My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
???



🌼🌼


Kayla melenguh, ia terganggu dengan sinar matari yang masuk dari cela-cela jendelanya itu. Kayla mengerjabkan matanya ia melirik jam yang terletak dimeja kecil tak jauh darinya.


"Hemm, udah jam tujuh ya.. Hoamm" gumam Kayla, sambil menguapkan bibirnya sehingga menimbulkan bentuk O besar dimulutnya itu.


Kayla ingin berdiri, namun sesuatu berat seperti ada yang menindihnya. "Tangan?" gumam Kayla kala melihat tangan besar nan kekar dilehernya. Ia melirik kebawa, kala melihat kaki besar yang melilit kaki kecilnya itu.


"Kaki?" gumam Kayla lagi, sedetik kemudian ia menegang dan melirik matanya kearah samping. Kayla melototkan matanya seketika, ia terkejut bukan main melihat seorang pria dewasa yang tak lain adalah Devian tidur disampingnya dengan santainya.


Kayla menghirup nafas dalam-dalam, lalu menghebuskannya. "Waaaaaaaaaa....." teriak Kayla mengemas diruangan itu.


Eva yang sedang didapur itu menjatuhkan sendoknya. "Astaga! Suara apa itu?" ucap Eva linglung, kala rasa terkejutnya itu membuatnya tak bisa berfikir.


Eva menetralkan rasa terkejutnya. "Astaga anak itu lagi" ucap Eva kesal sambil mendengus.


Sedangkan Devian yang mendengar teriakan Kayla itu melenguh saja dan mengerjapkan matanya tanpa beban. Ia lalu melihat gadis kecil yang ada dipelukannya itu, bukannya Devian langsung pindah, ia malah semakin mengeratkan pelukannya pada Kayla. Membuat Kayla sesak nafas seketika dikarenakan jantungnya itu tak bisa diajak kerja sama.


"Lepasin ommm" ucap Kayla sambil memberontak dipelukan Devian itu, jika dilihat dari atas mungkin Kayla saat ini mirip dengan cacing kesemuta.


Devian tak menanggapi, ia malah memejamkan matanya kembali sambil menghirup rambut Kayla yang beraroma manis, membuat Devian nyaman dengan posisi itu.


"Ommm" rengek Kayla frustrasi.


"Sebentar bocah" ujar Devian bersuara serak khas orang yang baru bangun tidur.


Suara manly dari Devian itu membuat bulu kuduk Kayla merinding, ia tak tahan dari posisi itu, bisa-bisa ia mati konyol jika jantungnya terus tak bisa dikondisikan.


Kayla tak bisa diam, ia terus saja mengoyangkan tubuhnya, ia berbalik kesamping memunggunggi Devian, Devian yang masih memeluk Kayla dengan erat itu membuat Kayla terus-menerus mengoyangkan tubuhnya. Entah sadar atau tidak pantat Kayla yang bergoyang terus itu, menyentuh adik kecil milik Devian dan membuatnya terbangun dari tidur lamanya.


Devian mengeram merasakannya. "****" umpat Devian, sambil memejamkan matanya.


"Bocah... Jangan terus bergerak, kau membuatnya bangun" ucap Devian sedikit mengeram.


Kayla mengerutkan keningnya, ia tak tahu apa maksud dari ucapan Devian itu. "Om ini bilang apa sih? Kayla gak ngerti, plis deh om... Jangan peluk Kayla begini, Kayla pengap jadinya" ucap Kayla yang masih saja mengerakkan badannya itu.


Devian kesal, bukanya berhenti Kayla malah membuat adiknya tambah bangun. Devian memepetkan tubuhnya pada Kayla.


Kayla tersentak akibat pelukan kencang dari Devian itu, ia pun merasakan mi-lik Devian yang menganjal memepet pingangnya.


"Apa itu om, kok rasanya menganjal?" tanya Kayla polos, rupa-rupanya ia tak tahu apa itu.


Devian mendengus kesal mendengar pertanyaan konyol Kayla. "Jangan mengeseknya terus, atau kau akan ku makan bocah" bisik Devian pada telinga Kayla, dan membuat Kayla meremang seketika.


Kayla pun merasa geli, ia yang tak tahan langsung membalikkan badannya dan mendorong Devian dengan sekuat tenaganya.


Devian yang tak siap itu terjatuh dari kamar itu, sehingga mengeluarkan bunyi yang sangat nyaring.


Devian meringis punggungnya terasa nyeri akibat terjatuh dilantai itu. "Awssss.." ringis Devian.


πŸ’™πŸ’™


Laras dan juga Darius, yang melewati kamar Kayla itu mendengar suara yang begitu nyaring.


Darius dan Laras saling berpandangan, mereka pun langsung berjalan cepat menuju kamar itu.


"Iya Devian, mengapa ada suara keras dari arah kamar kalian? Apa terjadi sesuatu didalam?" ucap Darius yang juga merasa khawatir.


Devian yang mendengar suara orangtuanya itu segera bangkit dari baringnya itu, ia berdiri sambil memegang punggungnya.


Devian menatap tajam Kayla."Ini semua gara-gara kau bocah" ujar Devian kesal, setelah itu berjalan kearah pintu dan membukanya.


"Lah? Malah Kayla yang disalahin" gumam Kayla sambil mengerucutkan bibirnya.


Ceklek... Devian membuka pintunya dan terlihatlah kedua orangtua Devian memasang wajah khawatirnya.


"Sayang... Kamu gak papa kan, Kayla juga gak papa kan?" tanya Laras beruntun.


"Mah... Devian gak papa, Devian cuman jatuh dari kamar tadi" jawab Devian.


"Kok bisa jatuh?" tanya Laras bingung.


"Kamu gak lagi ngelindur kan sayang?" lanjutnya.


"Ngak mah... Devian jatuh gara-gara anak perempuan mama itu" ucap Devian sambil menunjuk Kayla yang masih mengelung dirinya dengan selimut.


Kayla yang ditunjuk itu tak terima, ia lalu bangkit dari duduknya dan berdiri lantang diatas kasur. Ia tak tau saja jika saat ini ia hanya mengenakan tangtop disertai celana pendek yang ketat memperlihatkan kulit putih dipahanya itu.


"Wah.. Om ini sukanya ngadu ya, mom! Bukan Kayla yang salah, om ini yang main peluk-peluk Kayla, kan Kaylanya jadi sesek terpaksa deh.. Kayla dorong om sampe jatoh" ucap Kayla yang tak merasa dosa, sambil berkecak pingang diatas tempat tidur itu.


Devian yang melihat penampilan Kayla itu melotot ia mengalihkan wajahnya karena merasa malu.


Sedangkan Darius yang jarang melihat ekspresi putranya itu mengerutkan keningnya bingung, lantas ia melihat penampilan Devian dari atas sampai bawah, Devian hanya memakai kaos oblongnya disertai celana boker pendek nan sedikit ketat itu.


Darius mengerutkan keningnya kembali, kala melihat ada yang aneh dari bagian celana Devian, namun sedetik kemudian Darius langsung tersenyum sendiri. Rupa-rupanya adik kecil Devian belum juga tertidur dan masih terbangun dari bilik celananya itu.


Laras yang melihat suaminya yang tersenyum aneh itu mengerutkan alisnya. "Kenapa pah?" tanya Laras.


"Ngak, yuk kita balik aja kekamar mah.." ajak Darius sambil tersenyum aneh.


"Ada apa sih pah?" tanya Laras bingung.


"Engak mah... Kita tinggal dulu ya Dev... Semoga sukses" ucap Darius sambil mengerlingkan matanya kearah Devian.


Devian yang melihat tingkah aneh papanya itu hanya bingung, sedetik kemudian ia langsung tersadar, ia lalu melihat bagian bawahnya. Devian pun langsung memasamkan wajahnya. "Apa papa melihatnya?" gumam Devian, yang sudah memerah malu.


Bugh... Tiba-tiba saja ada benda empuk yang mengenai punggungnya, ia berbalik dan melihat ada bantal yang terjatuh dilantai. Dan pelakunya itu adalah Kayla.


Kayla melipat tangannya, ia masih berdiri diatas kasur. "Om, keluar gak? Kayla mau mandiiii" rengek Kayla dengan nada kencang.


"Ya mandi aja lah, apa susahnya?" ucap Devian gamblang.


"Om.. Ihhhhh...." teriak Kayla sambil menghentak-hentakan kakinya dikasur.


Sedangkan Devian langsung keluar dari kamar Kayla dengan berlari bak anak kecil yang kena omel ibunya.


Tbc.


Jangan lupa komennya.....