
"Trian, kamu sudah mengatur semuanya dengan baik kan?" tanya Devian, saat ini ia sudah berada dikantor ditemani dengan sekretarisnya.
"Iya bos, semuanya sudah dipersiapan, kita hanya perlu mengecek apakah idol Boys Seven sudah siap atau belum" jawab Trian.
Devian memberhentikan jalannya dan menghadap kearah Trian. "Memang kamu belum mengeceknya?" tanya Devian dengan nada mengintrogasi.
"Sudah bos, semuanya berjalan dengan baik"
"Lalu? Lantas kenapa kita harus mengeceknya kembali?"
"Agar semuanya mantap dimata bos" jawab Trian dengan percaya dirinya. Devian yang mendengar jawaban dari Trian itu hanya menghembuskan nafasnya.
"Baiklah kita kesana sekarang untuk mengeceknya"
"Baik bos"
💙💙
Sesampain ditempat yang dituju, Devian seketika mengerutkan keningnya kala ia melihat sosok mungil yang ada didepan pintu yaitu tempat Boys Seven berlatih.
"Bocah" ucap Devian, dan yang disebut itu menoleh kearahnya.
"Eh ada om"
Ya itu adalah Kayla dan disampingnya ada Mia yang setia menemaninya.
"Haloo tuan Devian, haloo paman Trian" sapa Mia sambil cengegesan tak jelas.
Devian mengabaikan sapaan itu dan beralih kearah Kayla. "Ngapain kamu kesini lagi bocah"
"Kayla disini tu disuruh mami buat antar nih makanan" jawab Kayla sambil menunjukan ratang ditangannya.
"Nihh, buat om" ujar Kayla menyodorkan ratangnya lalu ditaruh ditangan Devian. Devian hanya manut saja menerima rantang itu.
"Sudah kan? Sekarang kamu boleh pergi" usir Devian, Kayla yang mendengar itu memasang wajah kesalnya.
"Ihh enak aja main usir-usir, Kayla gak mau pergi, Kayla mau disini aja nontonin Coyun latihan"
Devian yang mendengar itu mengeram seketika. "Turutin apa kata saya bocah"
"Ihhhh, gak jelas deh om, emang siapa om! Main ngatur-ngatur Kayla" jawab Kayla sewot.
Trian yang melihat adegan itu mencoba menahan tawanya. "Sudah boss, biarin aja, kayak istrinya aja pake ngelarang-ngelarang kesini"
"Diam kamu Trian, saya tidak bicara dengan kamu" ucap ketus Devian.
"Alah bilang aja cemburu boss" tidak ada jawaban dari Devian melainkan plototan mata yang diarahkan pada Trian, Trian pun berdehem ia lantas membungkam mulutnya dan melihat kearah depan.
Devian kembali menatap kearah Kayla. "Sebenarnya kamu ngapain masih ada disini bocah"
"Dibilangin lagi nontonin Coyun kok" jawab kesal Kayla tanpa melihat kearah Devian.
Devian semakin kesal mendengar ucapan nama Soyun diganti dengan Coyun, seakan-akan itu panggilan sayang yang dilontarkan Kayla.
"Boc-"
Ucapan Devian terhenti kala melihat anggota Boys Seven keluar dari tempat latihannya.
"Wahhh, ada si Kayla nihh" ucap salah satu member Boys Seven.
"Haloo Kayla" sapa serempak dari mereka.
Kayla menanggapi sapaan mereka dengan senyum merekah. "Haloooo" sapa balik Kayla.
"Lohh ada tuan Devian juga disini, Haloo tuan" mereka membungkukan badan kala melihat Devian disana.
"Bagaimana dengan latihan kalian?" tanya Devian.
"Semuanya hampir sempurna tuan" jawab Soyun yang ada disamping Kayla, Soyun ini merupakan leader Boys Seven, ia memiliki bakat membuat lagu, bermain alat musik dan juga menari.
Devian hanya menganguk. "Yasudah kalau begitu, lanjutan latihan kalian dengan baik, ingat acara debut kalian sebentar lagi dan juga konser kalian akan diadakan tiga minggu lagi"
"Baik tuan" ucap serempak mereka.
Devian menganguk, setelah itu ia ingin berlalu dari tempat itu namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti.
"Kayla, mumpung kamu disini aku mau kasi tau kamu, kamu mau ngak datang keacara konser kami nanti" tanya Soyun pada Kayla.
"Iya dongg, huhuy"
"Pit piuttttt"
Sedari tadi teman Soyun mengodanya, membuat Soyun mengaruk tengkuknya yang tak gatal, ia malu dengan ucapan temannya itu.
Kayla yang ditawari itu seketika berbinar. "Wah beneran Kayla bisa kesana" ucap Kayla girang.
"Iya Kayla nanti kamu duduk yang paling depan disana, biar kamu bisa jelas nontonya"
"Maca cihh, nanti ada udang dibalik batu nih" ucap teman Soyun, yang lagi-lagi mengodanya.
Soyun menabok kepala temannya. "Jangan bilang begitu terus, gak usah didengerin ya Kayla mereka memang begitu"
Kayla hanya tersenyum. "Tapi beneran ya Kayla duduk didepan gak bohong kan?"
"Iyaa bener Kayla" jawab Soyun sambil tersenyum.
"Emmm, kalo gitu sama Mia juga ya" ucap Kayla sambil merangkul tangan Mia.
Mia yang mendengar itu terkejut. "Ehh, aku mah gak usah ikut Kayla" ucap Mia sungkan.
"Ehh, gak papa ikut aja, biar Kaylanya ada yang nemenin" kali ini bukan Soyun yang menjawab melainkan Gilang yang juga merupakan anggota Boys Seven.
"Alah ikut-ikutan aja loo, bilang aja mau pdkt an"
"Iri bos? Bilanggg" jawab Gilang dengan angkuhnya.
"Iya Mia ikut aja ya, Kayla nanti gak ada temennya" ucap Kayla memohon.
Mia yang tak bisa menolak itu hanya pasrah. "Yaudah deh"
"Makasi yaa" ujar Kayla sambil memeluk Mia.
"Emm btw, minta nomormu dulu Kayla, biar nanti kita bisa kabar-kabaran" kata Soyun sambil menyodorkan hpnya.
"Ohh, okelah kalau begitu" jawab Kayla sambil mengetik nomornya di hp Soyun.
"Weisss udah main tukeran nomor aja dehh" goda Gilang, yang dihadiahi jitakan oleh Soyun. Gilang pun mengelus kepalanya yang terasa sakit.
"Hahaha sukurin looo" tawa serempak dari anggota Boys Seven.
"Nih" ucap Kayla sambil menyodorkan hp milik Soyun.
"Ehh, makasih" jawab Soyun sambil tersenyum manis.
Mereka tak tau saja sedari tadi Devian melihat interaksi mereka, terutama saat Soyun tersenyum manis kearah Kayla, entah kenapa didalam diri Devian seperti ada api yang sudah menyala.
"Kenapa bos, kok berhenti disini?" tanya Trian yang masih setia disamping Devian.
Tak ada tanggapan Devian, Trian pun mengerutkan keningnya dan melihat arah mata Devian yang sedari tadi melihat kearah lain.
"Bos ngeliatin apa?" tanya Trian yang tak sadar bahwa Devian sudah berjalan meninggalkannya.
"Lohh? Bossss" teriak Trian yang tak didengar oleh Devian.
Devian kini berjalan kearah Kayla dengan raut yang tak bisa dibaca.
"Lohh, tuan Devian ada urusan apa datang kesini?" tanya Gilang yang memang melihat kedatangan Devian itu.
Mendengar ucapan Gilang, mereka semua menengok kearah Devian.
Bukanya menjawab Devian malah menarik paksa tangan Kayla. Ia membawanya pergi dari sana, dan membuat anggota Boys Seven dan juga Soyun terbengong-bengong melihatnya.
"Lohh kenapa tuan Devian, kok main tarik-tarik aja gitu" ujar Gilang.
"Gak tau tuh"
Soyun yang melihat itu hanya diam, entah apa yang ada dipikiranya saat ini.
Tbc.
Dukung author dengan cara tinggalkan like, komen and vote^_^