My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Kang Kepo



Saat ini Kayla tengah berada diruang kerja Devian, ia tidak tau kenapa dirinya disuruh kemari, sudah lima belas menit ia berada disitu dan sampai sekarang tidak ada satu kata pun dari pria yang sedari tadi hanya fokus pada laptopnya itu.


"Om!" ucap Kayla sambil melihat Devian.


Devian tak menyahut, ia malah tetap fokus pada pekerjaannya itu. Kayla merasa kesal karena diabaikan ia bangkit dari duduknya, karena sudah tak tahan berada disana ia mencoba untuk berlalu pergi.


"Mau kemana kamu?" ucap dingin dari Devian.


Kayla menengok. "Ya pulang lah, males disini terus" ucap Kayla ketus.


"Siapa yang nyuruh kamu pulang, duduk!" perintah Devian, lagi-lagi dengan intonasi dinginnya.


Kayla mengerutkan keningnya. 'Kenapa pula pria yang ada didepanya itu'


"Kenapa sih om?"


"Duduk, Kayla" ucap Devian, tak menghiraukan pertanyaan Kayla.


Kayla pun menurut saja, ia duduk disofa yang ia duduki tadi, Devian berjalan kearah Kayla ia lantas duduk berhadapan dengannya.


"Tadi kamu ngapain sama Soyun?" tanya Devian, sambil melipat tangan dan duduk dengan menopang kakinya diatas lututnya.


"Lagi nyari Mia" jawab Kayla.


"Mia?" tanya Devian lagi.


"Ituloh, anaknya bi Minah"


"Emang kemana teman kamu itu"


"Kalo Kayla tau ya Kayla gak bakal nyariin dia lah, gimana sih om" ujar Kayla, yang juga melipat tangannya.


"Trus, kenapa kamu tidak langsung pulang, tadi saya sudah menyuruhmu pulang kan?" tanya Devian lagi dan lagi.


Kayla langsung menatap Devian sinis, emang ya orang yang ada didepannya itu tidak ada rasa berterimakasihnya sama sekali. "Emang Kayla budak om apa? Yang disuruh langsung manut gitu aja, Heloo om Kayla gak gitu ya! Enak aja main suruh-suruh" ucap Kayla, sambil mempoutkan bibirnya.


"Dasar bocah! Tingkah laku kayak anak tk, sekarang pulang kamu, buat apa kamu masi disini kamu gak kerja disini lebih baik kamu pulang aja" usir Devian, yang sangking kesalnya gara-gara tingkah Kayla itu.


"Kok om main usir-usir aja sih, hei om! Kayla juga gak mau lagi datang kesini, ini semua ulah mami Kayla, Kayla itu terpaksa datang kesini" ucap Kayla kesal sambil berdiri dari duduknya. "Dasar! Om-om peot, udah peot ngeselin lagi" ucap lirih Kayla yang masih terdengar oleh Devian.


Devian yang mendengar perkataan Kayla itu, langsung ikutan berdiri. "Kamu bocah" ucap Devian, sambil menunjuk muka Kayla.


"Apa?" kata Kayla, tak mau kalah.


Tiba-tiba pintu terbuka, dan memperlihatkan dua sosok insan masuk kedalam ruangan itu.


"Eis! Eis! Eis! Ibu-ibu, Bapak-bapak, tenang dulu jangan ribut-ribut disini, kalau mau ribut dirumah aja lebih enak" ucap meledek itu berasal dari seorang pria, yang tak lain adalah sekretaris Devian itu.


Kayla dan Devian menoleh kearah sumber suara. "Diam kamu!" ucap berbarengan Kayla dan Devian yang ditanggapi bengongan oleh Trian.


"Wahhh, dua kekasih itu sehati ya Mia" kata Trian yang malah bertanya pada gadis yang ada disebelahnya itu.


"Iya, bener banget paman" jawab Mia sambil cekikikan.


"Bocah mending kamu pulang saja, saya pusing kalau ada kamu disini" ucap Devian, sambil memegang kepalanya.


"Emang Kayla mau pulang kok, Kayla gak betah disini apalagi sama om-om peot yang ada disini, yuk Mia kita pulang" ucap gamblang Kayla lalu menarik tangan Mia untuk keluar dari ruangan itu.


"Boc--" ucapan Devian terhenti kala melihat Kayla yang langsung keluar itu, Trian yang melihat itu hanya bisa menahan tawa, karena tak tahan melihat tingkah laku bosnya itu yang bisa dibilang sanggat langka.


Devian pun kesal, ia melirik Trian. "Diam Kamu Trian, kalau tidak gaji kamu saya potong" ujar Devian, dengan nada mengancam.


"Kumat lagi deh" kata Trian berucap dalam hati, ia tak berani berucap langsung didepan bosnya karena pasti gajinya akan langsung dipotong olehnya.


๐Ÿ’™๐Ÿ’™


Sesampainya dirumah baru Kayla itu, ia langsung saja merebahkan dirinya disofa tempat ia menonton tv tadi.


"Hahhhhh, akhirnya sampe juga capek banget kayak lagi lari maraton" ujar Kayla yang duduk bersandar disofa, Mia pun ikut duduk bersamannya.


"Kayla, itu tadi tuan Devian kan? Kok orangnya galak bener ya, padahal kalian kan sudah bertunangan, kok gak ada romantis-romantisnya ya? Seinget aku tuan Devian orangnya pendiam baru kali ini loh aku liat tuan Devian bisa marah kayak gitu, Kayla beruntung banget loh bisa dimarahi oleh tuan Devian" pertanyaan beruntun dan juga perkataan polos dari Mia itu, ditanggapi tatapan sinis oleh Kayla. Ia merasa hera kenapa gadis yang ada disampingnya ini enteng sekali mengucapkan kalimat seperti itu.


"Kamu seneng ya Kayla dimarahi sama orang itu?" tanya Kayla sambil berkecak pinggang menatap temannya itu.


"Ya enggak dong Kayla, tapi kalau menurutku sih, kalau Kayla bisa dimarahi sama tuan Devian mah Kayla beruntung banget" Jawab Mia dengan sumringah, setelah itu ia dapat jitakan oleh Kayla.


"Awww sakit Kayla" kata Mia sambil mengelus kepalanya yang dijitak oleh Kayla.


"Hehehe maaf Kayla tadi Mia ada urusan" jawab Mia sambil cengegesan.


"Urusan apa? Emangnya kamu punya temen disana?" tanya Kayla kepo.


"Bukan urusan temen, tapi urusan hati" jawab Mia.


Kayla pun semakin kepo atas ucapan Mia barusan. "Urusan hati? Emang siapa cowoknya? Kamu punya pacar Mia?" tanya Kayla beruntun.


Mia yang keceplosan itu langsung menutup mulutnya. "Aduhh mulut, kenapa kamu buka kartu sih" gerutu dalam hati, sambil menepuk-nepuk bibirnya itu.


"Eheehehehe bukan gitu kok Kayla, aku salah ngomong tadi" alibi Mia, ia tak mau jika urusan hatinya diketahui oleh Kayla, karena pada dasarnya ia sangat malu jika membahas tentang kisah cintanya.


"Alahh, jangan alasan kamu Mia, Kayla tuh gak bisa dibohongin"


"Beneran kok Kayla"


"Miaaa, kita itu udah temenan, kamu gak mau cerita gara-gara belum percaya ya sama Kayla?" ucap Kayla, sambil membuat mimik wajahnya menjadi sedih.


"Engak kok Kayla, aku percaya kok sama Kayla, Kayla jangan sedih dong" jawab Mia yang sudah terpancing oleh acting Kayla itu.


"Kalau Mia percaya Kayla, yaudah ceritain dongg" rengek Kayla, yang memang sanggat kepo itu.


Mia pun pasrah. "Ehem, jadi gini sebenarnya aku tadi ngikutin sekretarisnya tuan Devian"


"Trus-trus" ucap Kayla yang sudah tak sabaran, karena ucapan Mia selalu dipotong ditengah jalan membuat Kayla semakin tambah greget.


"Sebenarnya, aku sudah lama suk--"


Ucapan Mia terpotong karena suara dari bi Minah itu.


"Lohh? non Kayla sama Mia sudah pulang" ujar bi Minah menghampiri mereka yang tengah duduk diruang tv itu.


"Iya bi" jawab Kayla.


"Mia, lanjutin lagi dong" kata Kayla beralih lagi pada Mia.


"Kapan-kapan aja ya Kayla, Mia mau mandi dulu, udah gerah nih" ucap Mia sambil berlari menuju dapur itu.


"Ehh, lohh Miaaa" panggil Kayla yang tak didengar oleh Mia.


"Hahhhhh"


"Gara-gara bi minah nih" gerutu Kayla dalam hati, ia merasa kesal karena rasa penasarannya itu belum tercapai.


Tbc.


Bonus Visual๐Ÿ‘‡



Trian Januartha


Umur : 31 Tahun


Tinggi : 190 Cm


Hobi : Main gem dan Baca buku


Makanan Kesukaan : Daging pangan dan sayuran.


Memiliki dua orang tua yang lengkap, tidak punya saudara kandung, ia seperti Devian yang jarang pulang kerumahnya, ia tinggal sendiri diapartemen miliknya sendiri, orang tuanya merupakan pengusaha sukses tentu saja ia sejak kecil sudah serba berkecukupan.



Mia Raini


Umur : 19 Tahun


Tinggi : 162 Cm


Hobi : Masak


Makanan Kesukaan : Sayur Oseng.


Merupakan anak tunggal dari Minah pekerja Art. dirumah Devian, sebatang kara karena ayahnya sudah berpulang sejak ia masi kecil. Memiliki wajah cantik khas gadis desa, sedikit cerewet dan juga perhatian.