My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Dibuat Panik



🌼🌼


Kini acara konser telah selesai, waktu menunjukan jam 19:50 yang menandakan bahwa hari sudah malam, padahal acara itu dimulai jam sembilan pagi tapi jika waktu dilewatkan dengan kesenangan, maka semua itu tak akan terasa.


"Yah... Gak kerasa banget ya Kayla, udah selesai aja konsernya" ucap Mia yang kini mereka berdua sudah berada diluar lobi dan menuju parkiran.


"Bener banget Mia, emang kalau lagi asyik-asyiknya itu pasti gak akan kerasa, kayak sekarang ini! Udah malam banget padahal Kayla merasa nonton konsernya kayak sejam" jawab Kayla, yang berjalan lunglai seperti tak dikasi makan.


"Kamu kenapa Kayla? Kok kayak lemas gitu" ucap Mia yang mengamati cara berjalan Kayla itu.


"Kayla lemes banget, Kayla lupa kalau tadi pagi belum sarapan, mana laper banget lagi" ucap Kayla sambil memegangi perutnya yang tengah keroncongan itu.


"Yaampun Kayla kenapa gak bilang? Kan aku bisa nyiapin bekel buat Kayla, yuk mending kita cari makan aja, dari pada nanti perutmu sakit" kata Mia sambil menarik tangan Kayla.


"Gak perlu Mia, Kayla mau pulang aja, lebih enak makan masakannya bi Minah"


"Yaudah, kalau gitu kita langsung pulang aja, Mia juga rasanya laper juga pingin makan masakannya ibu"


"Yuk... Kayla jadi gak sabar sampe kerumah" ucap Kayla sambil mengandeng tangan Mia, dan mengajaknya menuju parkiran dimana sopirnya sudah menungunnya disana.


"Kayla...." teriak Soyun yang membuat Kayla menghentikan langkahnya.


Kayla berbalik kearah sumber suara. "Eh Coyun?" ujar Kayla yang melihat Soyun, tengah berlari kearahnya.


"Kenapa, Coyun?" tanya Kayla.


Soyun mengatur nafasnya. "Hahhh... Enggak aku mau ketemu kamu aja" kata Soyun sambil sedikit terengah-engah akibat ia lari kearah Kayla itu.


Kayla mengerutkan keningnya bingung. "Mau ketemu Kayla emang ada apa?" tanya Kayla penasaran, Mia yang ada disebelahnya itu juga ikut penasaran, lantaran kejadian dipanggun itu membuat Mia masih menyimpan rasa penasarannya.


"Kamu lihat aku kan tadi waktu bernyanyi dipangung" tanya Soyun.


"Iya Kayla lihat, kan Kayla duduknya paling depan" jawab Kayla.


Soyun tersenyum. "Bagaimana penampilanku waktu dipangung tadi?"


"Kerenn kok, Kayla merasa seneg banget diundang nonton konser, seumur-umur Kayla baru pertama kali nonton konser ini, jadi Kayla merasa senang sekali hari ini ya gak Mia?"


"Iya Kayla, Mia juga merasa seneg" jawab Mia.


"Baguslah kalau kalian merasa senang, aku yang mendengar juga ikutan senag" kata Soyun sambil tersenyum. "Aku juga disini mau bilang sesuatu sama kamu Kayla" ujar Soyun yang merubah rautnya menjadi serius, Kayla yang melihat itu lagi-lagi mengerutkan keningnya.


"Emang mau bilang apa Soyun? Kayaknya penting banget" ucap Kayla sambil tersenyum mendapati wajah Soyun yang serius itu terkesan lucu dimata Kayla.


"Kamu lihat kan waktu aku bernyanyi dipangung, membawakan lagu khusus untuk wanita yang spesial bagiku" ucap Soyun sambil menatap Kayla lekat.


Kayla yang ditatap seperti itu gugup seketika. "I-ya"


"Apa kamu gak penasaran? Siapa wanita itu" tanya Soyun.


Kayla yang tadi merasa gugup, langsung mengubah rautnya menjadi penasaran mendengar perkataan Soyun itu. "Wah.. Kayla kepo banget! Emang siapa sih orangnya" tanya Kayla bersemangat, karena ia tak merasa jika ia orangnya.


Soyun tersenyum melihat keantusiasan Kayla itu. "Emang kamu gak sadar jika aku bernyanyi pas dihadapanmu?" tanya Soyun.


Kayla mengeleng dengan polosnya. "Engak.." jawab Kayla.


Soyun terkekeh melihat wajah polos Kayla itu. "Hemm, kamu memang gadis yang tak peka Kayla" ucap Soyun, sedangkan Mia yang melihat ketidak pekaan Kayla itu mengeleng, sedari tadi ia merasa greget dengan teman barunya itu, Mia merasa heran mengapa ada orang yang sangat tidak peka seperti makhluk yang ada disampingnya itu padahal perkataan Soyun tadi tertuju pada Kayla, namun entah mengapa sepertinya otak Kayla saat ini sedang tidak singkron.


Soyun mendekatkan dirinya pada Kayla, Kayla yang melihat Soyun itu refleks memundurkan tubuhnya, namun hal itu masih digapai oleh Soyun yang lebih tinggi dari Kayla itu.


Saat sudah sampai, Soyun mengarahkan bibirnya kearah telinga Kayla, ia lalu membisikan sesuatu. "Orang itu adalah kamu Kayla" bisik Soyun, setelah itu menetralkan kembali posisinya.


Kayla terbengong seketika.


"Hah?" beo Kayla.


"Ya Kayla orang itu adalah kamu" ujar Soyun sambil tersenyum.


Mia yang mendengar langsung itu menutup mulutnya tak percaya, lantaran dugaannya itu benar adanya bahwa orang yang dianggap spesial oleh Soyun itu adalah Kayla orang yang saat ini sedang terbengong itu.


"T-api k-enapa harus Kayla" ucap terbata.


Kayla tak tahu saja, Devian yang sejak tadi berada tak jauh darinya itu merasa geram melihat adegan lewat matanya itu, saat ini Devian sedang bersembunyi didekat pembatas tembok parkiran, sebenarnya ia ingin menemui Kayla dan mengajaknya untuk cepat pulang bersamanya, namun ia kedahuluan oleh Soyun, dan semua adegan itu tak luput dari penglihatanya. Ia juga mendengar obrolan Soyun dan Kayla itu. Dan hal itu membuatnya semakin kesal seperti ada yang terbakar dalam dirinya.


Devian tak mau membuang waktu, ia berjalan cepat kearah Kayla, Kayla yang melihat kedatangan Devian itu sedikit terkejut.


"Om?"


"Ikut Saya" kata Devian sambil menarik tangan Kayla, Kayla tersentak kala ditarik paksa oleh Devian.


"Loh? Kayla mau dibawa kemana" kata Soyun bingung.


"Aku juga gak tau" jawab Mia, ia seperti merasakan aura hitam saat melihat Devian yang membawa Kayla itu. "Yaampun... Semoga Kayla gak kenapa-napa" guma Mia.


πŸ’™πŸ’™


Sedangkan didalam mobil, saat ini Kayla dan Devian sedang diperjalanan, Kayla tidak tahu ia mau dibawa kemana oleh Devian yang sedang mengendarai mobil dengan kecepatan melaju itu, Kayla ketakutan, ia berpengangan erat pada sabuk pengaman dan juga kursinya.


"Ommmm.... Kayla mau dibawa kemana, jangan kenceng-kenceng om.... Kayla gak mau mati" teriak Kayla ketakutan.


Namun Devian mengabaikanya, ia masih tetap fokus menatap jalanan.


"Ommmmm...." teriak Kayla lagi-lagi dan hal itu membuat Devian mengerem mobilnya dengan tiba-tiba.


Kayla hampir saja terjungkal jika tak ada sabuk pengamanya itu.


"Diam kamu bocah, ikut saja jangan buat saya semakin kesal" ucap Devian sambil mengeram dan hal itu sukses membuat Kayla beringsut ketakutan.


Devian melanjutkan perjalanan, kali ini Kayla tak protes, ia diam sambil memegang sabuknya itu.


πŸ’™πŸ’™


Sesampainya ditempat, ia membawa Kayla diapartemen miliknya itu, ia menarik Kayla dan membawanya masuk kedalam kamarnya.


Ia mengempaskan Kayla, Kayla yang tak siap itu terjatuh dikasur milik Devian.


Kayla mendongak. "Om Kenapa sih? Om kayak orang gila deh hari ini" ucap Kayla kesal, lalu ia bangkit dan menatap Devian yang ada didepanya itu.


"Ommm.. Kenapa sih.... Kenapa Kaula dibawa kesini" teriak Kayla.


"Diam kamu bocah!" bentak Devian membuat Kayla terkejut.


Devian mendekat pada Kayla, Kayla pun refleks mundur.


"Dengar baik-baik bocah! Saya sudah peringatkan kamu untuk tidak datang kekonser itu, namun kamu tak mendengarkan perkataan saya" ucap Devian dengan nada tegas.


"Emangnya kenapa sih om? Kok om main ngelarang-ngelarang gitu sih, emang masalahnya apa om?" ucap Kayla sambil memegangi perutnya, ia seperti merasakan nyeri diperutnya itu.


Devian tertegun, ia juga bingung mengapa ia bersikap seperti demikian?


"Karena Saya merupakan tunangan kamu, jadi hak saya, jika saya melarang kamu untuk datang kesana"


Ucap Devian yang tak ditanggapi oleh Kayla, Kayla masih saja memegangi perutnya itu.


"Ingat baik-baik boca, jika kamu berani dekat dengan Soyun maka saya tak akan segan-"


"Awss" ringis Kayla.


Devian menghentikan ucapannya. "Bocah ada apa dengan mu?"


"Awww perut Kayla.." ucap Kayla sambil meringis kesakitan.


"Kenapa dengan perutmu" tanya Devian yang sudah mulai panik itu.


Tidak ada jawaban dari Kayla, namun tiba-tiba saja Kayla libung dan terjatuh tepat dilantai.


Devian terkejut. "Hei bocah, ada apa denganmu" panik Devian, dan menepuk-nepuk pipi Kayla, namun Kayla tak sadarkan diri, ia pingsan, terlihat sekali wajahnya yang pucat itu, banyak sekali keringat yang bercucuran dikening Kayla dan hal itu sukses membuat Devian tambah panik.


"Kayla bangun, hei! Jawab saya" teriak Devian, yang tak dijawab oleh Kayla.


Devian tak mau berlama-lama, ia membopong Kayla dan membawanya pergi dari sana.


Tbc.