
🍃🍃
"Awas jangan lari-lari nanti jatuh loh" ucap seorang pria, yang saat ini tengah berlari-larian ditaman bersama Kayla.
"Gak mau, nanti kalau aku berhenti, kamu bakal nagkap aku, wleee" ucap Kayla sambil memeletkan lidahnya.
"Dibilangin kok susah banget yaa, awas kamu kalau kena"
"Coba aja, wleeee hihihihi" ujar Kayla terkikik dan berlari tak tau arah.
Debrukkkk....
"Akkksss aduhhh" ringis Kayla saat tersandung batu, dan posisinya miring mengenai wajahnya.
"Udah dibilangin kan? Gini nih kalau gak mau dengerin kata-kata aku"
"Kok kamu malah marah sihhh, bukanya nolongin hiks"
"Yaa ini kan salah kamu, pantas dong kamu dimarahi" ujar pria itu sambil memarahi Kayla.
"Sini aku lihat lukanya" ucapnya, sambil memegang pipi Kayla yang tergores itu.
"Awww sakit tauuu"
.
.
.
.
"Hei bocah" ucap Devian sambil menekan luka memar dipipi Kayla, akibat ia tampar tadi.
"Awww sakittt" ringis Kayla sambil memegang pipinya itu.
"Omm, kenapa sihh, bukanya diobatin malah diteken lukanya"
"Kamunya dipanggil dari tadi gak nyaut-nyaut, bengong aja kayak tikus kejepit"
"Apaan sih om! Kok malah bawa-bawa tikus sih, om itu nyebelin banget deh" ucap Kayla sambil mencebikan bibirnya pertanda ia sedang kesal.
"Emang kamu tadi ngelamunin apa? Apa mungkin kamu lagi bayangin saya diangan-angan lamunan kamu itu" ujar Devian mengabaikan ucapan Kayla.
"Yeee, kepedean situ kayak gak ada yang lain aja selain om" ucap Kayla menyangkal, sebenarnya apa yang dibilang Devian tak sepenuhnya salah karena Kayla tadi tengah melamun bersama dengan seorang pria yang entah siapa orang itu.
"Malah gak ngaku, orang yang ada diruangan ini cuman saya, jadi pasti kamu lagi ngelamunin saya udah gak usah bohong lagi kamu"
"Apaan sih om, udah ah, Kayla capek males disini terus sama om-om caper" ujar Kayla sambil berlalu meninggalkan Devian disana.
"Apa kamu Bilang, HEI BOCAH" teriak Devian yang tak didengar oleh Kayla dan hal itu membuat Devian mendengus kesal lantaran merasa diabaikan.
"Caper katanya? Hahhhh... Emang dasar bocah ingusan, lama-lama bikin saya gila disini" ucap Devian bernada kesal, setelah itu ia juga berlalu menuju kamarnya.
💙💙
Pagi hari........
Tampak Devian tengah memakai setelan jas berwarna hitam yang sanggat pas ditubuhnya itu, dengan rambut yang disisir rapi menambah kesan sanggat elegan dan tampan sampai-sampai artis yang bersanding dengannya akan kalah dengan ketampanannya itu, ia berpakaian rapi hari ini karena ada jadwal miting bersama klayen yang akan datang ke prusahaanya untuk membahas kerjasama mengenai kontrak artis yang akan ditunjuk untuk bermain peran drama yang akan ditayangkan segera itu.
Ketika ia sudah merasa rapi, ia langsung berlalu menuju pintu kamarnya itu tak lupa dengan jam tangannya yang selalu ia bawa kemana-mana.
"Pelayan! Segera bersihkan kamar saya, tapi jangan sentuh sembarang barang-barang saya, dan juga cuci pakaian yang kotor" ucap Devian memberikan perintah pada salah satu pelayan rumah itu, pelayan dirumah itu terbilang cukup banyak karena rumah sebesar itu tak mungkin dibersihkan oleh satu orang saja, dan tentang bi Minah ia merupakan kepala pelayan atau senior yang memiliki pangkat tinggi diantara pelayan-pelayan yang ada, karena bi Minah merupakan orang terpecaya dari mama Laras, maka dari itu ia ditunjuk sebagai kepala pelayan dirumah Devian.
"Baik tuan" ucap pelayan itu, setelah itu ia berlalu menuju kamar Devian.
Devian tak menjawab, ia langsung berlalu menuju kebawah ingin keruang makan karena kebiasaannya saat berangkat bekerja ia akan sarapan terlebih dahulu baru ia akan langsung berangkat bekerja.
Tiba-tiba saja ia merasa bertubrukan dengan benda berjalan nan terlihat pendek, ia pun menunduk kebawah.
"Aduhhhh ommm, Om ini gak liat apa? Ada orang disini, main tabrak aja suka banget nabrakin orang sih om, heran deh" cerocos benda nan pendek, yang ditabrak Devian tak lain adalah Kayla, siapa lagi kalau bukan dia yang berani menyebut tuan rumah itu dengan sebutan om.
"Makanya, jadi orang jangan terlalu pendek, jadi gak keliatan kan" ucapan Devian itu berhasil membuat tanduk kaylat muncul seketika.
"Apa om bilang? Pendek?"
"Gak usah pura-pura budek kamu bocah"
"Heii om!" ucap Kayla sambil menunjuk wajah Devian dengan jari telunjuknya itu "Asal om tau ya! Bukan Kayla yang terlalu pendek, tapi salahkan om yang terlalu tinggi kayak tiang kayu bangunan" ucap ngasal Kayla sambil menginjak kaki Devian.
"Akkk, kamu" ringis Devian sambil memegang kakinya yang terasa berdenyut, akibat injakan Kayla yang sangat kencang itu.
"Apa? Berani sama Kayla hahh, kalau berani hadapin dulu papa Darius" ucap Kayla, setelah itu ia berlalu meninggalkan Devian yang dibuat melotot oleh tingkah Kayla yang terkesan menyebalkan itu.
"Dasar kau bocah menyebalkan, HEI MAU KEMANA KAU BOCAH" teriak Devian sambil mengikuti arah kemana Kayla pergi.
"Sssttt, diem om jangan berisik didepan makanan gak baik" ucap Kayla setelah itu ia mendudukan diri tepat didepan meja makan.
"Kamu.. Berani-beraninya kamu menasehati saya, kamu tau kan saya ini pemilik rumah ini"
"Dan saya pemilik dari tunangan pemilik rumah ini" ucap Kayla mengabaikan perkataan Devian.
"Hei... Sejak kapan kamu jadi pemilik rumah ini, jangan pernah bermimpi kamu bocah" ucap Devian diselingi nada kekesalan.
"Sejak Kayla jadi tunangannya om, rumah ini kan pemberian orang tua Kayla juga, jadi otomatis Kayla pemilih rumah ini dong" ujar Kayla santai sambil melahap makanan yang sudah tersedia dimeja itu.
"Wah bocah sejak kapan kamu mengakui saya sebagai tunangan kamu?" tanya Devian sambil melipat tangannya didada.
"Emmm... Nyam-nyam enak, udah om gak usah ngajak berdebat terus, mending makan lebih enak"
"Jawab pertanyaan saya yang tadi bocah!"
"Pertanyaan apalagi sih om, udah dehh jangan banyak tanya terus, sekarang waktunya tuh makan, cepet makan om nanti terlambat kekantor loh"
"Kamu ini bener-bener, soal makanan aja kamu cepet, dasar! Otak bocah ingusan" dengus Devian, setelah itu ia juga duduk untuk sarapan, padahal ia sedang kesal dengan Kayla tapi saat ini ia sanggat lapar jadi mau tidak mau ia harus duduk makan berdua bersama Kayla.
"Heleh orang situ juga cepet kok soal makan, buktinya sekarang malah ikutan duduk disini"
"Diamm kamu bocah, ini karena saya terpaksa duduk disini"
Kayla hanya mengangkat bahunya tak peduli ia lantas melanjutkan makanya yang sempat tertunda tadi.
Interaksi mereka tak sengaja dilihat oleh beberapa pelayan yang ada disana, mereka dibuat gemas dengan tingkah mereka yang terbilang lucu itu, tak terkecuali bi Minah dan mang Anton yang juga menyaksikan tingkah mereka, bahkan keberadaan mereka saja tak diketahui oleh Kayla dan Devian.
"Lihat tuh mang, pagi-pagi udah dikasi tontonan lawakan gitu, gratis lagi" ucap bi Minah yang berada dibalik pintu dapur bersama mang Anton.
"Iya nah, mereka itu cocok sekali jadi suami istri, semoga mereka cepet-cepet nikah ya nah"
"Wahhh, kalau itu mah bi Minah langsung amiin aja... Saya loh mang, baru kali ini liat tuan Devian kayak gitu"
"Maksudnya gimana nah?" tanya mang Anton.
"Ituloh mang, wajahnya tuan Devian kayak lebih bahagia dari sebelumnya, awalnya terlihat murung dan datar, sekarang wajahnya terlihat banyak ekspresi dan hal itu semua berkat Non Kayla"
"Bener kamu nah, kita doain aja semoga mereka bersama terus sampai punya cucu"
"Aminnn, udah yuk mang balik kerja lagi, nanti ketauan tuan Devian kita diomelin lagi" ujar bi Minah, setelah itu mereka berlalu menyisakan Kayla dan Devian yang damai dengan makanannya itu.
Tbc.
Jangan lupa jejaknya yaaa^_^