My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Terus Mengikuti



°°°°


Sedari tadi Kayla dibuat jengah oleh tingkah Devian yang membuatnya sangat pusing, pasalnya Devian terus saja membubtuti Kayla tanpa henti, seperti saat ini Kayla yang tengah diduk bersantai dikursi pantai itu tak bisa tenang lantaran Devian yang juga sudah ada disampingnnya mengikuti Kayla yang juga duduk bersantai sambil menyesap minuman yang ia pesan itu.


Bukan hanya itu, Kayla dibuat jengkel dikarenakan Devian yang mencolok itu mengundang mata yang terus saja menatapnya, para wanita yang berada dipantai itu terus saja membicarakan Devian, ada yang membicarakan wajahnya, ada juga yang membicarakan bentuk tubuhnya, rambutnya, hidung yang mancung, kulit putih bersinar, bahkan gerak-gerik Devian pun dianggap sangat keren.


"Asataga... Cowok itu kok bisa ganteng banget sih... Bahkan lagi minum pun dia imut banget.." ucap seorang wanita itu dengan pekikan heboh.


"Gak hanya itu, bahkan ngelap keringat pun dia keren banget, wajah secakep itu, ngupil pun pasti tetep cakep tuh orang"


Kayla yang mendengar pekikan itu semakin malas, gimana tak dengar coba! Orang mereka saja berbicara seheboh itu dan suaranya pun bisa dikatakan cukup keras. Devian mungkin mendengarnya, namun dia hanya acuh, hal itu mungkin sudah biasa baginya. Dipuji karena ketampananya, disanjung karena kesuksesannya sungguh Devian sangat beruntung.


Kayla berdecih. "Cih... Norak banget... Tampan katanya? Matanya mungkin lagi juling kali ya.. Om-om peot gitu dibilangi tampan, kalo mereka tau sifat asli om! Mungkin langsung ilfil" gumam Kayla menjelek-jelekkan Devian yang ada disampingnnya, walau Kayla berbicara berisik begitu Devian masih tetap mendengarnya.


"Kenapa kamu malah menjelek-jelekkan saya? Apa kamu iri, banyak orang yang menyukai ketampanan saya? Atau kamu sedang cemburu?" ucap Devian yang masih santai memejamkan matanya.


Kayla tersentak, ia malu lantaran Devian mendengar dumelannya.


"Apaan sih om! Siapa yang cemburu? Orang om aja peot gitu, tentu saja Kayla gak akan cemburu" gerutu Kayla.


Devian menghela. "Gak nyambung kamu bocah! Apa hubungannya dengan peot? Lagian saya juga tak terlalu tua-tua sekali dengan apa yang kamu ucapkan itu, saya masih bugar dan masih sangat tampan" ucap Devian sambil mengelengkan kepalanya.


"Bagi Kayla itu... Om itu udah tua... Umur om itu udah tiga puluh! Dan hal itu sudah bisa dikatakan kalo om itu sudah tua banget" ucap Kayla dengan gamblang.


"Gak jelas kamu bocah.."


"Lagian om juga! Ngapain sih... Ngikutin Kayla terus... Kayla tuh jadi gak tenang kalo ada om disini, semua orang ngeliatin kesini terus... Gara-gara ada om disini" dumel Kayla dengan kesalnnya.


"Udah kamu abaikan saja... Itu hanya orang-orang yang ingin cari perhatian, orang kayak gitu aja dipusingin" ujar Devian dengan nada santai. Dan hal itu membuat Kayla bertambah kesal.


"Dasar om nyebelin....." pekik Kayla, membuat Devian menutup telinganya.


"Halo... Permisi..."


Kayla langsung menutup mulutnya kala mendengar suara seseorang.


Kayla melihat kedepan, ternyata seseorang itu adalah dua wanita yang tadi terus membicarakan Devian. Kayla mengamati penampilan mereka, satu kata yang bisa diucapkan! Mereka berdua sangat seksi, Kayla lalu melihat penampilannya sedetik kemudian ia langsung mengerucutkan bibirnya, ia melihat pakaiannya yang juga bisa dikatakan sedikit minim, namun yang dijadikan masalahnya adalah bentuk tubuhnya tak terlalu berisi, tepos! Tidak seperti bentuk tubuh dua wanita yang ada dihadapannya, seksi dan bohay.


Salah satu wanita itu menyelipkan rambutnya. "Maaf jika saya mengganggu tuan, sebenarnya saya kesini hanya ingin berkenalan dengan tuan karena saya sepertinya sangat tertarik dengan tuan" ucapnya lalu memperlihatkan senyum manisnya.


Salah satu teman wanita itu, maju mendekati Devian. "Halo tuan nama saya Tasya! Ini kartu nama saya" ucapnya lalu menyodorkan kartu namanya pada Devian. Devian menerimanya tanpa bersuara.


"Anda bisa menghubungi saya, jika anda memiliki waktu luang" ucap Tasya dengan mengerlingkan sebelah matanya pada Devian. Namun Devian hanya menatapnya datar.


"Oh iya tuan.. Apakah saya boleh tau siapa nama tuan?" tanyanya. Namun Devian tak menjawab pertanyaan itu, ia masih dengan wajah datarnya dan memalingkan wajahnya, acuh tak acuh.. Acuhnya.


Wanita itu tersenyum kikuk kala tak mendapat jawaban. Sedangkan Kayla yang melihat itu hanya bisa tertawa cekikan, entah kenapa hal itu membuat Kayla sangat senang.


"Haloo... Kamu adeknya kakak tampan ini ya? Wah.... Ternyata adeknya manis sekali" ucapnya yang membuat Kayla langsung menghentikan tawanya.


"Hah? Adek?" beo Kayla.


"Iya! Kamu adeknya kan? Adek... Kamu bisa gak beri tahu nama kakak kamu ini... Sepertinya aku sangat tertarik dengan kakak kamu" ucap Tasya memohon sambil tersenyum manis.


Kayla menengok kearah Devian, namun sang empun hanya tersenyum semirk duduk santai disampingnnya. Kayla yang melihat itu mengerti kesal.


"Maaf ya mbanya... Saya bukan adeknya.. Kalo mbanya mau tau nama orang itu, ya tanya lah sama orangnya" ucap Kayla sewot.


"Aduh.. Adeknya jangan bicara gitu lah.. Saya tau kamu ini adeknya kakak ini, jadi jangan bohongi saya ya! Hahaha" ucapnya sambil tertawa.


Namun dimata Kayla hal itu sangat menyebalkan.


Kebetulan bersamaan dengan itu, Soyun lewat tak jauh dari Kayla, Kayla langsung bangkit.


"Terserah apa kata emba deh.. Saya gak perduli.. Beyy..." ucap Kayla setelah itu berlari menghampiri Soyun.


"Soyun... Tunggu Kayla..." teriak Kayla.


Soyun menengok. "Eh Kayla?"


Devian yang melihat Kayla pergi meninggalkannya itu, ikut bangkit dari duduknya. Ia lalu melangkahkan kakinya, namun dicegah oleh wanita yang menggangunya itu.


"Eh.. Tuan mau kemana? Kita masih belum kenalan loh" ucapnya dengan nada menggoda.


Devian menepis tangan wanita itu yang memegang lengannya.


Ia lalu memegang telapak tangan wanita itu, dan memberikan kembali kartu nama yang diberikan untuknya.


"Tak ada waktu bagi saya untuk main-main dengan kalian! Asal kalian tau? Wanita yang kalian sebut adik itu adalah tunangan saya" setelah mengucapkan itu Devian langsung pergi meninggalkan mereka yang dibuat kebingungan.


"Kasar banget ya cowok itu?"


"Bener banget... Untung ganteng, tapi sayangnya udah ada yang punya" ucapnya lesu.


"Lagian ceweknya kecil banget.. Masa beneran itu tunanganya? Kayaknya usianya beda jauh banget deh"


"Kayak pedofi aja"


Tbc.


Jangan lupa like, komen, and vote ya..