My Husband Boss Idol?

My Husband Boss Idol?
Rumah Baru



Saat ini Kayla sudah sampai dirumah baru yang akan ia tinggali, tepatnya rumah Devian dan Kayla yang sudah disiapkan oleh calon mertua dan orang tuanya itu, jangan tanya mengapa Kayla menerima begitu saja lantaran pada malam setelah pertunangan, Kayla sangat menentang keputusan untuk tinggal bersama Devian, tapi kenapa ia sekarang malah mau tinggal bersama Devian? Jawabannya karena ia terpaksa lantaran keinginan Laras yang memaksanya dan hal itu membuat Kayla tidak enak hati untuk menolaknya.


"Hahhh..... nasip Kayla kok gini amat sih" ucap Kayla frustrasi yang masi ada dimobil itu, tentunya bersama Devian.


"Jangan mengeluh siapa yang tadi nerima begitu saja? Kamu kan jadi gak usah merasa menyesal"


Kayla yang mendengar perkataan Devian pun merasa kesal "Hei om, gak usah bilang gitu deh, orang situ juga gak mau nolak kok" ujar Kayla dengan nada kesal.


"Udah sekarang kamu masuk aja, beresin barang-barang kamu dulu" ujar Devian menyuruh Kayla masuk kerumah barunya.


"Lah om emang gak beres-beres juga?"


"Saya mau langsung kekantor, masi ada hal yang mau saya kerjakan disana" jelas Devian pada Kayla.


"Truss Kayla beres-beresnya gimana masa sendiri dirumah segede ini" ucap Kayla merasa tak rela ditinggal sendiri karena merasa takut dengan rumah itu.


"Kenapa kamu takut? Gak usah takut disana nanti ada pelayan yang bantu kamu beres-beres"


"Ihhhh siapa juga yang bilang takut, Kayla berani kok" ujar Kayla berbohong.


"Yaudah sekarang kamu cepet turun saya sudah terlambat ini"


"Iya-iya santai aja kali om" ujar Kayla bernada kesal.


"Saya gak bisa santai, karena ini mendesak bagi saya"


"Siyi gik bisi sinti, kirini ini mindisik bigi Siyi, iya-iya yang orang sibuk, emang Kayla juga gak sibuk apa" ujar Kayla sambil membanting pintu mobil Devian.


Bummmm..


Devian yang melihat Kayla mengerutu tak jelas hanya mengelengkan kepala acuh, setelah itu ia menjalankan mobil dan berlalu meninggalkan rumah itu.


Kayla yang melihat Devian berlalu itu merasa kesal dan menghentak-hentakan kakinya "Ihhhh dasar om-ommmmm peotttt nyebelinnnnnnn" kesal Kayla sambil berteriak.


"Nona Kayla ya?" tanya art(asisten rumah tangga) yang tak sengaja melihat Kayla ketika berdebat dengan Devian.


"Eh? Iya siapa ya?" tanya Kayla bingung.


"Saya Minah art rumah ini Nona" kata Minah pembantu rumah itu yang usianya sama dengan seusia mamanya.


"Ohhh, kirain siapa hehe bi Minah ngagetin aja sih" ujar Kayla sambil cengegesan.


"Aduhh bibi minta maaf ya Nona, bibi gak tau kalau Nona Kayla kaget gara-gara bibi" ujar Minah merasa tidak enak takut jika ia berbuat salah.


"Gak papa kok bi santai aja, kalau sama Kayla mah jangan takut bi, Kayla gak gigit kok" ucap Kayla malah ngawur.


"Non Kayla bisa aja ya" ujar Minah sambil terkekeh mendengar perkataan Kayla itu.


"Hehe.. Oh iya tolong bantu Kayla ya bi buat beres-beres nih barang" ucap Kayla sambil menunjuk koper yang ia bawa.


"Ehh, iya non bibi sampai lupa bawa non masuk, haduhh maaf ya non jadi nunggu lama disini"


"Gak papa bi jangan minta maaf terus dong bii, mending bawa Kayla keliling kerumah ini lumayan kan sambil jalan-jalan menikmati rumah baru hehehe.."


"Hahaha.. Yaudah Yukk sok atuh langsung masuk"


Setelah itu mereka masuk beriringan, dengan tawa yang masih terdengar akibat lelucon Kayla yang membuat suasana rumah itu diisi dengan keceriaan yang ia bawa.


💙💙


Malam hari.....


Seperti saat ini, orang yang bekerja dengannya tidak akan diizinkan pulang jika pekerjaannya belum diselesaikan, jika mereka mencoba untuk pulang sebelum menyelesaikan pekerjaan, maka sudah dipastikan besok mereka akan menerima amplop yang sudah jelas amplop itu berisi surat pemecatan.


Itu sebabnya semua orang yang bekerja dengannya ada yang merasa jengkel dan ada juga yang merasa takut, tapi apalah daya mereka gaji yang mereka terima lumayan besar dibandingkan gaji diperusahaan lain, mau tidak mau mereka harus tetap bertahan demi gaji yang lumayan tinggi itu, seperti halnya orang yang lebih lama bekerja dengan saat ini ia harus tetap bertahan walau ia sudah tau watak atasanya itu siapa lagi kalau bukan sekretarisnya itu.


"Boss udah malam nih pulang yuk bos, lanjutin aja besok" ucap Trian meminta untuk meninggalkan pekerjaannya itu.


"Gak bisa Trian saya gak tenang jika pekerjaan saya belum selesai" jawab Devian sambil fokus pada laptopnya itu.


"Yaampun boss kita tuh harus banyak-banyak istirahat setelah hari tadi kita melewati banyak pekerjaan, emang bos mau sakit apa kalau sakit siapa besok yang mau gantiin bos" cerocos Trian yang tak mau diam jika bosnya tak menurutinya itu, padahal yang harus dituruti itu seharusnya atasannya bukan malah bawahannya itu.


"Kalau kamu mau pulang ya pulang aja tinggal nunggu suprais dari saya besok"


"Astaga bos, besok bos masih ada perjalanan bisnis lagi loh bos, gak inget apa tempo hari lalu bos hampir pingsan karena seharian tak mau istirahat malah begadang terus ngerjain pekerjaan"


Perkataan Trian itu seketika membuat Devian berhenti dari kerjanya, apa yang dibilang sekretarisnya itu memang benar tempo hari lalu ia hampir pingsan saat perjalanan bisnis dijepang karena ia kurang makan dan istirahat akibat ia terlalu terpaku pada pekerjaannya, sehingga tubuhnya yang lemah itu menuju batas dan akhirnya drop.


"Hahhh yasudah saya menyerah kalau begitu kita pulang sekarang" ucap Devian yang membuat Trian memasang wajah sumringah seketika, bagaimana ia tak bahagia ia juga saat ini sangat lelah sehingga ia ingin sekali cepat pulang dan bobo cantik dikasurnya yang ia rindukan itu.


"Hayuk lah boss langsung cuss otw" ujar Trian sambil mendahului bosnya itu, Devian yang melihat itu hanya mengelengkan kepala merasa sudah tak mau berdebat lagi dengan sekretarisnya itu.


💙💙


Di perjalanan saat ini Devian tengah sibuk menyetir ia tak diantar dengan sopir karena ia berangkat tadi mengunakan mobil pribadinya setelah ia menurunkan Kayla dirumah barunya tadi.


"Balik kesana apa enggak ya, tapi kalau balik kesana nanti aku tambah capek ngeliatin bocah menyebalkan itu, hahh mending balik keapartemen aku aja deh" ujar Devian sambil membelokan arah mobilnya menuju apartemen yang selama ini ia tinggali.


Saat Devian hampir sampai dilokasi, tiba-tiba ada notive pesan dari mamanya.


Tringg....


Suara pesan muncul dari hpnya, Devian pun langsung membuka pesan itu setelah meletakkan hpnya didepan tempat ia menyetir itu.


Mama❤️


¦ Kamu dimana sayang?


¦ Udah pulang kan? Atau masih dikantor?


¦ Jangan terlalu malam ya sayang, kerjanya


¦ Jangan lupa kamu harus pulang kerumah baru kamu, jangan ditinggal sendiri tunangan kamu dirumah, nanti kalau kamu tinggalin dia lama-lama tunangan kamu bisa diculik loh👹


¦ Awas kalau kenapa-napa sama calon mantu mama, nanti kamu mama sunat lagi biar tau rasa.


Pesan dari mamanya itu seketika membuat Devian merinding, lantaran saat ia membaca pesan panjang dari mamanya itu, ia seperti mendengar suara mamanya yang terngiang-ngiang saat ia membaca pesan itu.


"Mamah ini lama-lama bikin aku stres aja, masa aku disuruh jagain bayi itu hahhh... sungguh takdir apa yang engkau berikan" gerutu Devian, setelah itu ia membelokan arah mobilnya menuju rumah barunya itu, Devian ini tipe anak yang penurut buktinya saat mamanya mengirim pesan seperti itu, ia langsung saja menurutinya.


.


.


.


.


Tbc.


Jejajakkkkkk....