
Devian yang tengah tidur itu, terusik dengan teriakan Kayla yang sungguh mengguncang gendang telinga jika ada orang yang ada disampingnya.
Kayla yang melihat pergerakan dari Devian itu, seketika menutup mulutnya rapat-rapat dan melihat kedepan sambil menyilangkan tangannya ala-ala orang tenggelam.
"Ughh" lenguh Devian, mengucek matanya setelah itu ia melihat Kayla yang ada dihadapanya itu, posisi Devian saat ini miring menghadap Kayla, sedangkan Kayla berbaring menghadap kedepan. "Pagi-pagi, sudah buat rusuh emang dasar bocah merepotkan" ucapan Devian seketika membuat Kayla menegok kearahnya.
Kayla memasang tampang dengan garangnya. "Hei om, ini semua itu salah om, ngapain coba pake tidur bareng segala, dasar om mesum" ucap Kayla gamblang.
"Seharusnya saya yang kesal disini, tadi malam kamu malah enak-enakan tidur dikasur saya, kamu itu dibanguni susah kayak kebo"
Kayla yang dikatai kebo itu melototkan matanya. "Kalo emang susah, kan om bisa tidur ditempat lain ngapain harus tidur disini!" ujar Kayla kesal.
"Jangan salah kamu bocah, ini kamar saya, saya berhak tidur disini, yang seharusnya pindah itu harusnya kamu" ucap Devian, tak mau mengalah.
"Ish, dasar om-om peot, hikss Kayla merasa, Kayla udah gak perawan lagi" ucap gamblang Kayla, sambil mendramatis.
Devian yang mendengar perkataan Kayla menghembuskan nafasnya, setelah itu ia bangkit dari tidurnya, dan mendekatkan wajahnya kearah Kayla yang masih berbaring itu.
Kayla pun seketika tertegun. "Om mau ngapain" ucap Kayla gugup, saat ini jantungnya berdetak kencang seperti ingin melompat.
Devian tak mengubris perkataan Kayla, ia mendekatkan bibirnya tepat ditelinga Kayla. "Asal kamu tau bocah, saya tak bernafsu dengan bocah menyebalkan seperti kamu" bisik Devian setelah itu berlalu menuju kamar mandi.
Kayla yang mendengar perkataan Devian sejenak tertegun, dan setelah itu ia merubah rautnya menjadi kesal.
"Dasar om-om peotttttttttt" teriak Kayla, mengatai Devian yang tengah mandi itu.
Tok... Tok.. Tok..
"Non Kayla ini bibi non, non Kayla baik-baik saja kan? Tadi bibi denger ada suara teriakan berasal dari sini, non Kayla ndak papa kan"
Ternyata yang mengetuk pintu itu adalah bi Minah, seketika Kayla kalang kabut dan berlari menuju pintu.
"Engak kok bi, Kayla ngak papa" ucap Kayla menyembul kan kepalanya dipintu sambil cengegesan.
"Syukurlah kalo ndak papa, tadi bibi kaget banget sampe jatohin panci, takut-takut non Kayla kenapa-napa" ucap bi Minah sambil bernafas lega.
"Yaudah kalo gitu, bibi tinggal dulu ya, non Kayla habis ini turun sarapan"
"Siap bi" Jawab Kayla.
Setelah bi Minah berlalu, bersamaan dengan itu Devian keluar dari kamar mandi dengan hanya mengunakan handuk dipinggannya, dan membuat Kayla yang menegok kearahnya melototkan matanya seketika.
"Ihhhh, Om mesummm kenapa gak pake baju sihh" ucap Kayla sambil menutupi wajahnya.
"Gak tau ah, dasar om nyebelinnn"
Setelah berucap Kayla langsung keluar dari kamar Devian dengan membanting pintunya, sampai menghasilkan bunyi yang cukup keras.
Devian yang melihat tingkah Kayla hanya mengeleng acuh.
💙💙
"Yaa, saya akan segera kekantor, setengah jam lagi saya akan sampai, kamu tunggu saja disana"
"Baik pak"
Tutt...
Kini Devian menuju dapur, karena kebiasaan saat ingin berangkat bekerja ia akan singgah dulu untuk sarapan, karena baginya sarapan adalah hal yang utama untuk memulai bekerja. Berbeda dengan orang lain jika orang lain sibuk bekerja dan selalu melupakan waktu makan maka Devian akan selalu mengutamakan makan.
Saat Devian sudah sampai ditempat, ia melihat Kayla yang sudah anteng disana, tapi bukanya menyantap makanannya Kayla malah menatap Devian sinis seperti ada dendam yang tersembunyi.
"Gak usah ngeliatin saya, saya memang tampan sejak dikandungan" ujar Devian sambil mendudukan bokongnya dikursi, siap untuk mengambil makan.
"Cih, ganteng apanya, modelan om-om aja dibangain" ucap Kayla sinis.
Devian yang mendengar ucapan Kayla hanya mengeleng saja. "Kalau memang saya ngak tampan, lantas kenapa tadi malam kamu meluk-meluk saya pas mati lampu, bukan mati lampu saja pas tidur pun kamu meluk saya"
Ucapan Devian itu seketika membuat mulut Kayla bungkam. "Apaan sih om gak usah ngada-ngada deh" ujar Kayla sambil menyantap makanannya guna menutupi kegugupannya itu.
"Makan saja makananmu, saya lagi malas berdebat sama kamu" ucap Devian, setelah itu ia juga menyatap makannya dengan posisi yang sanggat elegan.
Bukanya mengindahi ucapan Devian, Kayla malah sibuk menatap Devian yang tengah makan itu. 'Si om ini kok bisa ya mirip aktor siwon, kalo ada jengotnya pasti lebih manli lagi' batin Kayla dalam hati, sampai tak menyadari sendok yang ia angkat bukanya mengarah dimulut malah mengarah kehidung.
"Sepertinya perutmu tidak butuh nutrisi ya, ternyata hidungmu yang lebih membutuhkannya" ucapan Devian itu seketika menyadarkan Kayla dari lamunnya.
Kayla pun kelagapan, ia sungguh malu kepergok menatap Devian, sungguh jika ada lubang semut yang muat untuknya maka ia akan bersembunyi disana.
"Apaan sih om, jangan ngomong aneh-aneh deh" ucap Kayla berusaha menutupi rasa malunya, saat ini wajahnya sanggat memerah sampai keleher sungguh lucu sekali tingkah Kayla saat ini, jika ada orang lain yang melihatnya pasti sudah diketawai.
Tidak terkecuali Devian, ia dari tadi mengamati tingkah malu-malu gadis yang duduk berhadapan dengannya itu, sebenarnya ia ingin ketawa tapi ia tahan, jika ia ketawa sudah pasti Kayla akan tambah kesal dan membuat eksperis yang tak terduga lagi. Entah kenapa hal itu membuat kesenangan tersendiri bagi Devian, didalam dirinya seperti ada kehangatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Karena ia tak tau perasaan apa itu, ia mengabaikannya saja karena ia beranggapan jika perasaan itu akan hilang dengan sendirinya.
Tbc.