My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Debatnya Dua Insan Dipesta



🌸🌸🌸


Kayla berjalan lemas kearah Devian, Devian yang melihat Kayla berjalan kearahnya itu melipat kedua tangannya, bak predator yang seperti menagih utang kepada Kayla itu.


Kayla sudah sampai dihadapan Devian, namun Devian belum mengatakan sepatah kata pun membuat Kayla terus menundukkan kepalanya, seperti anak kucing yang sedang ditegur oleh induknya.


Trian menepuk bahu Devian, ia membisikan sesuatu, "Bos... Jangan pelototin terus, tunangan bos jadi takut itu" ucap Trian pada Devian.


Devian menghembuskan nasfasnya. "Kayla Alengka! Apa kamu masi ingat syarat yang pernah saya ajukan sebelumnya?" tanya Devian dengan bahasanya yang sangat formal.


Kayla sedikit terhenyak, kala Devian memanggil dirinya dengan nama lengkapnya itu. 'Si om apaan sih, nakut-nakutin aja' gumam Kayla kesal.


Kayla mengangukan kepala."Iya" jawab Kayla seadanya.


"Lantas kenapa kamu tak menepati syarat yang saya buat?" tanya Devian mengintrogasi.


Kayla berdecak. "Ya abisnya Kayla bosen.... Kalo jalan sama om! Om itu selain nyebelin, juga ngebosenin" ucap Kayla gamblang, membuat Trian menahan tawanya. Kayla langsung membekap mulutnya.


"Mampus kamu Kayla..." bisik Mia meledek.


Kayla mencebik kesal. "Diem kamu Mia, jangan bikin Kayla tambah takut dong" gerutu Kayla malah menyalahkan temannya itu.


"Lah kok aku yang disalahin" ucap Mia menahan tawa ketika melihat raut mengemaskan dari Kayla itu.


"Dasar bocah, dikasi peringatan malah gak didengerin, mau kamu itu apa sih bocah?" ucap Devian yang sudah tersulut kesal.


"Maunya Kayla ya! Om gak ganguin Kayla seneng-seneng lah... Perasaan dikekang mulu deh sama om... Sebenarnya om itu maunya apa sih?" dumel Kayla yang malah memberikan pertanyaan yang sama pada Devian.


Devian mendengus. "Kamu ini malah mengambil pertanyaan saya! Kamu bertanya saya maunya apa? Yang jelas saya mau, kamu nurut apa kata saya dan lakukan persyaratan yang saya berikan kemarin!" jelas Devian dengan nada tegasnya. Umur Devian memang dewasa, tapi entah mengapa jika berurusan dengan Kayla sifat dewasanya menghilang entah kemana.


Seperti saat ini, ia tak mau mengalah adu mulut dengan Kayla. Bak kucing garong yang sedang meraung-raung.


"Ihh... Om kok malah ngelunjak sih" gerutu Kayla berkecak pinggang.


Devian mengikuti gaya Kayla yang sedang berkecak pinggang. "Ihhh... Terserah saya dong" ucap Devian santai.


Kayla melongo, sedangkan Mia sudah tertawa terpingkal-pingkal sejak tadi begitu juga dengan Trian.


Kayla lantas dengan beraninya menampol lengan Devian cuku keras, membuat sang empun juga melongo melihat tingkah berani Kayla. "Apaan sih om kok malah ikut-ikutan sih, dasar om-om aneh"


"Kamu berani menampar tangan saya?" ucap Devian menatap tajam kearah Kayla.


Kayla tersadar apa yang ia perbuat. "Ya itu kan salah om sendiri, main ikut-ikutan gaya Kayla aja" ucap Kayla sambil mengerucutkan bibir mungilnya.


Devian mendengus lagi. "Sudahlah bocah.. Saya tak mau berdebat dengan kamu lagi, kamu ini sungguh-sungguh sangat menyusahkan dan merepotkan, paket komplit!" ujar Devian dengan gamblangnya. Kayla yang mendengar itu langsung tersulut emosi.


"Om ini! Kok bisa nyebelin banget ya? Om ini kayaknya anak pungutan deh... Gak mungkin kan anaknya mama Laras yang kalem lembut itu"


Mia dan juga Trian sudah merasa jengah melihat perdebatan mereka berdua, pasalnya mereka sudah sejak tadi seperti itu hingga setengah jam lamanya.


"Berani kamu mengatasi saya?" ucap Devian bersungut-sungut.


Kayla kembali berkecak pinggang. "Kalo emang iya, kenapa?" tantangan Kayla.


"Kam--"


"Udahlah bos... Gak malu diliatin dari tadi sama orang disini" ucap Trian menepuk bahu Devian.


Devian menghentikan ucapannya ketika mendengar perkataan Trian, yang dibilang oleh Trian benar, jika saat ini orang-orang tengah melihat kearahnya.


Devian memijit kepalanya, bisa-bisanya ia berbuat konyol ditempat umum seperti itu.


"Hahh... Yaudah kita balik kerestoran aja" ujar Devian pasrah. "Dan kamu!" tunjuk Devian pada Kayla.


Kayla yang ditunjuk itu menatap sinis Devian.


"Ikut saya, dan jangan membantah" tutur Devian.


"Idihhh... Tukang ngatur"


"Diam kamu, jangan bawel" ucap Devian yang akhirnya menarik Kayla bersamanya.


"Eh! Eh, kok make narik-natik aja sih... Lepasin om" ucap Kayla mencoba melepaskan lengannya.


"Diam kamu!" sentak Devian menatap tajam Kayla, dan membuat nyali Kayla kembali ciut. Mau tak mau Kayla terpaksa mengikuti kemauan Devian.


Devian membawa Kayla masuk kedalaman restoran, sedangkan dua insan Mia dan Trian, ditinggal begitu saja bak orang transparan.


"Main tinggal aja... Ini, ni kalo udah ada pawangnya, ngelupain orang yang ada disekitarnya" gerutu Trian mengelengkan kepalanya. Ia pun mengalihkan pandangannya kearah Mia.


Ia melihat Mia yang hanya terdiam, biasanya jika ada dia Mia selalu cerewet dan terus mengikutinya. Tapi entah mengapa Mia bersikap acuh padanya dan Trian sedikit menyadarinya.


"Mia-"


Saat Trian ingin mengucapkan sesuatu, Mia langsung memotong ucapannya itu.


"Yuk paman kita nyusul juga" ujar Mia yang langsung meninggalkan Trian, tanpa mendengar jawabannya.


Trian mengaruk kepalanya yang tak gatal. "Rasanya dari kemarin Mia aneh deh" gumam Trian mengamati terus kepergian Mia.


Tbc.