semua menunggu diruang rawat Kayla, namun belum ada tanda-tanda siuman dari sang empun yang masih setia terbaring diranjangnya itu.


"Kamu sudah makan Devian?" tanya Laras pada anaknya yang masih setia duduk disamping Kayla itu.


"Belum mah" jawab Devian.


"Loh kok belum makan sih, nanti kamu malah ikutan sakit Devian" crocos Laras.


"Dari tadi papa udah bilangin dia mah buat makan dulu, tapi dia batu banget dibilangin" seloroh Darius.


"Kayak kamu pah" ucap Laras.


"Yaampun aku lagi yang disalahin" ujar Darius berucap lesu.


Dion yang ada disampingnya itu dibuat tertawa. "Hahaha, yang sabar yus, ibu-ibu itu memang begitu" kata Dion sambil menepuk-nepuk bahu Darius.


"Apanya yang ibu! Ibu" sahut Eva sambil melototkan matanya kearah Dion.


Dion yang melihat istrinya itu hanya tersenyum manis, tak berani untuk melawan.


"Sabar yon" ucap Darius ikutan menepuk bahu temannya itu.


"Nak Devian, mending kamu makan aja dulu, biar Kaylanya mami yang jagain" kata Eva.


"Iya sayang, kamu gak usah khawatir, mama juga ada disini buat jagain mantu mama" timpal Laras.


"Tapikan mah.."


"Gak usah tapi-tapi, cepet makan dulu sana, mama gak mau kamu nanti malah ikutan sakit, kalau kamu sakit siapa yang jagain Kayla nanti, jangan bikin khawatir mama dong" omel Laras.


"Iya Devian, mending kamu makan dulu" ujar Darius.


Devian hanya bisa menghebuskan nafas. "Yasudah, Devian makan" kata Devian.


"Dengerin itu apa kata mama mu Dev" ucap Darius sambil terkekeh pelan. Namun hal itu malah dihadiahi plototan oleh istrinya. Darius pun langsung mentralkan wajahnya menjadi tenang.


Devian melihat Kayla sebentar, setelah itu ia berjalan keluar dari ruang rawat itu.


"Kamu liat kan jeng, muka Devian tadi, duh... Aku tuh gemes banget ngeliatnya jeng" kata Laras.


"Haha iya jeng, Devian manis sekali ya, biasanya juga aku liat mukanya selalu serius" ucap Eva.


"Dia itu memang begitu jeng... Kalau lagi khawatir mukanya pasti dibuat lesu kayak gitu"


"Yaampun jeng, gak salah aku milih Devian buat jadi mantu aku, udah perhatian ples lucu lagi"


"Kamu bisa aja jeng"


Mereka berdua malah asyik mengobrol membicarakan anaknya, padahal Kayla sudah sadar akibat suara berisik mereka.


"Ugh.. Mih, kok berisik banget sih" ucap Kayla.


Eva terkejut mendengar suara Kayla itu. "Yaampun nak kamu sudah sadar" ujar Eva.


Kayla merenggut. "Udah dari tadi kali mih"


💙💙


Devian kembali dari makannya, namun ketika ia ngin melangkah ia mendengar suara bising dari arah ruang rawat Kayla.


"Berisik sekali, kalau mereka semua pada berisik seperti itu Kayla pasti merasa terganggu" gumam Devian, ia lalu menarik gagang pintu.


"Kenapa berisik sekali, nanti Kayla akan terbangun" ucap Devian, namun seketika ia mematung, semua orang melihat kearahnya, bukan hanya itu ia membeo kala melihat Kayla yang sudah terbangun dari tidurnya itu.


"Eh, nak Deviannya sudah dateng, kalo gitu kita langsung pulang aja yuk jeng" ajak Eva.


"Yuk, udah larut malam juga, jadi jam kunjungnya sebentar lagi habis" jawab Laras.


"Loh? Kayla gak dibawa" tanya Kayla.


Eva yang mendengar itu tersenyum kearah putrinya. "Engak sayang, kamu kudu disini dulu, besok kamu baru boleh pulang" kata Eva sambil mengelus suray rambut anaknya.


"Tapi kan mih, Kayla kan udah sembuh"


"Belum sembuh total sayang, jadi kamu harus nginep disini dulu" ucap Laras.


"Tapi kan mihhhh" rengek Kayla.


"Maaf ya jeng, anaknya emang keras kepala sekali, mirip papinya" alibi Eva.


"Lah?" beo Dion, bingung.


"Sabar... Yon, sabar" ucap Darius menepuk-nepuk bahu Dion.


"Haha, gak papa lah jeng, yaudah yuk kita gak bisa lama-lama, yuk pulang" ajak Laras.


"Yuk, ayok pih" kata Eva sambil mengiring suaminya, begitu juga dengan Laras.


Kini tingalah Kayla dan Devian yang ada didalam ruangan, kedua keluarga itu sudah berlalu meninggalkan sepasang insan yang masih terdiam itu.


"Ehem.. Ini saya bawakan bubur buat kamu" kata Devian mencairkan suasana.


Kayla tak menjawab, ia malah membaringkan tubuhnya dan membungkus dirinya dengan selimut hanya menyisakan kepalanya.


Devian yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafasnya. Ia lalu berjalan kearah lemari mengambil mangkuk untuk bubur yang ia bawa itu.


"Bocah, kamu makan dulu sebelum tidur, jangan biarkan perutmu kosong" kata Devian, namun masih tak ditanggapi oleh Kayla.


Devian mendengus, ia lalu menarik selimut Kayla dengan paksa.


Kayla pun bangkit dari tidurnya. "Apaan sih om!" ucap Kayla kesal.


"Kamu makan dulu bocah, setelah itu minum obat"


"Gak mau, gak usah sok perhatian deh om" ketus Kayla sambil menyilangkan tangannya.


Tbc.