My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Paman Trian....



"Trian, segera kamu urus jadwal debut idol Boys Seven, jangan sampai ada kekurangan, persiapkan dengan sempurna, karena saya tidak suka yang namanya kekurangan" ucap Devian pada sekretarisnya itu.


"Baik bos"


"Dan bawakan saya segelas kopi keruangan saya"


Setelah berucap, Devian langsung berlalu menuju ruanganya, sedangkan Trian ia berjalan menuju dapur untuk membawakan kopi yang diminta oleh bosnya.


💙💙


Disinilah Kayla yang masih berada diprusahaan Devian, ia saat ini tengah berjalan-jalan bersama Mia, ia sebenarnya disuruh pulang oleh Devian tapi ia tak mengidahkannya, karena menurutnya sayang jika sudah datang jauh-jauh malah langsung pulang.


"Kayla! Kenapa kita gak langsung pulang aja? Kan urusannya sudah selesai" ucap Mia bertanya pada Kayla.


"Nanti aja pulangnya Mia, dirumah juga gak ada kerjaan, mending kita jalan-jalan dulu aja disini menikmati suasana sambil membasuh mata dengan melihat ketampanan para artis-artis disini" jawab Kayla.


"Yahh, itu mah udah hobinya Kayla"


"Gak usah sok, kamu juga suka cowok ganteng kan?"


"Hehe sesuai dengan ucapan Kayla" ucap Mia dengan cegengesan.


"Semua cewek pasti suka kok sama cowok ganteng, walau gak bisa memiliki, menikmati dengan melihat wajahnya aja sudah syukur, jadi jangan munafik dulu bilangnya gak suka, tapi diam-diam malah ngelirik"


"Iya-iya, apa kata Kayla aja deh"


Saat Kayla tengah berjalan mengelilingi perusahaan, ia tak sengaja melihat pria yang familiar dimatanya itu.


"Coyun!" sapa Kayla, yang melihat Soyun dengan beberapa pria yang pasti adalah teman sesama kerjanya.


Soyun yang mendengar sapaan itu menoleh kearah Kayla. "Eh! Kayla ya?"


"Iyalah, emang siapa lagi"


"Wahhh, gak nyangka ya! Kita ketemu lagi disini, mungkin inikah yang dinamakan takdir"


"Gak usah kepedean dulu Coyun, bilangnya aja yang takdir, kita kan gak tau, siapa tau orang itu sudah ada yang punya" ucap Kayla menanggapi perkataan dari Soyun.


"Sebelum janur kuning melengkung, kesempatan peluang masih lebar" ujar Soyun tak mau kalah.


Kayla hanya mengeleng-gelengkan kepala mendengar perkataan Soyun itu.


"Kayla kamu kenal sama orang itu?" tanya Mia yang sudah penasaran itu.


"Oh! Iya lupa ngenalin, dia namanya Soyun, Soyun ini Mia teman aku" ucap Kayla memperkenalkan mereka.


"Hai, Soyun" sapa Soyun, sambil menyodorkan tangan.


"Mia" ucap Mia, menerima jabatan tangan dari Soyun.


"Tumben, Kayla bawa temen biasanya kan sendiri" ucap Soyun.


"Emangnya kenapa kalau bawa temen, ya suka-suka Kayla dong" ucap Kayla, sambil melipat tangannya.


"Ehem" dehem dari teman Soyun yang masih berada ditempat itu.


"Eh, iya lupa juga mau ngenalin, mereka teman aku Kayla, teman sesama idol" ujar Soyun, memperkenalkan teman kerjanya.


"Kamu ini Soyun, ada cewek cakep kok gak mau ngenalin" ucap salah satu dari teman Soyun.


"Hehe, lupa" kikuk Soyun sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.


"Haloo" sapa serempak dari teman Soyun.


"Halo" ucap Kayla dan Mia menjawab sapaan mereka.


"Kalian sudah lama kenal sama Soyun?" tanya salah satu dari teman Soyun.


"Engak kok baru dua kali bertemu" jawab Kayla.


"Ohhhh" ucap mereka sambil menganguk.


Saat Kayla tengah asyik berbincang dengan teman Soyun, Kayla tak menyadari bahwa Mia meninggalkannya, entah mau kemana sepertinya ia melihat seseorang dan mengikutinya.


"Loh, Mia kemana?" ucap Kayla baru menyadari bahwa Mia tak ada disana.


"Engak tau, tadi dia disini, tapi kok hilang" jawab Soyun.


"Haduhh, tuh anak main ilang aja, niatnya buat nemenin Kayla malah nyelonong pergi sendiri" gerutu Kayla kesal pada teman barunya itu.


💙💙


Disisi lain, Mia saat ini tengah berada didapur, entah apa yang ia lakukan, sepertinya ia sedang ingin mengagetkan seseorang.


"Pamannn, Triannn" teriak Mia sambil menepuk bahu Trian, yang membuat pria itu terlonjak kaget, hampir saja Trian melempar gelas yang ada digengamanya itu tapi untungnya ia bisa menetralkan rasa kagetnya itu.


Trian menoleh kebelakang, mendapati seorang gadis muda yang cengegsan dihadapannya itu, Trian pun mengerutkan alisnya karena ia tak mengenali sosok gadis yang ada dihadapannya ini.


"Siapa?" tanya Trian.


"Masa, paman gak ngenalin aku sih, yang pernah paman gendong pas masih sd dulu" ucap Mia sambil mengerucutkan bibirnya.


Mia pun kesal dibuatnya."Ish, ituloh yang pernah paman panggil bombom"


Trian pun langsung melebarkan matanya. "Anaknya bi Minah?" tanya Trian yang baru ingat itu.


"Paman ini ngeselin deh, sama aku aja gak kenal, sekalian sama ibu aja langsung ingat" ucap mia sambil mengembungkan pipi cubinya itu.


"Wahhh, beneran anaknya bi Minah ternyata, maaf ya saya gak ngenalin kamu, karena sudah lama jadi gak ingat wajah kamu" ucap Trian.


"Orang, aku aja masi ngenalin paman Trian walau udah lama gak ketemu" 'Wajarlah orang Mia udah lama suka sama paman jadi gak bisa lupa' ucap Mia dalam hati.


"Hehe, maaf ya Mia, tapi kenapa kamu bisa kesini, bukanya kamu tinggal dikampung ya?" tanya Trian yang penasaran itu.


"Kakek aku udah meninggal, karena gak ada yang nemenin aku jadi ibu suruh aku datang kesini, untuk tinggal disini bersama ibu" jelas Mia.


Trian menganguk-angukan kepala. "Saya turut berduka cita ya atas meninggalnya kakek kamu" ucap Trian sambil menepuk bahu Mia.


Mia yang hanya ditepuk bahunya merasa deg deg an seketika. "Iyaa terimakasih paman, paman kapan main kerumahnya tuan Devian, aku rindu main bareng sama paman Trian"


"Haha, kamu ini dulu kan kamu masih kecil, sekarang kamu sudah besar, emang kamu mau main sama saya?" tanya Trian.


"Ya mau dong" 'Asalkan sama paman apa sih yang gak mau'. lagi-lagi Mia berucap dalam hati sambil senyam-senyum sendiri.


"Iya deh, kapan-kapan saya datang kesana, ohya kamu datang kesini sama siapa dan ada urusan apa?" tanya Trian, yang selalu merasa kepo itu.


"Aku dateng sama Kayla, disuruh Kayla buat anter dia nyerahin map biru ke tuan Devian tadi" jawab Mia.


"Kok kamu bisa kenal Kayla?" tanya Trian lagi.


"Kan, Kayla udah jadi majikan ples temen baru Aku"


"Majikan? Kamu kerja dirumahnya Kayla itu?"


"Iya, dirumahnya Kayla juga rumahnya tuan Devian"


Trian mengerutkan keningnya bingung. "Hah? Maksudnya gimana?"


"Ish paman ini gak peka-peka, tuan Devian sama Kayla itu kan sudah bertunangan, jadi ya sekarang mereka tinggal bareng" jelas Mia sambil mengerutu.


"HEHH? TUNANGAN, astaga sibos gak bilang-bilang kalau udah tunangan"


"Jangan teriak-teriak dong paman, nanti kuping aku jadi budek" ucap Mia sambil mengelus telinganya yang terasa pengang itu.


"Truss, Kayla sekarang dimana?" tanya Trian yang tak mengindahkan ucapan Mia itu.


"Ohh iya, tadi aku tinggal disana gara-gara aku kejar paman tadi" jawab Mia polos.


Seketika Trian menepuk keningnya mendengar ucapan Mia itu.


💙💙


Masih berada dikantor Devian, kini Kayla beserta kelompok Soyun tengah mondar-mandir mencari keberadaan Mia yang tak tau pergi kemana itu.


"Kemana sihh, Mia pake ngilang segala deh" gerutu Kayla.


"Udahh, sabar aja kita bantu cari kok, kamu udah hubungin temen kamu itu kan?" tanya Soyun.


"Kayla gak punya nomornya" jawab Kayla gamblang, dan hal itu membuat Soyun menepuk keningnya sambil menghela napas.


"Kenapa?" tanya Kayla polos, pada Soyun.


"Engak" jawab Soyun, geleng-geleng.


Setelah itu mereka mulai mencari kembali, sampai tak sadar Devian tengah menuju kearah mereka.


"Kalian sedang apa disini?" tanya Devian, yang saat itu ingin menuju ruang kerjanya.


"Ehh, tuan" ucap Soyun bersama teman-temannya, sambil membungkukan badannya yang artinya memberi salam.


"Kalian, tidak latihan?" tanya Devian lagi.


"Eee, kita semua baru mau latihan tuan" ucap salah satu teman Soyun.


"Baru? Kenapa kalian santai sekali, ingat kalian ini sebentar lain akan segera debut, jangan terlalu santai kalian, jika semuanya tidak siap dan batal, saya akan langsung mengeluarkan kalian dari Prusahaan saya ini" oceh Devian, yang seketika membuat telinga mereka meremang, mereka sudah terbiasa dengan ocehan Devian yang sungguh membuat mereka malas berhadapan dengannya. Kayla yang melihat itu juga merasa merinding, ia baru melihat tabiat pria yang ada dihadapannya itu.


"Cepat kalian kembali" ucap Devian.


"Baik tuan" ucap serempak anggota Soyun.


"Kayla, maaf ya gak bisa bantu lagi, kita balik dulu ya mau latihan" ujar Soyun, merasa tidak enak pada Kayla.


"Iya, gak papa makasi ya udah bantu Kayla" Soyun menganguk setelah itu ia berlalu pergi, dan menyisakan Devian dan Kayla disana.


"Bocah! Kamu ikut saya" setelah berucap, Devian berlalu pergi meninggalkan Kayla yang menghela nafas. 'Nasib apa lagi ini' gerutu Kayla dalam hati.


Tbc.


Jangan lupa dukungannya, dengan cara like, coment, atau vote^_^