
πΌπΌπΌ
Masih berada ditempat yang sama, Devian tengah berbicara ditelfon dengan Eva orangtua Kayla. Sedangkan Kayla hanya melipat kedua tangannya dan sesekali mengorek isi hidungnya itu.
Tiba-tiba saja tanpa sepengetahuan Kayla, Devian tersenyum devil seperti sedang membuat suatu rencana.
"Ya tante, apakah tante tau? Putri anda ini entah mengapa selalu membuat saya pusing" mendengar perkataan Devian, Kayla langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Devian dengan mata yang dipelototkan.
Devian terkekeh dalam hati. 'Berani kamu bermain-main denganku! Maka kamu akan mendapat imbasnya bocah!' gumam Devian dalam hati.
"Apa? Apakah itu benar nak Devian? Emang Kayla buat ulah apa disana?" tanya Eva beruntun.
"Iya tante, haahhhh... Sepertinya saya tidak bisa menjelaskannya tante, sampai sekarang saja kepalaku masih terasa pusing" ujar Devian menambah kata-katanya dan berpura-pura memijit kepalanya.
Kayla melongo melihat itu.
"Dasar anak itu! Kamu yang sabar ya Devian... Anak tante emang suka nyusahin orang, orang tante aja juga pernah dibuat pusing dengan ulahnya, tante gak nyangka jika anak tante juga nyusahin kamu disana"
"Tidak apa-apa tante, saya juga sudah terbiasa dengan kelakuan Kayla, itu sebabnya saya harus tetap sabar menghadapinya" ucap Devian melirik kearah Kayla seolah-olah ia tengah mengejek Kayla.
Kayla dibuat kesal. "Ommm..." teriak Kayla namun tak keras, ia berteriak dengan suara berbisik.
Devian mengabaikannya, ia lalu menekan pengeras suara pada hanpone Kayla. Kayla yang melihat keacuhan Devian itu menghentak-hentakan kakinya merasa kesal.
"Yaampun nak Devian... Sungguh beruntung sekali saya memiliki calon menantu sebaik kamu... Memang sangat tepat saya memilih kamu sebagai menantu"
Ucapan Eva itu terdengar oleh Kayla, Kayla yang mendengar itu ingin muntah rasanya, ketika maminya mengucapkan kata menantu.
"Mami ngapain sih... Lebay banget deh" gerutu Kayla sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tolong kasi hpnya ke Kayla dulu Devian... Tante ingin bicara sesuatu dengannya" ucap Eva, setelah itu ia memberikan hp Kayla.
Kayla menerima hpnya dengan tangan yang bergetar, sepertinya ia sudah tau jika maminya akan mengomelinya lagi.
'Hiks... Tamatlah riwayatu' batin Kayla mendramatis.
"Kaylaaaaa....... Kamu ini ya bener-bener, bikin malu mami aja...." teriak Eva membuat telinga Kayla langsung pengang.
Devian yang melihat itu tertawa kesenangan, akhirnya pembalasanya pada Kayla berhasil sempurna.
Kayla menjauhkan hpnya dan langsung mematikan sambungan telfon itu, ia tak ingin lagi mendengar omelan maminya yang super kencang itu.
Devian tertawa. "Puf... Hahahaha rasakan itu"
Kayla kesal melihat Devian, tanpa aba-aba ia langsung menginjak kaki Devian dengan sangat keras.
"Akkk...." teriak Devian memegangi kakinya.
Ia lalu menatap Kayla tajam. "Kamu... Dasar bocah!"
Saat Devian ingin membalas Kayla, Kayla dengan kencangnya berlari masuk kedalaman restoran.
Devian menganga. "Hei! Bocah! Mau kemana kamu" teriak Devian.
Kayla berbalik, lantas ia tertawa sambil berjoget, dan setelah itu menjulurkan lidahnya kearah Devian, pertanda Kayla sedang mengejeknya.
"Wleee... Dasar om-om peot" ejek Kayla setelah itu melanjutkan larinya.
Devian menepuk keningnya. "Benar-benar bocah merepotkan" gumam Devian sambil menghela nafas frustrasi.
ππ
Malam hari, para karyawan kantoran atau bisa dibilang para pekerja Devian tengah mengadakan pesta agar memeriahkan perjalanan wisata mereka atau jalan-jalan liburan.
"Wahh... Ramai banget ya Kayla?" ucap Mia yang saat ini tengah melihat-lihat bersama dengan Kayla.
"Iya Mia.. Asik banget... Eh! Disana ada yang bakar ikan tuh, kita kesana yuk Kayla pengen nyoba makan ikan bakar dipingir pantai, pasti lebih seru tuh, yok Mia" ujar Kayla langsung menarik tangan Mia tanpa mendengar jawaban dari sang empun.
"Yaampun Kayla main tarik-tarik aja" ucap Mia.
Sesampainya ditempat, Kayla melihat disana terdapat para pemuda atau lelaki tampan, sepertinya diantara mereka ada yang merupakan Karyawan ada juga yang merupakan artis agensi Devian.
Kayla berjongkok menyamakan mereka. "Halo kakak-kakak" sapa Kayla dengan cengirannya.
Para pemuda yang berjumlah enam itu, mengalihkan pandangannya kearah Kayla.
"Wahh.... Siapa ini? Kok ada cewek cakep yang nyasar disini?" ujar salah satu pria itu.
Kayla tertawa mendengarnya. "Haha... Makasih loh kak udah dibilang cantik" ujar Kayla, Mia yang melihat Kayla itu merasa heran, ia baru tau jika Kayla memiliki tingkat kepedean yang sangat tinggi.
Keenam pria itu tertawa, sangat jarang melihat gadis muda yang sangat pemberani dan lucu seperti Kayla itu.
"Btw kamu kenapa disini adek?" ujar pria itu meledek.
Kayla mengerucut. "Kok adek sih? Emang saya anak kecil?"
"Kan tadi kamu bilang kami ini kakak, ya berarti kamu harus dipanggil adek dong! Ya gak guys" ucapnya bertanya pada teman-temannya.
"Yoi, hahahaha" mereka semua kembali tertawa.
"Ish... Kalian para pria ini kok nyebelin ya? Kayla kesini tuh... Pengen ikutan bakar ikan"
"Ikutan bakar ikan, atau numpang makan doang" goda pria itu.
Kayla berdiri dari duduknya. "Yaudah deh... Kalo memang gak boleh! Yuk Mia kita pergi aja dari sini" gerutu Kayla yang ingin menarik Mia namun dihentikan oleh para pria yang ada disana.
"Eiy.. Eiy... Gitu aja ngambek, yaudah sini neng... Sini, bantu akang-akang ini bakar ikan" lagi-lagi para kumpulan pria itu tak hentinya menggoda Kayla.
Kayla tersenyum senang. "Gitu dong, dari tadi kek, Kayla bantu ya sama teman aku Mia" kata Kayla sambil menunjuk Mia.
"Wah... Namanya Mia dan Kayla toh? Kalian berdua manis-manis bingit ya? Jangan-jangan kalian suka nyomotin gula ya?" ucapnya setelah itu kumpulan pria itu tertawa bersama.
Kayla mencebik sinis. "Makasih ya! Akang-akang udah muji kami manis, emang sejak lahir kita ini manis" ucap Kayla menyobongkan diri.
"Boleh juga nih cewek" celetuk seorang pria muda berbaju merah, yang sepertinya merupakan anggota idol kpop.
"Kayla... Udah yuk kita pindah aja dari sini, Mia malu kalo banyak cowok disini, Mia gak pede" bisik Mia pada Kayla, Mia memang merasa tak nyaman jika berada ditengah-tengah banyak pria, apalagi dengan pria asing, sungguh! Mia benar-benar malu sekali.
"Udah Mia... Kita tunggu ikannya mateng dulu... Abis itu kita ambil, trus kita langsung lari deh" ucap Kayla yang ikut berbisik pada Mia, Mia yang mendengar bisikan Kayla itu menganga tak percaya.
"Yaampun Kayla kamu kok gitu sih" bisik Mia yang merasa heran dengan tingkah Kayla itu.
"Loh? Nona, nona... Ini kok malah bisik-bisik? Gak jadi ikut bakar ikan?" tanya pria itu.
Kayla mengalihkan pandangannya dan setelah itu tersenyum cengegesan. "Jadi kok abang..." ucap Kayla yang malah mengundang gelak tawa oleh keenam pria itu.
"Hahaha... Cie yang dipanggil abang.. Pit piuu" mereka pun mulai membakar ikan dan sesekali saling melempar lelucon dan membuat suasana menjadi ramai.
Sedangkan Devian kini tengah berjalan menuju Kayla dengan tanduk yang sudah tumbuh dikepalanya, yang menandakan ia benar-benar marah. Trian yang bersama Devian yang berjalan dibelakang itu merinding seketika.
"Bocah itu memang tak pernah mendengar kata-kata ku" ucap Devian dengan helaan nafas, pertanda ia sedang frustrasi.
Tbc.