My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Makan Bersama



🌼🌼


"Yaampun anak ini, dikasi kejutan kok malah marah-marah" ucap Eva pada putrinya itu.


"Ya, abisnya Kayla kan malu mih, kalo disambut kayak gini, Kayla berasa kayak jadi anak Tk yang baru pulang dari liburannya" ucap Kayla yang masih mempoutkan bibirnya itu.


Eva menghela. "Maaf ya jeng, anaknya emang kayak gini bandel kalo dibilangin" ucap Eva pada Laras.


"Gak papa lah jeng, namanya juga remaja, ya pasti malu dong diliatin sama yang lebih dewasa" ucap Laras sambil tersenyum.


"Tuh mama Laras aja gak protes mih" kata Kayla percaya diri.


"Iya-iya, suka-suka Kayla aja deh, yuk jangan berdiri aja disitu" ajak Dion pada putrinya itu. Kayla manut ia berjalan bersama papinya sambil merangkul pinggang Dion, Kayla jika sama papinya manjannya akan kelihatan, tapi jika sama maminya selalu berdebat dimana pun mereka berada.


"Yaampun jeng, Kayla kalau sama papinya jinak banget ya" ucap Laras, sambil memperhatikan tingkah Kayla.


"Yah... Begitulah jeng, sama maminya berani banget, tapi kalo sama papinya sayang banget, kadang-kadang aku merasa kayak gak diangep orang tuannya loh jeng" jelas Eva sambil menghela.


Laras terkekeh. "Sabar jeng, Devian juga pernah begitu kok jeng sama aku, bandel kalo dikasi tau, tapi dibalik itu anak kita masih menaruh sayang pada ibunnya" tutur Laras, sedangkan Devian yang ada disana hanya bisa menghebuskan nafasnya, ia merasa tak berbuat apa-apa, tapi mengapa selalu ia yang dibawa-bawa.


"Iya jeng makasi udah dimengertiin, saya jadi terharu loh" kata Eva sambil merangkul lengan Laras.


"Haha.. Kamu bisa aja jeng" ucap Laras, setelah itu mereka berdua berlalu menuju meja makan dimana Kayla sudah ada disana.


Devian yang ditinggal itu lagi-lagi hanya bisa menghebuskan nafasnya. "Emang dasar ibu-ibu, kalo udah gibah pasti ngelupain orang yang disekitarnya" gerutu Devian, lalu menyusul mereka.


Dimeja makan, semua keluarga berkumpul, mereka semua makan bersama dengan hikmat. Begitupun dengan Kayla yang makan dengan lahap, seperti orang yang tak pernah makan selama seminggu.


Eva yang melihat cara makan putrinya itu mengelengkan kepalanya. "Yaampun Kayla, makannya pelan-pelan aja dong, tuh belepotan kemana-mana" ujar Eva sambil menunjuk nasi yang menempel pada mulut Kayla.


"Habiwsnya enwak mih" kata Kayla sambil mengunyak makanannya.


Eva mengeleng. "Habiskan makananmu baru ngomong" tegur Eva setelah itu mengambilkan air pada Kayla.


"Makasih mami" ucap Kayla tersenyum, sambil meneguk air yang diberikan oleh maminya itu.


Laras yang melihat itu tak bisa menahan tawanya. "Kamu laper banget ya Kayla?" tanya Laras diselingi kekehan.


"Gak terlalu lapar sih ma, tapi karena makanannya terlalu enak, Kayla jadi nambah terus deh" ucap Kayla cengegesan.


"Haha... Emang sama tunangan kamu itu gak dikasi makan ya?" tanya Laras menggoda Kaya.


"Dikasi bubur aja, Kayla gak kenyang, mana buburnya gak enak lagi" ucap Kayla polos.


Darius tertawa terpingkal-pingkal. "Hahaha, yaampun Devian kamu kenapa malah nyiksa tunangan mu yang lagi sakit, papa gak habis pikir deh sama kamu Dev" ucap Darius yang masih diselingi tawanya.


Devian yang disalahkan itu cemberut. "Kan kalo orang yang lagi sakit itu, ya harus makan bubur lah pah" ucap Devian kesal.


"Iya-iya kamu benar kok, maaf ya papa nyalahin kamu hahaha" ucap Darius yang masih tertawa.


Drt... Drt... Drt.. Devian yang ingin menjawab perkataan papanya itu tak jadi, kala melihat handphone yang bergetar.


"Ya Trian" ucap Devian, yang ternyata sekretarisnya lah yang menelfonnya.


"Halo bos, bisakah bos datang kekantor"


"Kan saya sudah bilang untuk menghandel semua meting hari ini" ucap Devian memotong ucapan sekretarisnya itu.


"Tapi bos... Ini sangat mendesak, klayen kita yang dari Jepang datang hari ini, mereka ingin bertemu dengan bos, sekarang"


"Kenapa bisa mereka datang hari ini, bukannya janji pertemuannya besok?" ucap Devian, diliputi rasa kesalnya akibat klayennya yang tiba-tiba datang kekantornya itu.


"Saya juga tak mengerti boss.. Saya kelimpungan disini, tolong lah bos mereka hanya mencarimu" ucap Trian memohon pada Devian.


Devian mendesah. "Yasudah, saya akan kesana" ucap Devian pasrah, setelah itu menutup telfonnya.


Darius memperhatikan putranya itu. "Ada apa Dev?" tanya Darius.


"Sepertinya aku harus kekantor pah" jawab Devian.


"Lah kenapa mendadak sekali? Ini kan sudah sore juga Dev" ucap Darius.


"Hari ini klayen Devian yang dari Jepang datang pah, dan Devian dibutuhkan disana" jelas Devian.


Darius memangut mengerti. "Yasudah kamu pergi saja jika itu sangat penting" tutur Darius.


Devian menganguk lalu berdiri dari duduknya dan menuju kamar, untuk mengganti pakainnya dengan setelan kantor.


"Devian mau kemana yus" tanya Dion, yang melihat Devian meninggalkan meja makan, padahal sarapannya belum juga dihabiskan.


"Katanya ada urusan kantor" jawab Darius, yang dianguki oleh Dion.


Tbc.